DUNIA ADALAH PANGGUNG KONSPIRASI

Konspirasi (Huruf Kecil) Vs. KONSPIRASI (Huruf Besar)

Lagi ramai perbincangan tentang teori konspirasi. Lebih-lebih di medsos. Dari kebohongan global tentang Round Earth lah, Illuminati lah, rencana jahat di balik jaringan 5G lah, global elit yang kongkalikong nyiptain perang demi bisnis lah, sampai yang teranyar; konspirasi tentang Covid-19.

‘Alaa kulli haal, terlepas bahwa Covid itu hasil rekayasa lab atau mutasi genetika tanpa campur tangan manusia, faktanya; Covid ini real dan dunia ijmak akan bahayanya.

Oke, kita balik lagi ke “Konspirasi”.

Sejak zaman Adam ‘alaihissalam, dunia ini adalah panggung KONSPIRASI. Benar, dunia ini adalah medan delusi dan tipu daya. Dari sejak bangun tidur sampai tidur lagi, kita adalah objek sekaligus target KONSPIRASI.

Namun jangan salah. Tujuan utama KONSPIRASI sejatinya bukan politik, bukan pula ekonomi atau bisnis segelintir elit global. Itu semua cuma umpan dalam jala KONSPIRASI yang sesungguhnya. Ada goal yang lebih besar dari sekedar fulus dan politik para poli-tikus.

Kaum Globalis, Kapitalis, illuminati, Rothschild Family, Rockefeller Foundation, yang disebut-sebut sebagai dalang konspirasi global itu, mereka semua sebenarnya korban KONSPIRASI juga. Kalaupun mereka berkonspirasi jahat demi bisnis mereka tanpa memikirkan orang lain yang tertindas dan merana, toh tujuan konspirasi mereka tersebut hanya alat KONSPIRASI yang lebih besar lagi.

Lebih lanjut, mereka yang punya ghiroh (semangat) bela Islam yang tinggi, namun minim ilmu syar’i, hobinya ngaji Teori Konspirasi melulu, ngaji Tauhid-Sunnah ogah-ogahan, doyan cocokologi, sibuk kampanye “teori konspirasi” di medsos, sibuk ngorek aib pemimpin untuk dikait-kaitkan dengan konspirasi lalu dijatuhkan; sejatinya mereka korban KONSPIRASI juga.

Alhasil, banyak di antara kita yang berlagak aware terhadap konspirasi, tapi ga sadar, dirinya sudah jadi proksi atau pion KONSPIRASI. Saya kasi contoh sederhana; penganut teori konspirasi yang jadi korban konspirasi, dan si dalang konspirasi ternyata–tanpa sadar–juga korban KONSPIRASI:

Belakangan ini ramai isu konspirasi dibalik jaringan internet super cepat 5G. Kata para pengagum teori konspirasi, 5G memancarkan gelombang yang–katanya–menyebabkan Covid. Mereka begitu meyakini hal ini. Hingga para penipu bisa membaca peluang. Para penipu menjual perangkat mirip flash disk seharga 280 £ (5 jutaan) dan 330 £ (hampir 6 juta). “Dikutip detikINET dari The Verge, Sabtu (30/5/2020) perangkat bernama 5GBioShield itu, diklaim bisa melindungi rumah dari 5G menggunakan teknologi ‘quantum holographic catalyzer’.

Setelah dikulik, rupanya perangkat tersebut memang hanya flash disk dengan kapasitas 128 MB yang telah dipasangi stiker. Tapi, itu tidak menghentikan penggemar teori konspirasi untuk mempromosikannya ke publik.” – https://m.detik.com/inet/cyberlife/d-5034320/perangkat-anti-5g-bodong-beredar-ternyata-cuma-flash-disk.

“Penganut teori konspirasi kena jebakan konspirasi. Si tukang tipu, juga masuk perangkap KONSPIRASI. Dalam artian, ia termakan KONSPIRASI iblis sehingga jadi penipu.”

