PELAJARAN DARI HADIST “SEPARUH KURMA”

Tadabbur Pagi

Rasulullah ﷺ bersabda: “Berlindunglah kalian dari api neraka, walau hanya dengan (bersedekah) separuh kurma. Jika tidak mendapati sesuatu yang bisa disedekahkan, paling tidak ucapkanlah kalimat yang baik (tidak menyakiti).” (Shahiih al-Bukhaari).

Fawaaid Hadits

Takut neraka adalah tanda keimanan. Jika bukan, Nabi ﷺ tidak akan memerintahkan kita berlindung darinya. Jika takut pada binatang boleh dikatakan wajar, maka takut kepada neraka tentu lebih wajar lagi, bahkan itu tanda keimanan pada Allah. Sebab kita belum pernah melihat neraka.

Dengan demikian, hadits ini juga dalil bahwa amal merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari iman. Allah Maha Bersyukur. Sekecil apapun amal hamba-Nya, Allah berkenan membalasnya dengan perlindungan dari api neraka.

Amal shalih, tidak ada yang sepele, selama dibarengi dengan keikhlasan. Boleh jadi sedekah separuh kurma dari si miskin lebih dicintai Allah, daripada miliaran sedekah dari si kaya. Karena amal, tidak semata ditentukan oleh kuantitas, tapi kualitas keikhlasan yang menyertainya justru menjadi penentu utama. Di sinilah letak keistimewaan amalan hati.

Tak ada perbedaan antara si miskin dan si kaya dalam peluang meraih surga Allah atau selamat dari neraka. Allah Maha Adil. Keistimewaan sedekah di jalan Allah dengan ikhlash, sebab mampu merubah azab berganti nikmat.

Betapa Nabi begitu sayang dan care pada umatnya. Bahkan kepada mereka para pecinta harta dunia. Sampai-sampai beliau mengajarkan untuk berlindung dari azab Allah, sekalipun hanya dengan separuh kurma jika masih berat bersedekah yang banyak.

Ucapan yang baik, mulia akhlak dan tutur kata, juga termasuk sedekah. Jangan diremehkan.

Wallaahu a’lam

 

 

***

✍ Johan Saputra Halim

(Pimpinan Redaksi Buletin Al Hujjah)

Leave a Comment