KEISTIMEWAAN UMRAH DI BULAN RAMADHAN

Imam al-Bukhari (no. 1782) dan Imam Muslim (no. 1256) meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhu kisah seorang wanita yang ditanya oleh Rasulullah ﷺ, kenapa dia tidak ikut melaksanakan haji bersama beliau ﷺ.  Wanita tersebut mengemukakan uzurnya, bahwa ia tidak cukup bekal untuk berhaji, keluarganya hanya punya 2 ekor unta, satu unta digunakan sebagai bekal haji bagi suami dan anaknya, sementara satu lagi digunakan untuk mengairi ladang. Rasulullah ﷺ lantas bersabda kepada wanita tersebut:

(فَإِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فَاعْتَمِرِي، فَإِنَّ عُمْرَةً فِيهِ تَعْدِلُ حَجَّةً   (وفي رواية لمسلم:  حجة معي

“Saat nanti Ramadhan tiba, tunaikanlah umrah, sungguh pahalanya setara dengan pahala haji.” Dalam riwayat Muslim disebutkan: “pahalanya setara dengan pahala haji bersamaku.”

Di antara para ulama salaf, seperti Sa’id bin Jubair (Fathul Bari: 3/605), menyebut bahwa pahala tersebut khusus bagi wanita dalam riwayat. Pendapat ulama yang lain menyebut bahwa pahala setara haji tersebut hanya bagi mereka yang berniat melakukan ibadah haji namun terkendala secara syar’i lantas ia pun menyempurnakan niat haji tersebut dengan umrah di bulan Ramadhan untuk meraih pahala haji yang terluputkan, pendapat ini disebutkan oleh Ibnu Rajab dalam Lathaif al-Ma’arif (hal. 249) dan Ibnu Katsir dalam tafsirnya (1/531). Namun pendapat yang lebih tepat; pahala tersebut berlaku umum bagi setiap ummat Muhammad ﷺ yang melakukan umrah di bulan Ramadhan, ini adalah pendapat hampir semua imam madzhab yang empat (al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah: 2/144).

Lantas, apa yang dimaksud “pahala setara haji” dalam hadits di atas? Apakah pahala umrah di bulan Ramadhan benar-benar sama dengan haji? Ishaq bin Rahawaih menyodorkan jawaban yang indah, kata beliau:

معنى هذا الحديث؛ مثل ما روي عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال : من قرأ : قل هو الله أحد فقد قرأ ثلث القرآن “

“Hadits tersebut semakna dengan hadits; “Siapa yang membaca ‘qul-huwallaahu ahad’ (Surah al-Ikhlash), maka ia telah membaca sepertiga al-Qur’an’.” [Sunan at-Tirmidzi: 2/268]

Tentu tidak ada satu pun ulama yang mengatakan bahwa hanya dengan membaca surah al-Ikhlash 3x, maka kita tidak perlu lagi mengkhatamkan al-Qur’an dari al-Fatihah sampai an-Naas. Demikian pula dengan umrah di bulan Ramadhan, tetap tidak bisa menggantikan haji yang statusnya wajib. Pahala membaca al-Ikhlash 3x hanya setara dengan pahala mengkhatamkan al-Qur’an dari sisi kuantitas, tidak dari sisi jenis ibadah. Demikian halnya dengan umrah di bulan Ramadhan, secara kuantitas pahalanya setara dengan haji bersama Nabi, namun dari sisi jenis ibadah, ada banyak keutamaan dalam ibadah haji yang tidak terdapat dalam ibadah umrah, seperti; berkumpul dan berdoa di Arafah, melempar jumrah, dan menyembelih kurban.

Demikianlah paparan dan jawaban yang diberikan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Majmu’ al-Fatawa (26/293-294). Beliau bahkan mengemukakan alasan yang brilian ketika menyanggah anggapan keliru bahwa umrah Ramadhan bisa menggantikan haji, “haji wajib yang kita tunaikan saja tidak bisa sebanding dengan haji (para sahabat) bersama Rasulullah ﷺ, maka bagaimana mungkin umrah kita bisa setara dengan haji bersama beliau ﷺ…?”, ungkap Ibnu Taimiyyah. Sehingga jelas, bahwa yang setara hanyalah pahala dari sisi kuantitas saja. Wallahua’lam

***

Ma’had Abu Hurairah Mataram, 26 Sya’ban 1438
Abu Ziyan Jo Saputra Halim
(‘afallaahu ‘anhu)

Leave a Comment