AMALAN- AMALAN SUNNAH YANG DIJAGA DI BULAN ROMADHON

AMALAN- AMALAN SUNNAH YANG DIJAGA DI BULAN ROMADHON

a. Sholat dua roka’at sebelum subuh

Dari Aisyah rodhiyallohu ‘anha dari Nabi  bersabda:

« رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا »

Dua roka’at fajar lebih baik dari dunia dan seisinya. (HR. Muslim 725).

b. Menjaga sholat sunnah rowatib yang 12 roka’at dan sebaiknya dikerjakan di rumah.

Dari Ummu Habibah rodhiyallohu ‘anha, ia mendengar Rasululloh ﷺ bersabda:

« مَنْ صَلَّى فِى يَوْمٍ ثِنْتَىْ عَشْرَةَ سَجْدَةً تَطَوُّعًا بُنِىَ لَهُ بَيْتٌ فِى الْجَنَّةِ »

Barangsiapa yang sholat 12 roka’at dalam sehari semalam sholat  sunnah  maka dibangunkan baginya sebuah rumah di syurga (HR. Muslim 728)

c. Duduk di masjid sambil berdzikir setelah sholat subuh sampai terbit matahari dan sholat dua roka’at (sholat dhuha di awal waktu).

Dari Anas bin Malik rodhiyallohu ‘anhu,  Nabi  bersabda:

« مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ  تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ »

Barangsiapa yang sholat subuh secara berjama’ah kemudian duduk berdzikir kepada Alloh sampai terbitnya matahari lalu ia sholat dua roka’at maka baginya pahala seperti haji dan umroh, sempurna.. sempurna.. sempurna.. (HR. At Tirmidzi 589 , Shohih at Targhib wa at Tarhib 464).

Jika tidak memungkinkan maka jangan tinggalkan sholat dhuha (sholat Isyroq/ awwabien) di mana saja anda berada. Waktunya sejak matahari naik sepenggalah sampai sebelum zawal (masuknya waktu dzhuhur).

Dari Abu Dzar rodhiyallohu ‘anhu dari Nabi  bersabda:

« يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى »

Di pagi hari semua persendian anak adam wajib bershodaqoh, semua tasbih adalah shodaqoh, semua tahmid adalah shodaqoh, semua tahlil adalah shodaqoh, semua takbir adalah shodaqoh dan menyuruh kepada yang baik serta mencegah dari kejelekan adalah shodaqoh dan mencukupi yang demikian itu dengan dua roka’at di waktu dhuha (HR. Muslim 720).

Maknanya sholat dhuha pahalanya seperti bersedekah 360 kali setiap hari sebagai wujud syukur atas persendian yang Alloh berikan.

Dari Abu Umamah al bahiliy rodhiyallohu ‘anhu bahwa Rasululloh  bersabda:

مَنْ خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ مُتَطَهِّرًا إِلىَ صَلاَةٍ  مَكْتُوْبَةٍ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ الْحَاجِّ الْمُحْرِمِ، وَمَنْ خَرَجَ إِلىَ تَسْبِيْحِ الضُّحَى صَلاَةِ الضُّحَى لاَ يُنْصِبُهُ إِلاَّ إِيَّاهُ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ الْمُعْتَمِرِ

“Barangsiapa yang keluar rumahnya dalam keadaan sudah bersuci untuk sholat wajib maka pahalanya seperti haji yang lagi ihram dan barangsiapa yang keluar untuk menegrjakan tasbih dhuha yaitu sholat dhuha, tidak ada yang mendorong selain niat itu maka pahalanya seperti umroh” (HR. Abu dawud 558 dan dihasankan oleh Syaikh Albaniy dalam Shohih Abu Dawud 567).

d. Memperbanyak membaca al Qur’an di bulan romadhon dengan tadabbur (dipahami maknanya).

Dari Abdulloh bin Mas’ud rodhiyallohu ‘anhu, Rasululloh  bersabda: 

« مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ »

Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Qur’an maka baginya kebaikan. Satu kebaikan adalah sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf (HR. At Tirmidzi 3158, Shohih At Targhib 1416).

e. Berusaha untuk menghadiri majelis ilmu.

Dari Abu ‘Umamah rodhiyallohu ‘anhu dari Nabi  bersabda:

 “مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يَعْلَمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حِجَّتُهُ”

Barangsiapa yang berangkat di waktu pagi, tidaklah ia bertujuan kecuali untuk mengajarkan kebaikan atau belajar kebaikan maka baginya pahala seperti pahala orang yang haji, sempurna hajinya (HR. At Thobroni 7346, Shohih At Targhib 86).

f. Sholat tarowih berjama’ah di masjid.

Nabi  bersabda:

« إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ »

Sesungguhnya barangsiapa yang sholat bersama Imam sampai selesai maka dituliskan baginya seperti sholat semalam suntuk (Diriwayatkan oleh Ahlus Sunan dan Imam At Tirmidzi berkata: hasan shohih ).

Konsekwensinya jika pulang sebelum sholat witir bersama Imam atau sholat witirnya di rumah maka keutamaan ini tidak dapat diraih. 

g. Memperbanyak berdo’a sepanjang hari berpuasa.

Dari Abu Hurairoh rodhiyallohu ‘anhu Nabi  bersabda:

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

Tiga orang yang tidak akan ditolak doanya: Imam yang adil, orang yang berpuasa sampai ia berbuka dan do’anya orang yang terdzholimi (HR. Tirmidzi 3598, Berkata Al Hafidz: hadits hasan).

h. Memperbanyak dzikir bebas sepanjang hari baik tasbih (Subhanalloh), tahmid (Alhamdulillah), tahlil (Laailaaha illalloh), takbir (Allohu Akbar) dan hauqolah (Laa haula wala Quwwata illa billah).

Dari Abu Hurairoh rodhiyallohu ‘anhu, Rasululloh ﷺ bersabda:

“خُذوا جُنَّتَكم”، قلنا: يا رسول الله من عدو قد حضر! قال: “لا، بل جُنَّتُكم من النار، قولوا: سبحان الله، والحمد لله، ولا إله إلا الله، والله أكبر، فإنَّهنّ يأتين يوم القيامة منجيات ومقدّمات، وهنّ الباقيات الصالحات”

“Ambillah perisai kalian”. Kami bertanya: “Wahai Rasululloh, dari musuh yang telah datang?” Beliau berkata: “Bukan, tapi perisai kalian dari neraka, ucapkanlah: “Subhanalloh Walhamdulillah wa Laa ilaaha illalloh wallohu Akbar”, karena itu akan datang pada hari kiamat sebagai penyelamat, terdepan dan ucapan ini adalah al baqiyat as sholihat( yang tetap langgeng pahalanya)” (HR. al hakim 1928 dan dihasankan oleh Syaikh Albaniy dalam Shohih at Targhib wat tarhib 1567).

Inilah sebagian kecil dari amalan sunnah yang akan mudah dikerjakan apabila amalan wajib sudah dijaga dan baru akan mendapatkan ganjaran yang berlipat jika dilakukan dengan ikhlas dan sesuai dengan sunnah dengan dilandasi keyaikan (aqidah) yang benar.

Wallohu A’lam

 

Oleh: Ustadz Ali Sulis

Leave a Comment