OBAT AMPUH BERNAMA DO’A

Obat (Ter) Kuat

Merasa sakit baik lahir ataupun batin? Sebelum mencari obat kesana kemari, jangan lupa obat terkuat seorang mukmin. Jangan sepelekan, jangan telantarkan!! Dialah obat ampuh bernama; do’a.

Banyak yang menyangka, doa bukanlah sebab. Salah besar! Justru do’a adalah sebab utama. Karena Pencipta sebab dan hasil, hanyalah Allah semata, dan Dia memerintahkan kita berdo’a serta meminta kepada-Nya. Obat dan terapi dokter juga sebab, namun jika Allah tidak menghendaki, kesembuhan takkan kunjung datang, sekalipun dengan obat yang paling paten dan terapi paling canggih. Sebaliknya, tanpa obat sekalipun, Allah bisa menyembuhkan berkat do’a hamba-Nya. Nabi bersabda:

( إِنَّ الدُّعَاءَ يَنْفَعُ مِمَّا نَزَلَ وَمِمَّا لَمْ يَنْزِلْ ، فَعَلَيْكُمْ عِبَادَ اللهِ بِالدُّعَاءِ ) . رواه الترمذي (3548) وحسنه الألباني في “صحيح الجامع” (3409)

“Sesungguhnya do’a tetap bisa memberikan efek manfaat; baik pada perkara yang telah terjadi atau yang belum terjadi” [Hadits Hasan, at-Tirmidzi: 3548]

Jika musibah sakit telah turun menimpa hamba, maka do’a tetap mampu memberikan efek; dengan segera menghilangkan sakit tersebut, atau meringankannya, atau menjadikan yang sakit lebih sabar dan kuat bahkan merasa nikmat dengan musibah yang menimpanya. Jika musibah belum turun, maka do’a mampu mencegahnya untuk turun. Demikian penjelasan dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi terkait hadist tersebut.

Ketika sakit, silahkan merujuk ke dokter dan mencari obat. Itu bagian dari ikhtiar. Namun jangan pernah menggantung harapan pada pil obat dan terapi. Sebab, jika itu yang terjadi; bersiaplah untuk kecewa. Jangan pernah lupakan do’a dalam proses ikhtiar. Karena dengan berdo’a, kita membuktikan keimanan kita bahwa kesembuhan, mutlak di tangan Allah. Dia pasti akan memberikan jawaban jika Dia diminta dalam do’a. Boleh jadi jawaban-Nya berupa nikmat kesembuhan, atau nikmat yang lain. Itu sudah janji-Nya. Yang penting, berdo’a dan teruslah berdo’a!

“Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS. Ghafir: 60)

Dalam kitabnya, al-Jawaabul Kaafi (hal. 4), Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan:

” الدعاء من أنفع الأدوية ، وهو عدو البلاء ، يدافعه ويعالجه ويمنع نزوله ويرفعه أو يخففه إذا نزل ، وهو سلاح المؤمن ، وله مع البلاء ثلاث مقامات :
أحدها : أن يكون أقوى من البلاء فيدفعه .
الثاني : أن يكون أضعف من البلاء ، فيقوى عليه البلاء ، فيصاب به العبد ، ولكن قد يخففه وإن كان ضعيفا .
الثالث : أن يتقاوما ويمنع كل واحد منهما صاحبه ” انتهى باختصار .

“Do’a adalah obat yang paling manjur. Do’a adalah musuh bagi bala’ (musibah). Do’a bisa melawannya, memulihkannya, mencegah turunnya, menghilangkan, atau meringankan bala tersebut jika telah turun menimpa.

Ada 3 tingkatan dalam hal ini;

  1. Do’a tersebut lebih kuat daripada bala’, sehingga do’a tersebut mampu mengalahkannya.
  2. Do’a tersebut lebih lemah daripada bala’; akibatnya, bala’ turun menimpa hamba, namun do’a tersebut tetap bisa meringankan bala’.
  3. Do’a dan bala’ sama-sama (kuat) saling melawan.”

Kita lihat, pada setiap tingkatan tersebut, do’a tetap berperan dan memberikan efek yang luar biasa. Kalaupun do’a lebih lemah, dia tetap mampu meringankan efek dari bala’ yang turun. Untuk itu, jangan pernah bosan berdo’a.

 

Wallahu’alam

Oleh:
Abu Ziyan Johan Saputra Halim
(Pimpinan Redaksi Buletin Alhujjah)

Leave a Comment