***

Aneh. Sebagian kita getol dan selalu kepo untuk ngikutin berbagai analisa; “apakah #Covid ini konspirasi global atau bukan”. Tapi seakan lupa, di setiap saat dan tempat, iblis senantiasa ber-KONSPIRASI. Dan kitalah target utamanya. Agar kita tersesat. Menyimpang dari jalan Allah dan Rasul-Nya. (Oya, inilah tipe konspirasi yang saya maksudkan dengan semua kata KONSPIRASI berhuruf kapital di atas).

Nah, karena dalam dunia konspirasi tidak ada lagi yang bisa dipercaya, maka kita kembali kepada al-Quran dan as-Sunnah, pegangan kita yang sudah pasti benar dan terpercaya.

لا يأتيه الباطل من بين يديه ولا من خلفه

Kita simak apa kata al-Quran dan as-Sunnah tentang konspirasi iblis ini:

🍂 Dalam al-Quran, Surat al-Hijr ayat 39, disebutkan bahwa iblis akan menjadikan kejahatan dan keburukan tampak indah. Tujuannya, demi menyesatkan manusia._(1)

🍂 Dalam ayat lain, al-Isra ayat 64, syaithan digambarkan sebagai tukang obral janji namun hakikatnya hanyalah tipu daya._(2)

🍂 Dalam Surat al-Anfal ayat ke-48, dikisahkan bagaimana syaithan menghasung dan memprovokasi pasukan musyrikin untuk menghabisi Rasulullah dan para Sahabat di Badr._(3) Dalam sebuah riwayat dari Ibnu ‘Abbas, disebutkan ketika itu Syaithan menyamar menjadi manusia, dan menyusup ke barisan pasukan musyrikin._(4)

🍂 Di tengah surga kenikmatan, iblis sukses melancarkan tipu daya dan konspirasi demi mengusir Adam dan Hawa dari surga. Iblis bahkan berkamuflase menjadi seorang penasehat bagi Adam. Gila bener konspirasinya._(5)

🍂 Ketika di bumi, lagi-lagi iblis berhasil menjadikan putra Adam, Qaabiil, membunuh saudaranya sendiri, Haabiil._(6)

🍂 Iblis kembali berperan dalam konspirasi paling jahat. Membuat tipu daya pada kaum Nuh ‘alaihissalam untuk membangun patung (monumen) peringatan bagi tokoh-tokoh mereka yang shalih; Wadd, Suwaa’, Yaghuuts, Ya’uuq dan Nasr. Begitu sabar iblis menunggu momen hilangnya orang-orang berilmu, lalu ia menipu orang-orang bodoh untuk menyembah monumen peringatan tersebut. Sehingga terjadilah kesyirikan pertama di muka bumi._(7)

🍂 Iblis juga memiliki banyak pembantu dan kaki tangan dalam menjalankan konspirasinya. Lihatlah tindak tanduk mereka, orang-orang yang sudah mati hatinya dan terpenjara dalam konspirasi iblis dari kalangan kuffar dan munafiqun. Sekalipun di antara mereka ada pertikaian yang hebat, mereka seolah sepakat, seirama, se-iya sekata bersekongkol mewujudkan tujuan iblis. Karena pada hakikatnya mereka hanyalah pion-pion yang dikendalikan iblis tanpa mereka sadari.

Misalkan: Dalam al-Baqarah ayat 217, Allah kabarkan bahwa orang-orang musyrik, kendati mereka punya kekufuran agama yang beragam dan berbeda-beda, mereka punya satu kesamaan; senantiasa memusuhi dan memerangi orang-orang beriman agar murtad dari keimanan mereka._(8) Yahudi dan Nashrani juga sama. Tidak akan rela sampai orang-orang Islam mengikuti agama mereka. Firman Allah yang menegaskan demikian._(9)

**

Demikianlah, sampai kiamat, iblis dan anak buahnya dari kalangan; kuffar, munafiqun, mulhidun, dan mubtadi’un, akan terus berkomplotan menyesatkan anak Adam. Itu sudah jadi sumpah jabatan bagi iblis. Bukan sebuah kebetulan, jika di zaman ini umat Islam dihujani badai fitnah yang bertubi-tubi, fitnah syubhat maupun syahwat, di dunia nyata terlebih lagi maya. Seperti yang pernah diungkapkan oleh Nabi kita:

فتن كقطع الليل المظلم

“…fitnah-fitnah laksana kepingan malam yang gelap”.

