HIMBAUAN UMUM TERKAIT WABAH COVID-19

Himbauan umum khusus untuk Muslimin Lombok terkait wabah Covid-19

1. Alhamdulillah, sampai saat ini di Lombok belum ada pengidap yang positif Covid-19. Ini adalah nikmat Allah yang wajib disyukuri dengan terus menguatkan ibadah dan kedekatan kepada Allah. Nikmat ini juga wajib disyukuri dengan tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

2. Kaum muslimin dihimbau untuk tidak terlibat dalam polemik yang menyangkut fatwa ulama. Hormati fatwa ulama setempat. Ikuti fatwa MUI dalam menyikapi Covid-19 ini. Diam jika tidak tahu. Bertanya kepada Ahlul ‘Ilmi jika bingung bersikap.

3. Mengingatkan seluruh kaum muslimin untuk terus mempertebal tawakkal kepada Allah. Jangan panik dan jangan takut berlebihan. Pegang teguh prinsip Qur-ani:

قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَانَا ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

“Katakanlah, tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah akan menimpa kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah bertawakallah orang-orang yang beriman.” (Surat At-Taubah: 51).

4. Termasuk wujud tawakkal yang benar adalah; mengupayakan upaya pencegahan terjadinya mudarat, dengan upaya-upaya yang tidak menyelisihi syari’at. Untuk itu; jalankan anjuran Pemerintah untuk menghindari keramaian, menjaga kebersihan, dll.

5. Jika seseorang positif mengidap Covid-19, maka haram baginya untuk mendatangi keramaian, termasuk shalat jumat atau shalat berjamaah. Dia boleh shalat di rumah atau di tempat isolasi. (Sebagaimana difatwakan para ulama).

6. Jika seseorang mengidap flu, batuk, atau tidak sehat, dan kuatir bisa menularkan kepada orang lain, maka dihimbau agar dia menjalankan ibadah di rumah atau di tempat isolasi, sampai kondisi dinyatakan aman oleh Pemerintah.

7. Wajib diyakini bahwa setiap musibah, pasti disebabkan oleh dosa. Maka kewajiban kita adalah kembali kepada Allah, senantiasa beristighfar dan beramal shalih.

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan dosa manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (bertaubat dari dosa).” (Surat Ar-Rum: 41).

8. Senantiasa memohon pertolongan Allah dengan bersabar dan memperbanyak ibadah terutama sholat:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Wahai orang-orang beriman, mohonlah pertolongan dengan kesabaran dan shalat, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bersabar” (Surat al-Baqarah: 153).

9. Tidak boleh sembarangan men-share atau menyebarkan berita tentang wabah Covid-19. Kroscek dulu. Tanyakan kepada ahlul ilmi terkait maslahat tidaknya menyebarkan berita tersebut.

10. Sesuai dengan anjuran Pemerintah, maka dihimbau agar event-event Tabligh Akbar ditiadakan untuk sementara waktu. Adapun kajian rutin bisa tetap berjalan seperti biasa, sampai ada permakluman baru dari Pemerintah.

11. Jama’ah yang sakit flu, batuk, atau semisalnya, dihimbau tidak mendatangi kajian untuk sementara waktu.

12. Pada kajian-kajian rutin, dihimbau untuk diisi dengan tema-tema; aqidah, tawakkal, sabar, do’a, dan kewajiban mendengar dan taat pada ulil amri pada perkara yang makruf.

Demikian, semoga Allah memberikan keselamatan dan ke’afiyatan kepada kaum muslimin dan seluruh masyarakat Indonesia secara umum.
___
Mataram-Lombok, 22 Rajab 1441 | 17 Maret 2020
🍒 Ditulis oleh Admin alhujjah.com & Telegram: t.me/kristaliman
🍒 Tulisan ini telah dibaca oleh beberapa asatidz (di Lombok), dan disarankan untuk disebarkan.

Leave a Comment