CROSSCHECK SEBELUM SHARE!

…memeriksa kembali, baru sebarkan!

Tabayyun artinya: pengetahuan yang diperoleh setelah datangnya kerancuan dan  ketidakpastian serta kebingungan. Sementara tatsabbut artinya menyelidiki dan memastikan kebenaran suatu berita sebelum menerima dan menyebarkannya.

Adapun tujuan dari tabayyun dan tatsabbut adalah berhati-hati dengan mencari tahu kebenaran berita, dan tidak tergesa-gesa menukilnya untuk disebarkan atau untuk menjadikannya sebagai landasan hukum sebelum memastikan kebenarannya.

Tabayyun atau tatsabbut dalam semua perkara baik berupa berita-berita atau ucapan-ucapan, atau yang lainnya merupakan bagian dari kewajiban seorang muslim yang paling penting untuk diperhatikan, agar terhindar dari konsekwensi (akibat-akibat) menebar berita-berita hoax (dusta) serta terhindar dari bahaya-bahaya yang buruk yang bisa menimpa individu atau masyarakat. Tentang kewajiban ini Allah Ta’ala telah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَأٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang Fasik membawa suatu berita, Maka periksalah dengan teliti agar kalian tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kalian menyesal atas perbuatanmu itu.” [Q.S, Al-Hujuraat: 6].

Sikap berhati-hati dengan selalu tatsabbut atau tabayyun dan tidak tergesa-gesa dalam setiap perkara merupakan salah satu sifat yang dicintai oleh Allah Ta’ala sebagaimana yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jelaskan kepada ‘Asyja’ Abdul Qois radhiyallahu:

إن فيك خصلتين يحبهما الله: الحلم والأناة 

“Sesungguhnya pada dirimu terdapat dua sifat yang Allah cintai yaitu sifat alhilm (sabar) dan sifat Al-Anaah (hati-hati dan tidak tergesa-gesa).” [H.R. Muslim].

Perlu kita ketahui bahwasanya sifat tatsabbut dan tabayyun merupakan bukti sehatnya akal dan selamatnya pikiran, sementara sifat tergesa-gesa merupakan bukti kurangnya akal dan rusaknya pikiran.

Sifat tatsabbut dan tabayyun  merupakan bagian dari sifat orang-orang yang berakal dan tenang, berbeda dengan sifat tergesa-gesa maka dia merupakan bagian dari sifatnya orang-orang yang ceroboh nan nekat yang selalu digoda dan dipalingkan oleh setan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

التَّأَنِّي مِنَ اللَّهِ، وَالْعَجَلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ

“Ketenangan datangnya dari Allah, sedangkan tergesa-gesa datangnya dari setan.” [HR. Al-Baihaqi dan dihasankan oleh Al-Albani].

“Ketenangan datangnya dari Allah” maksudnya; sikap tatsabbut dalam setiap perkara merupakan bagian dari apa yang Alloh cintai dan apa yang Dia perintahkan kepada para hamba, karena di dalamnya terdapat tameng bagi para hamba dari ketergelinciran dan kesalahan.

Allah Ta’ala telah memerintahkan para hamba-Nya yang beriman untuk bersifat tatsabbut dan tabayyun sampai pada waktu memerangi musuh sekalipun, hal ini disebabkan karena agama kita tidak memperbolehkan untuk berlaku semena-mena kepada orang yang tidak bersalah sekalipun kepada orang kafir. Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا ضَرَبْتُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَتَبَيَّنُوا وَلَا تَقُولُوا لِمَنْ أَلْقَى إِلَيْكُمُ السَّلَامَ لَسْتَ مُؤْمِنًا تَبْتَغُونَ عَرَضَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فَعِنْدَ اللَّهِ مَغَانِمُ كَثِيرَةٌ كَذَلِكَ كُنْتُمْ مِنْ قَبْلُ فَمَنَّ اللَّهُ عَلَيْكُمْ فَتَبَيَّنُوا إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kalian pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah dan janganlah kalian mengatakan kepada orang yang mengucapkan “salam” kepada kalian”Kalian bukan seorang mukmin” (lalu kalian membunuhnya), dengan maksud mencari kehidupan dunia, karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kalian dahulu, lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya atas kalian, maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kalian kerjakan.” [Q.S, An-Nisaa’: 94].

Di zaman kita sekarang ini sungguh betapa butuhnya kita terhadap sifat dan akhlak tatsabbut dan tabayyun (chosscheck) dari segala berita dan ucapan yang datang kepada kita terutama sekali bagi orang yang berkecimpung dengan dunia maya seperti internet, televisi dan lainnya harus lebih berhati-hati dalam menerima semua berita yang tersebar di dalamnya, jangan cepat percaya sebelum melakukan tabayyun atau chosscheck.

Sifat dan akhlak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berupa tatsabbut dan tabayyun ini terlihat jelas ketika beliau tidak tergesa-gesa menjalankan hukuman rajam kepada Maa’iz bin Maalik radhiyallahu’anhu ketika beliau terjerumus dalam dosa zina, hal ini seperti apa yang diriwayatkan oleh Sulaiman bin Buraidah dari bapaknya Buraidah radhiyallahu ‘anhu yang mengatakan:

Telah datang Maa’iz kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu beliau berkata: ya Rasulallah: sucikanlah diriku: Rasulullah bersabda: “cukup, pulanglah dan mohon ampunlah kepada Allah dan bertaubatlah kepada-Nya”. Perawi mengatakan: tidak lama kemudian dia pun datang dan mengatakan: ya Rasulallah: sucikanlah diriku: Rasulullah bersabda: “cukup, pulanglah dan mohon ampunlah kepada Allah dan bertaubatlah kepada-Nya”. Perawi mengatakan: tidak lama kemudian dia pun datang dan mengatakan: ya Rasulallah: sucikanlah diriku: maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda seperti itu, sampai kali keempat baru Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadanya: “pada perkara apa aku akan mensucikanmu?” Maa’iz menjawab: dari perbuatan zina, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak serta merta menegakkan hukuman kepada Maa’iz, namun beliau tatsabbut atau kroscek dulu dengan bertanya kepada yang lain: “apakah dia gila?” lalu beliau diberitahu bahwasanya Maa’iz tidak gila, beliau pun lagi bertanya: apakah dia telah meminum khamer? Seseorang langsung bangkit dan mencium aromanya namun dia tidak mendapatkan bau khamer, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali memastikan dengan bertanya kepada Maa’iz: apakah benar kamu telah berzina? Maa’iz pun menjawa: ya, lalu barulah hukuman rajam ditegakkan…[H.R, Muslim]

Sungguh ini merupakan pelajaran penting bagi kita tentang wajibnya untuk bersifat tatsabbut dan tabayyun sebelum mengambil keputusan apapun dari berita yang sampai kepada kita, agar jangan sampai timbul penyesalan akibat kecerobohan dan sikap tergesa-gesa dalam memutuskan sesuatu yang belum pasti kebenarannya.

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَأٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang Fasik membawa suatu berita, Maka periksalah dengan teliti agar kalian tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kalian menyesal atas perbuatanmu itu.” [Q.S, Al-Hujuraat: 6].

 

***

OLEH: UST. MASYHURI, LC.

(PENGAJAR MA’HAD ABU HURAIRAH MATARAM)

Leave a Comment