“Itu semua adalah KONSPIRASI yang begitu apik, terencana, dan terstruktur untuk satu tujuan; menyesatkan sebanyak mungkin manusia dari jalan Allah.”

🎯 Jadi, bagi yang merasa dunia ini biasa-biasa aja tanpa konspirasi, enjoy happy aja seolah tak ada bahaya yang mengancam, kita katakan: anda harus bangun bung! Dunia ini penuh tipu daya. Saking hebatnya tipu daya dunia, seseorang sampai-sampai merasa tak ada yang mengancam agama dan akhiratnya. Jangan-jangan anda udah jadi pion KONSPIRASI tanpa sadar. Karena udah kadung hanyut dan larut. Ikut serta menyesatkan dan melalaikan manusia dari jalan Allah.

🎯 Kemudian bagi yang ghuluw atau begitu mudah menelan mentah-mentah semua isu tentang teori konspirasi, kita katakan: anda juga harus bangun dari penjara khayal dan imajinasi anda yang sempit..!! Mustahil kebatilan selalu di atas. Tidak mungkin kebatilan selalu menang dan menutupi yang haq. Jangan dihantui pesimisme dan buruk sangka pada Allah. Sehebat apapun makar pembuat makar, takkan berdampak pada hamba Allah yang bertakwa dan sabar.

وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا ۗ إِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ

“…Jika kamu bersabar dan bertakwa, tipu daya mereka tidak akan memudaratkan kamu sedikit pun. Sungguh, Allah Maha Meliputi segala apa yang mereka kerjakan.” (QS. Ali Imran: 120)

🎯 Jangan sampai, anda lebih waspada dan takut pada teori konspirasi yang belum tentu benar, daripada konspirasi iblis yang Allah sebutkan dalam al-Quran begitu nyata mengancam agama dan akhirat seseorang.

🎯 Maka, sibukkan diri dengan ilmu dan amal. Jangan lebih sibuk dengan berita daripada al-Quran. Jangan berkutat dengan “katanya”, dan “katanya”. Selektiflah dalam membaca dan membagi informasi. Dan satu lagi, Facebook, YouTube, dan medsos lainnya, yang Anda jadikan sumber info teori konspirasi, itu semua dikuasai oleh mereka yang Anda sebut-sebut sebagai dalang konspirasi. So, mau percaya yang mana? Kata mereka, atau kata Allah dan Rasul-Nya…??

Bersambung InsyaAllah…


📜 Catatan Kaki

1) Allah berfirman:

قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ

Ia (Iblis) berkata, “Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya.” (QS. Al-Hijr: 39).

2) Firman Allah:

وَاسْتَفْزِزْ مَنِ اسْتَطَعْتَ مِنْهُمْ بِصَوْتِكَ وَأَجْلِبْ عَلَيْهِمْ بِخَيْلِكَ وَرَجِلِكَ وَشَارِكْهُمْ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ وَعِدْهُمْ ۚ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلَّا غُرُورًا

Dan perdayakanlah siapa saja di antara mereka yang engkau (Iblis) sanggup dengan suaramu (yang memukau), kerahkanlah pasukanmu terhadap mereka, yang berkuda dan yang berjalan kaki, dan bersekutulah dengan mereka pada harta dan anak-anak lalu beri janjilah kepada mereka.” Padahal setan itu hanya menjanjikan tipuan belaka kepada mereka. (QS. Al-Isra’: 64).

