BATASAN-BATASAN UNTUK MENGENALI SYIRIK KECIL

Fawaid dari Dauroh Manhaj

Batasan-Batasan untuk Mengenali Syirik Kecil

Syaikh Prof. Dr. Sulaiman ar-Ruhaily -hafizhahullaah-

(disampaikan saat pembukaan Dauroh Manhaj, Lombok, 02 Rabii’ ats-Tsaani 1440 | 10-12-2018)

Batasan yang pertama:

كل ما سمي في القرآن والسنة شركا ودلت الأدلة على أنه لا يخرج من الملة

Semua yang disebut syirik dalam al-Quran maupun as-Sunnah, namun dalil menunjukkan pelakunya tidak sampai keluar dari Islam.

Contohnya: bersumpah dengan selain nama Allah. Hadits menyebutnya sebagai syirik, namun ada dalil lain yang menunjukkan itu tidak sampai mengeluarkan dari agama.

Batasan yang kedua:

ما يكون ذريعة إلى الشرك الأكبر

Setiap apa yang bisa mengantarkan kepada syirik Akbar.

Contohnya: menyembelih kurban karena Allah di tempat yang digunakan untuk berkurban pada selain Allah. Sekalipun diniatkan karena Allah dan untuk Allah, namun perbuatan tersebut bisa menjadi jalan menuju syirik besar.

Batasan yang ketiga:

اتخاذ شيء سببا على أنه سبب ولم يدل الدليل على أنه سبب من الأسباب المعنوية أو ولم يدل الدليل على أنه سبب من الأسباب الحسية

Setiap perbuatan yang menjadikan sesuatu sebagai sebab, namun dalil tidak menunjukkannya bisa dijadikan sebagai sebab secara maknawi (non-indrawi), demikian juga dalil atau tajribah (yaitu percobaan dan pembuktian ilmiah) tidak menunjukkannya bisa dijadikan sebagai sebab secara hissiyyah (indrawi).

Contohnya: menjadikan Tamimah (semacam jimat) sebagai sebab untuk menangkal penyakit ‘ain. Baik dalil syar’i maupun secara tajribah juga tidak terbukti ia bisa dijadikan sebab untuk menangkal penyakit. Maka yang demikian ini termasuk syirik, namun syirik kecil.

 

 

***

✍ Abu Ziyan Johan Saputra Halim

(Pimpinan Redaksi Buletin Alhujjah)

Leave a Comment