KEUTAMAAN BERDZIKIR

Melazimkan dzikir kepada Allah akan mendatangkan faidah yang banyak yang dapat dipetik oleh seorang hamba, baik dalam kehidupan dunia terutama kelak di akhirat, karena berdzikir merupakan rutinitas yang terbaik dan cara yang paling agung bagi seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah. Terdapat banyak ayat dalam al-Qur’an yang memerintahkan kita untuk memperbanyak dzikir serta faidah yang didapat, sebagaimana firman Allah (artinya):

“Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” [QS. Al-Ahzab: 35]

Begitu juga terdapat banyak hadist yang memerintahkan kita untuk selalu berdzikir, sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Imam al-Baihaqi dalam Syu’abil Iman dan Abu Nu’aim dalam Hilyah serta dihasankan oleh Syaikh Al-Bani dari hadist Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا مِنْ سَاعَةٍ تَمُرُّ بِابْنِ آدَمَ لاَ يَذْكُرُ اللهَ تَعَالَى فِيْهَا إلاَّ تَحَسَّرَ عَلَيْهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ.

“Tidaklah ada satu waktu yang dilalui oleh anak Adam yang ia tidak berdzikir kepada Allah di dalamnya kecuali akan menjadi penyesalan baginya pada hari kiamat.” [HR. Al-Baihaqi]

Dan imam Ibnul Qayyim mengatakan dalam kitab beliau al-Wabilu Sh-Shayyib: “Di dalam berdzikir kepada Allah terdapat lebih dari 100 faidah.” Kemudian beliau menyebutkan faidah-faidah berdzikir hingga lebih dari 70 faidah. Satu faidah saja sudah cukup bagi kita untuk merangsang jiwa dan menggerakkan semangat kita untuk menyibukkan diri dengan dzikir kepada Allah. Oleh karena itu, kita akan menyebutkan 10 faidah berdzikir kepada Allah semoga menjadi penyemangat bagi kita untuk terus-menerus berdzikir kepada-Nya:

  1. Berdzikir dapat mengusir dan mengenyahkan syaitan

Allah berfirman (artinya): “Barangsiapa yang berpaling dari berdzikir kepada Allah Yang Maha Pemurah. Kami adakan baginya setan (yang menyesatkan), maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.” (QS. az-Zukhruf: 36)

Ibnu Abbas berkata: “Setan itu mendekam di dalam hati anak Adam, jika ia lalai dan lupa, maka setan akan membisikinya, apabila ia berdzikir kepada Allah maka setan itu akan pergi.”

  1. Berdzikir mendatangkan kesenangan, ketenangan dan ketenteraman di dalam hati.

Allah berfirman (artinya): “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berdzikir kepada Allah. Ingatlah, hanya dengan berdzikir kepada Allah-lah hati menjadi tenteram.” [QS. Ar-Ra’d: 28]

Dzikir adalah makanan bagi hati, hati yang terpisah dari berdzikir sama seperti badan yang terpisah dari makanan, sebagaimana perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah: “Berdzikir bagi hati ibarat air bagi ikan, maka bagaimanakah keadaan ikan jika dipisahkan dari air ?!”

  1. Allah akan menyebut orang-orang yang selalu berdzikir di sisi-Nya.

Allah ﷻ berfirman (artinya): “Ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu.” [QS. Al-Baqarah: 152]

  1. Dzikir dapat menghapus dosa dan menyelamatkan dari azab Allah

Dari Muaz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ عَمَلاً أنْجَى لَهُ مِنْ عَذَابِ اللهِ مَنْ ذِكْرِ اللهِ تَعَالَى

“Tidaklah anak Adam melakukan suatu amalan yang lebih menyelamatkan baginya dari azab Allah dari berdzikir kepada Allah Ta’ala.” (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani)

  1. Dzikir dapat mendatangkan ganjaran mulia dan pahala yang tidak didapati pada amalan selainnya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa yang mengatakan, ‘lailaha illallahu wahdahu la syarikalahu lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘ala kulli syain qadir’ dalam sehari 100 kali, maka baginya pahala seperti memerdekakan 10 budak, ditulis baginya 100 kebaikan, dihapus darinya 100 keburukan, baginya perlindungan dari syaitan pada hari itu hingga sore hari. Seseorang tidak bisa mendatangkan yang lebih baik dari apa yang dibawanya kecuali dia melakukan lebih banyak lagi daripada amalan itu.” [HR. Bukhari dan Muslim]

  1. Dzikir adalah tanaman surga

Dari Ibnu Masud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: “Aku bertemu Ibrahim Al-Khalil pada malam aku diisra’kan, ia berkata: “Wahai Muhammad, sampaikan salamku kepada umatmu, dan kabarkan kepada mereka bahwa surga tanahnya bagus, segar airnya dan merupakan dataran yang tanamannya adalah, “subhaanallahu, walhamdulillah wa laa ilaaha illallah wallahu Akbar.” [HR. Tirmidzi]

  1. Allah akan memberi rahmat dan Malaikat akan memintakan ampunan bagi orang yang berdzikir

Allah ﷻ berfirman setelah memerintahkan orang-orang beriman untuk banyak berdzikir (artinya): “Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan para Malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), agar Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya.” (QS. Al-Ahzab: 43)

  1. Banyak berdzikir kepada Allah terbebas dari kemunafikan

Sebagaimana firman Allah tentang orang munafik (artinya): “Apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka lakukan dengan malas. Mereka bermaksud riya’ di hadapan manusia. Dan mereka tidaklah berdzikir kepada Allah kecuali sedikit sekali.” (QS. An-Nisa’: 142)

  1. Dzikir adalah obat penawar hati.

Imam Makhul bin Abdullah berkata: “Berdzikir (menyebut) Allah Ta’ala adalah penawar, dan menyebut manusia adalah penyakit.”

  1. Terus menerus-berdzikir kepada Allah menjauhkan kita dari sifat lalai

Allah Ta’ala berfirman (artinya): “Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, sehingga Allah menjadikan mereka lupa akan diri sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik.” [QS. Al-Hasyr: 19]

Demikianlah beberapa faidah dzikir kepada Allah, dan masih banyak faidah-faidah berdzikir yang tidak dapat kita sebutkan, semoga beberapa faidah ini dapat menjadi penyemangat bagi kita untuk selalu membasahi lisan kita dengan berdzikir kepada Allah. Semoga Allah menerima segala amal kebaikan kita, mengampuni dosa-dosa kita dan menjauhkan kita dari api neraka serta memasukkan kita ke dalam surga-Nya.

Allahu ‘alam

***

Leave a Comment