3) Firman Allah:

وَإِذْ زَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ وَقَالَ لَا غَالِبَ لَكُمُ الْيَوْمَ مِنَ النَّاسِ وَإِنِّي جَارٌ لَكُمْ ۖ فَلَمَّا تَرَاءَتِ الْفِئَتَانِ نَكَصَ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ وَقَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِنْكُمْ إِنِّي أَرَىٰ مَا لَا تَرَوْنَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ ۚ وَاللَّهُ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Dan (ingatlah) ketika setan menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan (dosa) mereka dan mengatakan, “Tidak ada (orang) yang dapat mengalahkan kamu pada hari ini, dan sungguh, aku adalah penolongmu.” Maka ketika kedua pasukan itu telah saling melihat (berhadapan), setan balik ke belakang seraya berkata, “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu; aku dapat melihat apa yang kamu tidak dapat melihat; sesungguhnya aku takut kepada Allah.” Allah sangat keras siksa-Nya. (QS. Al-Anfal: 48).

4) ath-Thabari membawakan riwayat dalam tafsirnya:

فعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ، قَالَ : جَاءَ إِبْلِيسُ يَوْمَ بَدْرٍ فِي جُنْدٍ مِنَ الشَّيَاطِينِ مَعَهُ رَأَيْتُهُ فِي صُورَةِ رَجُلٍ مِنْ بَنِي مُدْلِجٍ فِي صُورَةِ سُرَاقَةَ بْنِ مَالِكِ بْنِ جُعْشُمٍ ، فَقَالَ الشَّيْطَانُ لِلْمُشْرِكِينَ : لاَ غَالِبَ لَكُمُ الْيَوْمَ مِنَ النَّاسِ وَإِنِّي جَارٌ لَكُمْ ، فَلَمَّا اصْطَفَّ النَّاسُ ، أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْضَةً مِنَ التُّرَابِ ، فَرَمَى بِهَا فِي وُجُوهِ الْمُشْرِكِينَ ، فَوَلَّوْا مُدْبِرِينَ . وَأَقْبَلَ جِبْرِيلُ إِلَى إِبْلِيسَ ، فَلَمَّا رَآهُ ، وَكَانَتْ يَدُهُ فِي يَدِ رَجُلٍ مِنَ الْمُشْرِكِينَ ، انْتَزَعَ إِبْلِيسُ يَدَهُ ، فَوَلَّى مُدْبِرًا هُوَ وَشِيعَتُهُ ، فَقَالَ الرَّجُلُ : يَا سُرَاقَةُ تَزْعُمُ أَنَّكَ لَنَا جَارٌ ؟ قَالَ : (إِنِّي أَرَى مَا لاَ تَرَوْنَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ وَاللَّهُ شَدِيدُ الْعِقَابِ) وَذَلِكَ حِينَ رَأَى الْمَلاَئِكَةَ. رواه الطبري في “تفسيره” (13/7) .

Dari Ibnu ‘Abbas, beliau mengisahkan: ‘Pada hari peperangan Badr, iblis datang bersama sekawanan pasukan syaithan. Dia menyamar jadi seorang laki-laki dari Bani Mudlij yaitu Suraaqah bin Maalik bin Ju’syum. Lantas syaithan berkata kepada musyrikin: ‘Tidak ada yang akan mengalahkan kalian hari ini dari kalangan manusia mana pun, sungguh aku adalah tetangga (sekutu) kalian. Maka ketika pasukan berbaris. Rasulullah mengambil segenggam tanah, lantas melemparkannya ke wajah-wajah musyrikin. Maka kocar-kacirlah pasukan musyrikin, lari tunggang langgang. Jibril ‘alihissalam menyasar iblis. Ketika iblis melihatnya, ia segera melepaskan tangannya yang ketika itu sedang berpegangan dengan tangan seorang laki-laki musyrikin. Ia lari tunggang langgang bersama pasukan syaithannya. Lantas laki-laki musyrikin itu berkata: ‘Hei Suraaqah, kamu sudah bilang bahwa kamu adalah sekutu kami’. Iblis yang menyamar jadi Suraaqah itu lantas berkata (disebutkan al-Quran): ‘aku dapat melihat apa yang kamu tidak dapat melihat; sesungguhnya aku takut kepada Allah. Allah sangat keras siksa-Nya’ (QS. 8:48)’. Itu ketika dia sudah melihat pasukan malaikat di perang Badr. [Riwayat ath-Thabari dalam tafsirnya (7/13)]

