Sahur…Keutamaan dan Keajaibannya

Salah satu sunnah yang sangat dianjurkan bagi orang yang akan berpuasa adalah makan sahur. Tidak hanya dalam puasa Ramadhan yang wajib saja, melainkan juga dalam puasa sunnah.

Rasulullah ﷺ  bersabda:

  تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السُّحُورِ بَرَكَةً

“Bersahurlah kalian karena dalam sahur ada keberkahan.” [HR. Bukhari dan Muslim].

Rasulullah ﷺ  menjelaskan sahur memiliki keberkahan dalam rangka memotivasi orang agar melakukannya. (Tanbiihul Afham, 3/36)

Kalau kita membaca hadist-hadist Rasulullah ﷺ  kita akan mendapati bahwasanya syariat sahur merupakan sebuah keajaiban dan memiliki banyak keutamaan.

Berikut di antara Keajaiban dan keutamaan dari syariat sahur:

Sahur adalah anugerah Allah yang memiliki keberkahan dunia dan akhirat dan memberikan kekuatan bagi orang yang berpuasa.

Rasulullah ﷺ  bersabda:

إِنَّهَا بَرَكَةٌ أَعْطَاكُمْ اللَّهُ إِيَّاهَا فَلَا تَدَعُوهُ

Sesungguhnya dia adalah berkah yang diberikan Allâh kepada kalian, maka jangan kalian meninggalkannya. (HR. Nasa’i dishahihkan oleh Albani)

Bahkan Rasulullah ﷺ  menyebutnya dengan makan yang penuh berkah, Rasulullah ﷺ  memanggil seseorang untuk makan Sahur seraya bersabda:

“هَلُمَّ إِلَى الْغَدَاءِ الْمُبَارَكِ.”

“Kemarilah untuk menyantap makanan yang diberkati.” [HR. Abu Daud, Hasan]

Imam an-Nawawi rahimahullah menjelaskan keberkahan Sahur seraya mengatakan:

“Adapun barakah makanan sahur secara dhahir (nampak), yaitu dengan kuatnya badan ketika berpuasa, menjadikannya giat beribadah, menjadikannya termotivasi ingin menambah lagi amalan puasanya, karena nampak ringan puasa baginya setelah makan sahur, dan inilah makna yang sesungguhnya dari makan sahur. Kemudian juga dengan bangun sahur dapat menjadikannya berdoa dan berdzikir di waktu yang mulia, yaitu waktu ketika Allah ta’ala turun, dan diterimanya doa dan diampuninya dosa. Seorang yang bangun sahur dapat berwudhu kemudian shalat malam, kemudian mengisi waktunya dengan doa, dzikir, dan shalat malam, dan menyibukkan diri dengan ibadah lainnya hingga terbit fajar.” [Syarh Nawawi li Shahih Muslim 7/206].

Sahur merupakan syi’ar Islam yang menjadi pembeda dengan ajaran Ahli Kitab (Yahudi dan Nashrani).

Rasulullah ﷺ  bersabda,

فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ

“Perbedaan antara puasa kita dan puasa Ahli Kitab (Yahudi dan Nashrani) adalah makan sahur.” [HR. Muslim].

Ini menunjukkan bahwasanya Islam mengajarkan berlepas dari orang kafir, artinya tidak loyal kepada mereka. Karena dari sisi cara puasa kita saja dibedakan dengan orang kafir.

Mengamalkan Sahur adalah bentuk ketaatan pada Rasulullah ﷺ

Karena amalan Sahur adalah sunnah beliau, dengan mengamalkannya kita akan memperoleh keutamaan taat pada Rasulullah ﷺ  .

Keutamaan mentaati Rasulullah ﷺ   disebutkan dalam ayat,

مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ

“Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.” [QS. An Nisaa’: 80].

Allah ﷻ juga berfirman,

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

“Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” [QS. Al Ahzab: 71].

Waktu makan sahur adalah waktu yang penuh berkah. Karena ketika itu, Allah ta’ala turun ke langit dunia.

Rasulullah ﷺ  bersabda,

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

“Rabb kita tabaroka wa ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Dia berfirman, “Siapa saja yang berdo’a kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka akan Aku beri. Siapa yang memohon ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” [HR. Bukhari dan Muslim].

Orang yang makan sahur mendapatkan shalawat (pujian) dari Allah dan do’a dari para malaikat-Nya.

Rasulullah ﷺ  bersabda,

السُّحُورُ أَكْلُهُ بَرَكَةٌ فَلاَ تَدَعُوهُ وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جَرْعَةً مِنْ مَاءٍ فَإِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ

“Makan sahur adalah makan penuh berkah. Janganlah kalian meninggalkannya walau dengan seteguk air karena Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang yang makan sahur.” [HR. Ahmad dishahihkan  Syu’aib Al Arnauth]

Waktu sahur adalah waktu yang paling utama untuk memohon ampunan dari Allah ﷻ.

Sebagaimana yang Allah abadikan dalam beberapa ayat tentang pujian-Nya kepada orang orang yang memohon Ampunan kepada Allah di kala sahur:

وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ

“Dan orang-orang yang memohon ampun di waktu sahur.” [QS. Ali Imran: 17].

وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

“Dan selalu memohonkan ampunan di waktu sahur.” [QS. Adz Dzariyat: 18].

 

SUNNAH MENGAKHIRKANNYA

Yang sangat perlu diperhatikan dalam sahur ini dan sunnah yang sangat banyak dilupakan kaum Muslimin sekarang adalah disunnahkannya mengakhirkan sahur sampai mendekati waktu Shubuh (fajar) sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah ﷺ  .

Dijelaskan dalam hadits Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu dari Zaid bin Tsabit Radhiyallahu anhu , beliau berkata:

تَسَحَّرْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ قُلْتُ كَمْ كَانَ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالسَّحُورِ قَالَ قَدْرُ خَمْسِينَ آيَةً

Kami bersahur bersama Rasululluh Shallallahu ‘alaihi wa sallam , kemudian beliau pergi untuk shalat.” Aku (Ibnu Abbas) bertanya, “Berapa lama antara adzan dan sahur?” Beliau menjawab, “Sekitar membaca 50 ayat.” [HR Bukhari dan Muslim].

Maka seyogyanyalah bagi seorang Muslim mencontoh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam perbuatannya pada masalah ini, hingga memperoleh keberkahannya dan keutamaan-keutamaannya serta manfaat dunia dan akhirat.

***

Wallahu A’lam

Leave a Comment