Fatwa: Tentang Hukum Menyebarkan Gambar-Gambar Mayat Muslim dan Korban Terluka untuk Mengumpulkan Donasi

Fatwa: Tentang Hukum Menyebarkan Gambar-Gambar Mayat Muslim dan Korban Terluka untuk Mengumpulkan Donasi
———-

السؤال:
هل يجوز حثُّ المسلمين على التبرُّع لإخوانهم بنشر صور القتلى والجرحى من إخوانهم المسلمين؟!

Pertanyaan:
Bolehkah menghasung dan memotivasi kaum muslimin untuk mengumpulkan donasi bagi saudara-saudara mereka dengan cara menyebarkan gambar-gambar mayat kaum muslimin dan korban luka-luka dari saudara mereka sesama muslim..??

الجواب:

“هذا العملُ غير مناسب، لا يجوز إقامة الصُّور للجرحى؛
كن يُدعى المسلمون للتصدُّق على إخوانهم،
ويُبلَّغون أنَّ إخوانهم مضيَّق عليهم،
وأنَّهم يجري عليهم ما يجري من فعْل اليهود دونَ .أن يعرضوا صُورًا،
أو يعرضوا جرحى؛
لأنَّ هذا فيه استعمال للتصوير،
وأيضًا في هذا تكلُّفٌ لم يأمرِ الله – تعالى – به،
وفيه أيضًا تفتيتٌ لعضد المسلمين؛
لأنَّه حينما تُعْرض صور مسلم ممثل به، أو مقطع الأعضاء أمامَ النَّاس،
فهذا ممَّا يُرعِب المسلمين، ويُرهبهم مِن فِعْل الأعداء،

Jawaban
Perbuatan yang demikian tidaklah pantas. Tidak boleh hukumnya memasang gambar-gambar korban-korban terluka. Ajaklah kaum muslimin untuk membantu saudara-saudara mereka yang terluka dan terbantai, yang menjadi korban kezaliman Yahudi, tanpa harus menyebarkan gambar-gambar memilukan korban-korban kaum muslimin yang terluka.

Karena pada perbuatan yang demikian ini ada unsur penggunaan gambar (makhluk bernyawa yang terlarang). Selain merupakan perbuatan bersusah payah yang tidak Allah perintahkan, di situ juga ada unsur melemahkan kekuatan kaum muslimin. Sebab ketika gambar potongan-potongan anggota badan tersebut dipamerkan atau disebarkan maka akan menimbulkan ketakutan di tengah-tengah kaum muslimin, dan menjadikan mereka takut terhadap musuh.

والواجبُ على المسلمين ألاَّ يُظهروا الضعفَ، وألاَّ يُظهروا الإصاباتِ، وألاَّ يُظهروا هذه الأمورَ،
بل يكتمونها حتَّى لا يَفتُّوا في عضد المسلمين”؛

Wajib bagi kaum muslimin untuk tidak menampakkan kelemahan, tidak menampakan (kepulauan akibat) malapetaka yang menimpa, tidak menunjukkan perkara-perkara yang memilukan ini. Bahkan mereka wajib untuk menyembunyikannya sehingga kekuatan kaum muslimin tidak semakin melemah.*

“الإجابات المهمة (2/105) للشيخ صالح الفوزان”.

 

***

Sumber: al-Ijaabaat al-Muhimmah (2/105), Syaikh Dr. Shalih al-Fauzan hafizhahullah.

📝 Abu Ziyan Johan Saputra Halim

Leave a Comment