KAPAN PERKARA MUBAH = BID’AH…??

Ibadah itu, jika tidak berstatus sunnah (anjuran), maka pasti berstatus wajib. Yang namanya ibadah, tidak keluar dari dua hal tersebut. Demikian penjelasan Ibnu Taimiyyah rahimahullah.

Atas dasar ini, jika ada orang menganggap perkara-perkara yang mubah sebagai ibadah, maka ibadah tersebut termasuk bid’ah yang tertolak dan tercela. KECUALI jika hal yang mubah tersebut dilakukan demi menopang atau membantu ketaatan pada Allah.

Contoh:
Main futsal itu mubah, kalau “futsalnya” dianggap ibadah, jadilah ia bid’ah. Namun jika dianggap hanya sebagai sarana (wasilah) untuk menyegarkan badan agar sempurna ketika melakukan ibadah-ibadah fisik (seperti sholat malam, sa’i, dll), maka di sini futsal bisa berpahala (bukan karena futsalnya, tapi karena niat dan tujuannya).
__
*Diadaptasi dari faidah ilmu Syaikh DR. Abdul Aziz ar-Rays -hafizhahullah-

لا تخرج العبادة عن كونها مستحبة أو واجبة(ابن تيمية)

فعليه من تعبدالله بمباح فقدتعبدببدعة إلا في حالةواحدة وهي أن يكون معيناعلى طاعةالله

✍ Abu Ziyan Johan Saputra Halim

(Pimred Buletin Alhujjah)

Leave a Comment