Amalan-Amalan Yang Memasukan Ke Surga

Rasulullah ﷺ bersabda:

 يَا أَيُّهَا النَّاسُ ، أَفْشُوْا السَّلَامَ ، وَأَطْعِمُوْا الطَّعَامَ ، وَصِلُوْا الْأَرْحَامَ ، وَصَلُّوْا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ ، تَدْخُلُوْا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ.

“Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berikan makan, sambunglah silaturrahim, shalatlah di waktu malam ketika orang-orang tertidur, niscaya kalian akan masuk Surga dengan selamat.” [HR. At-Trimidzi, Shahih].

SYARAH HADITS

Pertama: Sabda Nabi ﷺ : “Sebarkanlah salam.” (أَفْشُوْا السَّلَامَ)

Sebarkanlah salam di antara kalian! Jika engkau melewati saudaramu, ucapkanlah salam kepadanya! Dan jika dia yang memulai salam kepadamu, maka jawablah salamnya, Allah ﷻ berfirman :

وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا

“Dan apabila kamu dihormati dengan suatu (salam) penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (penghormatan itu, yang sepadan) dengannya…” [an-Nisâ’/4:86].

Menyebarkan salam itu akan menumbuhkan rasa cinta di antara manusia. Rasulullah ﷺ bersabda :

 أَوَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوْهُ تَحَابَبْتُمْ ؟ أَفْشُوْا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ

Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang jika kalian kerjakan maka kalian akan saling mencintai ? Sebarkanlah salam di antara kalian.” [HR. Muslim].

Karena menyebarkan salam itu menimbulkan rasa cinta, maka sebaliknya meninggalkan salam akan menyebabkan kesedihan.

Kedua: Sabda Nabi ﷺ,  “Berikanlah makan.” (وَأَطْعِمُوْا الطَّعَامَ)

Yaitu berikanlah makan kepada orang-orang yang membutuhkan, kepada tamu dan tetangga. Ini merupakan akhlak mulia yang bisa menghantarkan pelakunya masuk surga. Orang yang memberikan makan kepada orang lain akan memiliki keistimewaan dan kedudukan di masyarakat. Orang yang memberikan makan akan mendapat rizki yang berlimpah. Dalam sebuah hadits  disebutkan :

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ …

“Sedekah tidak mengurangi harta…”[HR. Muslim]

أَنْفِقْ أُنْفِقْ عَلَيْكَ

“Berinfaqlah! Niscaya Allah akan berinfaq kepadamu.” [HR. Bukhari & Muslim]

Nabi ﷺ juga berkata kepada Asma’ binti Abu Bakar Radhiyallahu anhuma,

اِنْفَحِيْ ، أَوِ انْضَحِيْ ، أَوْ أَنْفِقِيْ ، وَلاَ تُحْصِيْ فَيُحْصِيَ اللهُ عَلَيْكِ ، وَلَا تُوْعِيْ فَيُوْعِيَ اللهُ عَلَيْكِ.

“Infakkan, atau sedekahkan, atau nafkahkanlah, dan janganlah kamu menghitung-hitungnya sehingga Allâh akan menghitung-hitung pemberian-Nya kepadamu. Dan Janganlah kamu menakar-nakarnya sehingga Allâh menakar-nakar pemberian-Nya kepadamu.” [HR. Bukhari & Muslim]

Orang yang memberi makan atau berinfak pasti akan diganti oleh Allah ﷻ. Allah ﷻ berfirman (artinya):

“…Dan apa saja yang kamu infakkan, Allâh akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang terbaik.” [Saba’/34: 39]

Namun yang perlu diingat, memberi makan dan berinfak serta ibadah-ibadah lainnya wajib dilakukan dengan ikhlas karena Allâh. Allah ﷻ berfirman (artinya):

“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allâh , kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.” [al-Insân/76:8-9]

Ketiga: Sabda Nabi ﷺ:  “Sambunglah tali silaturrahim.” (وَصِلُوْا الْأَرْحَامَ) 

al-Arhâm adalah jamak dari rahim. Maksudnya kerabat yang memiliki hubungan kekeluargaan dari ibu atau bapak, seperti paman, bibi, kakek, nenek, sepupu, dan lainnya. Mereka adalah al-arhâm. Allah ﷻ berfirman :

وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ

“…Bertakwalah kepada Allah ﷻang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan…” [an-Nisâ’/4:1]

Maksudnya bertakwalah kepada Allah ﷻ dan bertakwalah dalam urusan kekeluargaan agar engkau tidak memutusnya. Allah ﷻ berfirman :

وَآتِ ذَا الْقُرْبَىٰ حَقَّهُ

“Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat… “ [al-Isrâ’/17:26]

Allah ﷻ juga berfirman :

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ

“Dan beribadahlah kepada Allâh dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orangtua, karib-kerabat…” [an-Nisâ’/4:36]

Allah ﷻ juga berfirman :

وَيَقْطَعُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَنْ يُوصَلَ وَيُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ ۙ أُولَٰئِكَ لَهُمُ اللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوءُ الدَّارِ

“…Dan memutuskan apa yang diperintahkan Allâh agar disambungkan dan berbuat kerusakan di bumi; mereka itu memperoleh kutukan dan tempat kediaman yang buruk (Jahannam).” [ar-Ra’d/13:25]

Keempat: Sabda Nabi ﷺ:  “Shalatlah di waktu malam, di saat manusia sedang tidur.” (وَصَلُّوْا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ)

Ini mencakup shalat-shalat wajib, seperti shalat ‘Isya dan shalat Shubuh, juga mencakup shalat malam, karena malam adalah waktunya orang-orang tidur. Jika seseorang bangun dan shalat maka ini menunjukkan keimanannya karena dia lebih memilih shalat dari pada tidur dan istirahat. Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman memuji orang-orang yang shalat malam :

تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ

“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya…” [as-Sajdah/32:16]

Seorang Muslim yang beriman kepada Allâh dan hari Akhir, dia berusaha untuk mengerjakan shalat wajib yang lima waktu berjamaah di Masjid. Dia juga berusaha untuk bangun di tengah malam untuk melakukan shalat Tahajjud di saat manusia sedang tidur. Di tengah malam dan di akhir malam dia gunakan untuk bermunajat kepada Allah ﷻ, shalat malam, berdo’a dan minta ampun kepada Allah ﷻ atas semua dosa-dosanya.

Barangsiapa mengerjakan keempat amalan ini, yakni menyebarkan salam, memberi makan, menyambung tali silaturrahim, dan shalat malam ketika manusia tertidur, akan masuk surga dengan sejahtera.

***

OLEH: UST. YAZID BIN ABDUL QADIR JAWAS

(DIRINGKAS OLEH RADAKSI)

Leave a Comment