Keutamaan Menuntut Ilmu dan Adab-adabnya

Menuntut ilmu agama adalah kewajiban setiap muslim & muslimah, karena Allah telah memerintahkan untuk berilmu sebelum berbicara dan berbuat. Allah ta’ala berfirman:

(Artinya): “Maka ketahuilah (ilmuilah)! Bahwasanya tidak ada Ilah (tuhan yang berhak untuk disembah dengan benar) kecuali Allah dan mohonlah ampunan terhadap dosa-dosamu ….” . (QS. Muhammad: 19)

Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam dengan redaksi yang jelas beliau telah memerintahkan ummat untuk menuntut ilmu :

طَلَبُ العِلمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسلِمٍ

“Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap muslim (laki-laki dan perempuan)”. (HR. Ibnu Majah, shahih)

Sesungguhnya ilmu agama yang telah diwajibkan oleh Allah dan Rasul-Nya untuk kita tuntut dan kita cari, memiliki keutamaan yang amat besar dan amat mulia, diantara keutamaannya adalah sebagai berikut:

a. Ilmu adalah warisan para Nabi.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
(Artinya): “Dan sesungguhnya para Nabi tidak pernah mewariskan uang emas dan tidak pula uang perak, akan tetapi mereka telah mewariskan ilmu (ilmu syar’i) barang siapa yang mengambil warisan tersebut maka sungguh ia telah mengambil bagian yang banyak”. (HR. Ahmad, Shahih)

b. Menuntut ilmu adalah jalan menuju surga.
Surga adalah idaman setiap muslim, tempat tinggal yang abadi, kebahagiaan yang hakiki, penuh dengan kenikmatan silih berganti tanpa terhenti. Ketika Allah menjadikan ilmu sebagai jalan utama menuju surga, maka ini menunjukkan besarnya keutamaan ilmu.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

(Artinya): “…Barang siapa yang meniti suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga…”. (HR. Ahmad, Shahih)

c. Dengan sebab ilmu, Allah meninggikan derajat seorang hamba.

Allah ta’ala berfirman:
(Artinya): “Allah mengangkat orang-orang beriman diantara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat”. (Al-Mujadalah: 11).

Imam syaukani berkata tentang tafsiran ayat ini: “Dan makna ayat ini bahwasanya Allah mengangkat beberapa derajat orang-orang beriman dari orang-orang yang tidak beriman, dan mengangkat beberapa derajat orang-orang yang berilmu (dan beriman) dari orang-orang yang hanya beriman. Maka barang siapa yang memadukan antara iman dan ilmu maka Allah mengangkatnya beberapa derajat karena imannya lalu Allah mengangkat derajatnya karena ilmunya”.

d. Memahami ilmu agama merupakan pertanda bahwa Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

“Barang siapa yang Allah kehendaki baginya kebaikan maka Allah akan menjadikannya paham akan agamanya”. (HR. Bukhari & Muslim)

Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz berkata:”mafhum (makna tersirat) dari hadits ini bahwasanya orang yang tidak memahami agamanya berarti orang itu termasuk orang yang tidak dikehendaki kebaikan oleh Allah dan kami mohon perlindungan kepada Allah dari hal yang seperti itu”.

e. Manfaat ilmu bagi seseorang terus mengalir walaupun ia telah mati.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam Bersabda:
(Artinya): “Apabila anak cucu Adam meninggal dunia maka terputuslah amalannya kecuali melalui tiga jalur: shadaqah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang senantiasa mendoakannya”. (HR. Bukhari & Muslim)

Menuntut ilmu adalah ibadah mulia dan agung, maka seorang penuntut ilmu harus senantiasa memperhatikan adab-adab dalam menuntut ilmu agar bermanfaat dan berkah. Berikut adalah beberapa adab menuntut ilmu yang kami sajikan secara singkat:

1. hendaknya seorang penuntut ilmu mengikhlaskan niatnya dalam menuntut ilmu, karena menuntut ilmu adalah ibadah.

Allah berfirman:
“Dan mereka tidak diperintahkan kecuali untuk beribadah (hanya) kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya”. (QS. Albayyinah: 5)

Tidak boleh menuntut ilmu untuk mencari keuntungan dunia seperti menuntut ilmu agama agar dapat jabatan, pekerjaan dengan gaji tinggi dll.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
(Artinya): “Barang siapa yang menuntut suatu ilmu seharusnya karena Allah, lalu dia tidak menuntutnya kecuali untuk mendapatkan tujuan dunia maka ia tidak dapat mencium bau surga”.

2. Bersungguh-sungguh tidak bermalas-malasan.

Seorang penuntut ilmu dituntut untuk mengerahkan seluruh kemampuan yang ia miliki, siap berkorban harta, waktu dan memanfaatkan masa sehat semaksimal mungkin. Bila tidak maka ia tidak akan mendapatkan ilmu itu kecuali secuil saja.

Al Qadhi Abu yusuf berkata:”ilmu ini adalah sesuatu yang tidak akan memberikanmu separuh dari dirinya sampai engkau memberikannya dirimu seluruhnya”.

3. bertaqwa dan senantiasa takut kepada Allah.

Penuntut ilmu hendaknya bertaqwa kepada Allah dan takut kepada-Nya dengan cara menjalankan segala perintah Allah dan menjauhkan diri dari larangan-Nya. Dengan rasa takut yang ada seorang penuntut ilmu akan terdorong untuk mengamalkan ilmunya dan hanya orang yang berilmulah yang memiliki rasa takut kepada Allah. Imam Ahmad berkata: “pondasi dari ilmu adalah rasa takut kepada Allah”. Allah Ta’ala berfirman:

(Artinya): “sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hamba-Nya adalah ulama’”. (QS. Fathir: 28)

4. Rendah hati (tawadhu’) dan tidak sombong.

Penuntut ilmu harus bersifat rendah hati, siap menghinakan diri dihadapan kemuliaan ilmu, tunduk pada kebenaran dan menghormati guru, tidak bersikap lancang di hadapannya, tidak angkuh dan ego untuk menimba ilmu dari yang lebih kecil dan menjauhkan diri dari segala bentuk sikap yang menunjukkan kesombongan.

Allah Ta’ala berfirman:
(Artinya): “dan rendahkanlah dirimu (Muhammad) terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman” (Asy-Syu’ara’: 215).

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

الكِبرُ بَطَرُ الحَقِّ وَ غَمطُ النَّاسِ

“kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia”. (HR. Muslim)

Demikian beberapa adab utama yang perlu kita perhatikan dalam menuntut ilmu, dan tentunya masih banyak adab-adab yang lain yang bisa kita baca langsung dari kitab-kitab para ulama. Semoga Allah memberi taufiq kepada kita dalam menuntut ilmu dan memberi keberkahan pada ilmu tersebut.

***

Penyusun : Ustadz Zahid Zuhendra, Lc

(Anggota Dewan Redaksi)

Download versi PDF :
https://app.box.com/s/uzjqkol6aj9byw9yfbqoygyr1ydtu1cj

Leave a Comment