KENAPA PAHALA PUASA UNLIMITED…??

KENAPA PAHALA PUASA UNLIMITED…??

Allah Ta’ala berfirman dalam surah Az Zumar:

إنما يوفى الصابرون أجرهم بغير حساب

Hanyalah mereka orang2 yang bersabar yang Allah akan tunaikan ganjaran pahala untuk mereka tanpa batas (QS. Az Zumar: 10)

Subhaanallah, orang2 yg bersabar, pahala mereka tanpa batas. Demikian pula dengan orang2 yg melaksanakan ibadah puasa, pahala mereka tanpa batas. Ayat ini banyak dijadikan dalil oleh para ulama ttg pahala2 ibadah puasa yg begitu besar tanpa batas.

Kenapa?

Karena orang2 yg berpuasa, mereka telah mengumpulkan semua jenis kesabaran. Ibadah puasa ibarat sebuah kanvas yg diatasnya tergambar semua lukisan ttg kesabaran.
Kita tahu kesabaran itu ada 3:

1. Sabar di atas ketaatan
2. Sabar menahan diri dari kemaksiatan
3. Sabar di atas cobaan, ujian, dan penderitaan yang Allah Ta’ala  turunkan kepadanya.

Seseorang harus bersabar di atas ketaatan, melaksanakan perintah Allah Ta’ala, untuk berpuasa, melaksanakan kewajiban2 selama berpuasa, termasuk sholat 5 waktu, kemudian dia harus bersabar menahan diri dari kemaksiatan yg bisa menghanguskan pahala puasanya, dia harus bersabar diri untuk tidak melakukan ghibah, tidak melakukan namìmah, propaganda, dst. Dia harus bersabar menahan letihnya, menahan rasa laparnya, dan juga rasa dahaganya.

Semua kesabaran ini, ada dalam ibadah puasa, sehingga tidak heran Allah Ta’ala  juga mengatakan :

فإنه لي و أنا أجزي به

Ibadah puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yg akan memberikan balasannya.

Kenapa?

Kata Al Imam Badaruddin Al Hanafi rahimahullahu :

إذ عظمة المعطى دليل على عظمة المعطي

Karena, besarnya ganjaran, besarnya pemberian menunjukkan kebesaran dan keagungan Dzat Yang Memberi, yaitu Allah Ta’ala, karena Allah sendiri yg akan memberikan ganjaran secara langsung bagi orang2 yg berpuasa.

Maka tentu saja anugerah Allah Ta’ala  sebanding dengan keMahabesaranNya, keAgunganNya. Karena, BESARNYA PEMBERIAN MENUNJUKKAN KEBESARAN DZAT YANG MEMBERI.

Semoga ini memberikan kita motivasi untuk menyempurnakan ibadah puasa kita di atas kesabaran yg sempurna.

 

***

oleh
✍ Abu Ziyan Johan Saputra Halim, M.HI.

Leave a Comment