LIPUTAN DAUROH SESI 3: ADAB DAN AKHLAK TERPUJI

Kisah Syaikh al-Albani & Syaikh Ziyad Kecil (Pelajaran Adab Bagi Segenap Pendidik di Jalan Allah)

Syaikh Ziyad membacakan pertanyaan di secarik kertas di sesi Liqo’ Maftuh semalam. “Syaikhona, kisahkan kepada kami bagaimana Syaikh al-Albani dalam adab dan akhlak”.

“Ooh, banyak banget. Bukan satu kisah saja, tapi berkisah-kisah”, kata Syaikh Ziyad.
“Saya kisahkan satu saja ya. Kisah masa kecil, langsung antara saya dan Syaikh (al-Albani)”.

Ketika itu saya anak usia 14-15 tahun. Saya membaca Riyadhus Shalihin. Lantas saya menelpon Syaikh. Tentu saja Syaikh mengenalku.

“Wahai Syaikh kami, engkau keliru dalam men-takhrij sebuah hadits”, demikian ungkapan Syaikh Ziyad Kecil (SZK) via telpon kepada gurunya, Syaikh al-Albani (SA).

SA: “Hadits yang mana nak…??”
SZK: “Hadits yang ini”, beliau kemudian menyebutkan haditsnya (yang ada di kitab Riyadhus Shalihin)

SA: “Beri aku waktu. Aku akan menelitinya ulang. Nanti telpon lagi ya nak…!!”

Selang beberapa waktu, saya kembali menelpon Syaikh al-Albani.

SZK: “Wahai Syaikh, tadi saya menelponmu. Lantas saya mengatakan…ini dan itu…”

SA: “Wahai anakku, dengarkanlah. Sekarang buka kitabnya, dan lihatlah. Tadi engkau mengatakan begini, namun yang benar adalah ….. (Syaikh al-Albani meluruskan Syaikh Ziyad Kecil)

Saya pun tersadar, yang keliru justru saya. “Aasif ya Syaikh. Duh, maaf yah Syaikh”.

Syaikh al-Albani ketika itu bicara dengan anak kecil. Beliau tidak mengahardikku, tidak mencelaku, tidak pula mengatakan;

من أنت تخطأني…؟!!

“Emangnya kamu siapa…?!! Berani-berani nyalahin aku.”

Tidak pernah…, tidak pernah…., tidak pernah sama sekali beliau berkata (angkuh) demikian. (Padahal sedang berhadapan dengan anak kecil yang menyalahkan dirinya).

أجابني بكل لطف، بكل أدب، بكل هدوء… رحمه الله

“Beliau menjawabku dengan penuh kelembutan, penuh adab, dan penuh kesejukan… Semoga Allah merahmati beliau”.

Inilah adab. Dan inilah satu kisah tentang beliau, dan yang satu ini sudah mencukupi.

**

Syaikh Ziyad kembali bertutur: “Kejadian tersebut sangat berpengaruh besar pada diriku, subhanallah.

Sehari sebelum saya datang (ke Dauroh ini) bertemu antum semua, seorang anak kecil menghampiri ketika saya shalat di masjidku. Anak ini mengatakan; “Hei Syaikh, cara shalatmu salah…”

Tiba-tiba saya jadi teringat Syaikh al-Albani.

**

Inilah ilmu yang membentuk keluhuran adab seseorang. Semoga Allah merahmati segenap ulama dan guru-guru kita semua, demikian juga dengan anak-anak didik kita, dan mengumpulkan kita semua di surga-Nya yang tertinggi.

____
Batu-Malang, 24 Syawwal 1440 – 27062019

 

Wallahu’alam

Oleh:

✍ Abu Ziyan Johan Saputra Halim
(Pimpinan Redaksi Buletin Al Hujjah)

Leave a Comment