5) Firman Allah:

فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطَانُ لِيُبْدِيَ لَهُمَا مَا وُورِيَ عَنْهُمَا مِنْ سَوْآتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَٰذِهِ الشَّجَرَةِ إِلَّا أَنْ تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ

Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepada mereka agar menampakkan aurat mereka (yang selama ini) tertutup. Dan (setan) berkata, “Tuhanmu hanya melarang kamu berdua mendekati pohon ini, agar kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga).” (QS. Al-A’raf: 20).

وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ

Dan dia (setan) bersumpah kepada keduanya, “Sesungguhnya aku ini benar-benar termasuk para penasihatmu,” (QS. Al-A’raf: 21).

فَدَلَّاهُمَا بِغُرُورٍ ۚ فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَرَقِ الْجَنَّةِ ۖ وَنَادَاهُمَا رَبُّهُمَا أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَنْ تِلْكُمَا الشَّجَرَةِ وَأَقُلْ لَكُمَا إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُبِينٌ

dia (setan) membujuk mereka dengan tipu daya. Ketika mereka mencicipi (buah) pohon itu, tampaklah oleh mereka auratnya, maka mulailah mereka menutupinya dengan daun-daun surga. Tuhan menyeru mereka, “Bukankah Aku telah melarang kamu dari pohon itu dan Aku telah mengatakan bahwa sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?” (QS. Al-A’raf: 22).

6) Firman Allah:

فَطَوَّعَتْ لَهُ نَفْسُهُ قَتْلَ أَخِيهِ فَقَتَلَهُ فَأَصْبَحَ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Maka nafsu (Qabil) mendorongnya untuk membunuh saudaranya, kemudian dia pun (benar-benar) membunuhnya, maka jadilah dia termasuk orang yang rugi. (QS. Al-Ma’idah: 30).

7) al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya (no. 4920), dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhu:

هذه أسماء رجال صالحين من قوم نوح، فلما هلكوا أوحى الشيطان إلى قومهم: أن أنصبوا إلى مجالسهم التي كانوا يجلسون أنصاباً وسموها بأسمائهم، ففعلوا، فلم تعبد، حتى إذا هلك أولئك ونسخ العلم عبدت

“(Wadd, Suwaa’, Yaghuuts, Ya’uuq dan Nasr) mereka ini adalah nama-nama laki-laki shalih di kalangan kaum Nuh ‘alaihissalam. Setelah mereka wafat. Syaithan datang membisikkan; agar mereka membuat (semacam) patung monumen peringatan di tempat yang biasa mereka tempati, dan agar monumen tersebut diberi nama mereka masing-masing. Kaum Nuh akhirnya mewujudkan bisikan syaithan tersebut. Ketika itu, monumen belum disembah. Namun ketika generasi itu telah tiada dan ilmu (Tauhid warisan Adam) telah punah (dilupakan), maka saat itulah monumen-monumen itu akhirnya disembah.”

8) Firman Allah:

وَلَا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّىٰ يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا ۚ وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَٰئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۖ وَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

“…Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad (keluar) dari agamamu, jika mereka sanggup. Barangsiapa murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah: 217).

9) Firman Allah:

وَلَنْ تَرْضَىٰ عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ ۗ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya).” Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah. (QS. Al-Baqarah: 120).

Wallaahu a’lam bish-shawaab.

Lombok, 12 Syawwal 1441 | 04-06-2020

Oleh:
Abu Ziyan Johan Saputra Halim
(Pimpinan Redaksi Buletin Al Hujjah)

Follow Telegram: t.me/kristaliman

Leave a Comment