Buah Taqwa (bagian 2)

lanjutan dari Buah Taqwa (bagian 1)

05-Mendapatkan ampunan atas dosa-dosa Allah subhanahu wata’ala berfirman:

إِن تَتَّقُواْ الله يَجْعَل لَّكُمْ فُرْقَاناً وَيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَالهَُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

”Jika kalian bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepada kalian furqaan, dan menghapuskan kesalahan-kesalahan kalian dan mengampuni (dosa-dosa) kalian, dan Allah memiliki karunia yang agung.” (Al-Anfal : 29)

06-Mendapatkan jalan keluar dari segala kesempitan dalam kehidupan dan memperoleh keluasan rizki

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

وَمَن يَتَّقِ الله يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجاً وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah subhanahu wata’ala maka Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (At-Talaq : 2-3) Begitu juga firman-Nya:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُواْ وَاتَّقَواْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاء وَالأَرْضِ

“Jikalau seandainya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah-berkah dari langit dan bumi.” (Al-A’raaf : 96)

07-Memperoleh kemudahan dalam segala urusan

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

وَمَن يَتَّقِ الله يَجْعَل لَّهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْراً

“Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah subhanahu wata’ala, niscaya Allah subhanahu wata’ala menjadikan baginya kemudahan dalam segala urusannya.” (At-Talaq : 4)

08-Dilipatgandakannya pahala atas amal kebaikan yang kecil

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

وَمَن يَتَّقِ الله يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْراً

“Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah subhanahu wata’ala, maka Dia akan menghapuskan kesalahan-kesalahannya dan melipatgandakan pahala baginya.” (At-Talaq : 5)
 

09-Aman dari rasa takut di akhirat serta lenyapnya rasa sedih dan gundah atas segala yang hilang dari perkara-perkara dunia

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

أَلا إِنَّ أَوْلِيَاء اللَّهِ لاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ الَّذِينَ آمَنُواْ وَكَانُواْ يَتَّقُونَ

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah subhanahu wata’ala itu tiada rasa takut terhadap mereka dan tiada (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.” (Yunus : 62-63)

10-Dengan takwa Allah subhanahu wata’ala memperbaiki amalan-amalan hamba sehingga seluruhnya menjadi baik, lalu menjaganya dari pembatal-pembatalnya.

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah subhanahu wata’ala dan katakanlah perkataan yang benar. Niscaya Allah subhanahu wata’ala akan memperbaiki bagi kalian amalan-amalan kalian dan mengampuni bagi kalian dosa-dosa kalian.” (Al-Ahzab : 70-71)

11-Memperoleh kemenangan dan keberuntungan

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

واتقوا الله لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“ Dan bertakwalah kalian kepada Allah subhanahu wata’ala agar kalian beruntung.” (Al-Baqarah : 189)

12.Mendapatkan berita gembira di dunia dan di akhirat

AllahY berfirman:

الَّذِينَ آمَنُواْ وَكَانُواْ يَتَّقُونَ لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَياةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ

“ Orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa, bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan dalam kehidupan (di akhirat).” (Yunus : 63-64)

13-Kesudahan yang baik

sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala:

إِنَّ الْعَاقِبَةَ لِلْمُتَّقِينَ

“Sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (Hud : 49)

14-Masuk kedalam surga

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

إِنَّ لِّلْمُتَّقِينَ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتِ النَّعيمِ

“Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) surga-surga yang penuh kenikmatan disisi Tuhan mereka.” (Al-Qalam : 34)

15-Selamat dari api neraka

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

وَإِن مِّنكُمْ إِلَّا وَارِدُهَا كَانَ عَلَى رَبِّكَ حَتْماً مَّقْضِيّاً ثُمَّ نُنَجِّي الَّذِينَ اتَّقَوا

“ Dan tidak ada seorang pun dari kalian, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa.” (Maryam : 71-72)

KONSEKUENSI TAKWA YANG PALING UTAMA

Konsekuensi takwa yang paling penting dan utama adalah mewujudkan tauhid atau pengesaan bagi Allah subhanahu wata’ala, Rabb semesta alam. Tidaklah seorang hamba dikatakan bertakwa kepada Allah subhanahu wata’ala sampai ia benar-benar mengesakan Rabbnya dalam beribadah dan tidak memalingkan ibadahnya kepada selain Allah subhanahu wata’ala, baik itu kepada seorang Nabi, malaikat, wali, ataukah orang shalih. Hamba Allah subhanahu wata’ala yang bertakwa berdoa dan memohon hanya kepada Allah subhanahu wata’ala semata, mereka tidak mendekatkan diri dengan sesembelihan kecuali hanya kepada Allah subhanahu wata’ala, dan tidaklah hatinya bergantung kecuali kepada Allah subhanahu wata’ala. Allah subhanahu wata’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“ Hai manusia, esakanlah Tuhan kalian Yang telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa. “ (Al-Baqarah : 21)

Maka jelaslah bahwa takwa tidak akan terwujud kecuali dengan mentauhidkan Allah subhanahu wata’ala.

Dasar dari takwa adalah waspada dari perbuatan syirik, lalu waspada dari perbuatan-perbuatan maksiat, kemudian waspada dari perkara-perkara syubuhat (perkara-perkara yang hukumnya tidak diketahui dengan jelas).

Ya Allah subhanahu wata’ala, jadikanlah kami sebagai hamba-hambamu yang bertakwa dalam segala keadaan, dan jadikanlah amalan kami yang paling baik sebagai penutup hidup kami.

***

Download Buletin versi PDF

Artikel yang Anda baca ini dapat di download dalam versi Buletin PDF disini:

https://www.box.com/s/7h5tja59lqeicrafphhh

Leave a Comment