SEMUA AKAN BERSAKSI

Memperbanyak Saksi-Saksi Kebaikan di Muka Bumi

Kita boleh sudah berhijrah. Bahkan di atas sunnah. Kita boleh sudah berbuat ini dan itu demi Islam. Kita boleh sudah berjalan ribuan mil demi membantu Islam dan kaum muslimin. Sudahkah itu cukup menjadi bekal kita kelak di akhirat? Tidak, sekali-kali tidak.

Itu semua belum ada apa-apanya dibanding nikmat hidayah Islam dan Sunnah itu sendiri.

Tak ada kata telat untuk kembali melangkah dari titik nadir. Tak ada kata lelah di jalan Islam dan Sunnah. Teruslah berpikir kita selalu kekurangan bekal. Teruslah mengumpulkan pundi amal. Jangan pernah bangga dengan amal yang belum tentu Allah terima darimu. Jangan pernah puas dengan pengorbananmu untuk Islam dan Sunnah. Saat engkau merasa puas, saat itu pula lah engkau harus melangkah kembali dari titik nol.

Fokuskan jiwa, pikiran, dan perjuangan, pada keselamatan di akhirat sebagai tujuan utama.

Boleh jadi amal yang bakal menyelamatkan kita kelak di akhirat, belum pula kita lakukan. Maka teruslah berbuat di atas Sunnah dan keikhlasan mengharap wajah Allah. Jangan pernah berharap pengakuan manusia. Biarlah bumi, langit, lautan, bebatuan, dan pepohonan kelak menjadi saksi. Tak jarang, benda-benda mati lebih tulus dalam membela dan mengakui.

Dawamkan dzikrullah di setiap waktu dan tempat. Di saat berjalan di muka bumi, saat menembus awan, di kegelapan hutan, saat berlayar di lautan, saat duduk di bebatuan. Karena semua itu, kelak akan bersaksi.

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan;

إنَّ في دوام الذِّكر في الطريق ، والبيت ، والحضر ، والسفر ، والبقاع : تكثيرًا لشهود العبد يوم القيامة ؛ فإنَّ البقعة والدار ، والجبل والأرض تشهد للذاكر يوم القيامة “يومئذ تحدث أخبارها

(📒 الوابل الصيِّب : ٨١)

Sungguh pada kesetiaan berdzikir menghayati & menyebut nama Allah; baik ketika di jalan, di rumah, di kala mukim maupun safar, saat di lembah, itu semua akan memperbanyak saksi bagi seorang hamba kelak di akhirat. Karena lembah, rumah, gunung, dan bumi, nanti di hari kiamat akan bersaksi bagi orang-orang yang berdzikir. [al-Waabil ash-Shayyib: 81]

 

Oleh:
Abu Ziyan Johan Saputra Halim
(Pimpinan Redaksi Buletin Al Hujjah)

Leave a Comment