DO’A TERBAIK KETIKA BERBUKA PUASA

Apa do’a terbaik, yang bisa kita ucapkan ketika berbuka puasa?

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, ada beberapa hal penting yang harus kita fahami.

Pertama, sebaik baik petunjuk adalah petunjuk Rasulullah 

((خير الهدى هدى محمد صلى الله عليه و سلم))

Maka, do’a yang terbaik, tentu do’a yang diajarkan oleh Rasulullah , do’a yang shahih, benar-benar bersumber dari Rasulullah , bukan do’a buatan orang lain.

Kedua, harus kita fahami, bahwasannya berdo’a ketika berpuasa tidak hanya khusus kita lakukan manakala berbuka, bahkan selama kita berpuasa, dianjurkan untuk banyak berdo’a, termasuk ketika berbuka puasa, karena Allah Ta’ala berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 186:

(وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ)

“Jika hamba-hamba Ku bertanya tentang Aku, maka Aku ini dekat, Aku mengijabah (menjawab) do’a hamba-hamba Ku manakala mereka berdo’a hanya kepada Ku, maka hendaklah mereka memenuhi seruan Ku, perintah Ku, dan beriman kepada Ku, agar mereka meraih kebenaran.”

Jika kita membuka mushaf, ayat mulia ini berada di antara atau di tengah ayat-ayat yang berbicara tentang puasa di bulan Ramadhan. Kata para Ulama, ini adalah isyarat bahwasannya salah satu ibadah yang paling agung yang dianjurkan untuk kita memperbanyaknya adalah ibadah do’a ketika berpuasa .

Rasulullah ﷺ  pernah bersabda dalam sebuah hadits yang dihasankan oleh Imam Ibn Hajar Al-Ashgolan:

((ثلاثة لا ترد دعوتهم: الإمام العادل، والصائم حتى يفطر، ودعوة الظلوم))

“ada tiga do’a yang tidak akan ditolak oleh Allah: Pertama; do’a pemimpin yang adil, Kedua; do’a orang yang tengah berpuasa sampai berbuka, Ketiga; do’a orang yang terdzolomi.”

Sehingga, sangat dianjurkan bagi kita untuk memperbanyak do’a-do’a selama kita berpuasa, termasuk ketika kita hendak berbuka.

Kemudian, do’a yang terbaik yang bisa kita lafadzkan ketika berbuka adalah do’a yang diajarkan Rasulullah ﷺ sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ad-Daaruquthni.

Rasulullah ﷺ  mengucapkan:

‘ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ، وَثَبَتَ اْلأَجْرُ، إِنْ شَاءَ اللَّهُ’

“telah hilang dahaga, dan urat-urat telah basah, dan telah tetap pahala, InsyaAllah”

 

Kapan Do’a di atas diucapkan?

Kata para Ulama, do’a ini diucapkan setelah mengucapkan bismillah, kemudian menyantap hidangan berbuka, baru setelah itu, mengucapkan do’a yang mulia ini.

Kemudian, kita juga dianjurkan untuk memperbanyak do’a manakala berbuka, do’a apa saja, do’a kebaikan di dunia, maupun di akhirat.

Demikian, semoga memberikan faedah.

 

***

🎙 Abu Ziyan Johan Saputra Halim, M.HI.

✍ Di-tafriigh oleh salah seorang santri kami, L (semoga Allah membalasnya dengan kebaikan)

Leave a Comment