Sunnah Menghitung Bulan Sya’ban Demi Ramadhan

Abu Hurairah radhiallâhu’anhu mengabarkan bahwa Rasûlullâh shallallâhu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

أَحْصُوا هِلاَلَ شَعْبَانَ لِرَمَضَانَ

“Hitunglah bilangan bulan Sya’bân dalam rangka Ramadhân.”

Hadits ini diriwayatkan oleh al-Imâm at-Tirmidzi rahimahullâh. Muhaqqiq kitab Jâmi’ul Ushûl (no. 687), Abdul Qâdir al-Arnauth, mengatakan bahwa sanad hadits tersebut derajatnya Hasan.

Ibunda ‘Aisyah radhiallâhu’anha mengatakan:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَفَّظُ مِنْ شَعْبَانَ مَا لَا يَتَحَفَّظُ مِنْ غَيْرِهِ

“Dulu Rasûlullâh shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersungguh-sungguh dalam menjaga hitungan bulan Sya’bân, dibandingkan dengan bulan-bulan yang lain.”

Imam Abu Dawud mengatakan bahwa sanad riwayat ini Hasan.

Al-Imâm al-Mubarakfûri mengatakan:

“Sabda beliau ahshû, dengan baris fathah pada huruf hamzah, dan dhammah pada huruf shâd, menunjukkan perintah untuk menghitung. Yakni, hitunglah bilangan hari pada bulan Sya’ban agar kalian mengetahui kapan masuknya Ramadhân…ath-Thîbi juga menjelaskan bahwa lafaz al-Ihshâ’ (penghitungan) lebih punya penekanan daripada al-‘Add (sekalipun keduanya punya makna yang mirip). Al-Ihshâ’ mengandung makna betul-betul berusaha dan bersungguh-sungguh dalam melakukan penghitungan…”

***
[Diringkas dan diterjemahkan secara bebas dari http://www.kulalsalafiyeen.com/vb/showthread.php?t=38891]
oleh: Abu Ziyan Jo Saputra Halim

Leave a Comment