LETAK KEBERKAHAN MAKAN SAHUR

Di Mana Letak Keberkahan Sahur…??

عن انس بن مالك رضي الله عنه قال:قال رسول الله صل الله عليه وسلم:”تسحروا،فإن في السحور بركة”.

Dari sahabat Anas bin Malik radhilallahu ‘anhu beliau berkata bahwasanya Nabi pernah bersabda : “makanlah sahur! Karena sesengguhnya pada makanan sahur itu terdapat keberkahan.” {H.R. Bukhari dan Muslim }
Fawaid Hadits:

◊ Hadits ini menunjukkan bahwasanya makan sahur itu adalah sesuatu yang disyareatkan. Hadits ini juga menunjukkan bahwasanya, makan sahur itu sendiri adalah ibadah sesuatu yang dianjurkan, yang disunnahkan. Kenapa? Karena Nabi  bersabda dalam hadits ini dalam ungkapan berbentuk perintah; تسحروا makanlah sahur!

◊ Dalam hadits ini terdapat isyarat bahwasanya perbuatan yang mubah, bisa jadi berubah menjadi sesuatu yang bernilai ibadah. Awalnya dia mubah, namun bisa berubah menjadi sesuatu yang disyariatkan atau sesuatu yang dianjurkan. Dan itu dengan niat tentunya. Karena seseorang jika dia meniatkan untuk makan dalam rangka bertaqorrub (mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala) maka aktifitas makannya tersebut akan bernilai ibadah di sisi AllahTa’ala karena Rasululloh  bersabda”… وإنما لكل امرئ ما نوى” : “Dan seseorang akan mendapatkan ganjaran sesuai dengan apa yang ia niatkan”.

Dalam hadits ini, jika kita telaah secara mendalam, pada hakikatnya, makan sahur itu adalah aktifitas makan, mengisi perut. Namun manakala dia diperintahkan oleh Rasulullah  atau dianjurkan oleh Rasul , kemudian kita meniatkannya dalam rangka taat kepada Rasulullah, dalam rangka mengikuti sunnah Rasulullah  maka, di situlah ia bernilai ibadah. Penyebabnya adalah niat. Di sini pentingnya amalan hati yang bernama niat.

◊ Dalam hadits ini terdapat anjuran untuk mengkhirkan makan sahur. Kenapa? karena, lafadz السحر dalam bahasa arab itu bermakna آخر الليل yaitu penghujung malam. Bagian akhir dari suatu malam itu namanya السحر .

◊ Kemudian sabda Rasulullah  yang mengatakan “فإن في السحور بركة” yakni, kata-kata السحور ada di dalam sebuah riwayat di baca (assuhuur). Adapun السحور (assahuur) dan ini adalah lafadz yang ma’ruf, lafadz ini lebih di kenal dari lafadz (assuhuur). Adapun (assahuur) itu bermakna makanan yang di makan pada waktu sahur. Jadi makanannya. Sehingga hadits ini bermakna:

“karena pada makanan sahur, atau hidangan sahur itu terdapat keberkahan.”

Namun ada yang membaca

فإن في السُّحور بركة

(suhuur) ini mengacu pada makna perbuatan atau aktifitas memakan makanan di waktu sahur. Sehingga makna hadits ini jika kita membaca dengan lafadz (assuhuur) makna hadits ini menjadi “makanlah sahur! Karena sesungguhnya pada aktifitas makan sahur itu terdapat keberkahan”. Kedua makna ini dipakai oleh para ulama. Yang jelas, keberkahan itu ada pada makanan/hidangan sahur, dan pada aktifitas makan sahur. Itu faidah yang ke-4, perbedaan antara (sahuur ) dan (suhuur).

◊ Selanjutnya faidah ke-5, Sabda Rasululloh ﷺ tentang barokah. Dalam hadits ini menunjukkan bahwasanya keberkahan itu ada pada sebagian makhluk AllahTa’ala، namun, harus di yakini, bahwasanya keberkahan yang ada pada sebagian makhluk AllahTa’ala bukan muncul dengan sendirinya atau lahir dengan sendirinya, tidak!!. Keberkahan itu ada karena Allah sendiri yang telah meletakkan keberkahan kepada sebagian makhluknya. Adapun makna البركة dalam hadits ini adalah الزيادة والنماء yaitu tambahan dan pertumbuhan. Artinya, Allah Ta’ala akan memberikan tambahan, akan memberikan sesuatu yang bisa berkembang berupa kebaikan ketika di dunia maupun di akhirat.

📚 Referensi: Syarh Umdatil Ahkam, Kitabus Shiyaam, hadits
no. 187, oleh Syaikh Dr. Sa’ad asy-Syatsri.

***
🎙 Abu Ziyan Johan Saputra Halim, M.HI.

✍ Di-tafriigh oleh salah seorang santri kami, HM (semoga Allah membalasnya dengan kebaikan)

Leave a Comment