ANJURAN BERBUAT IFFAH

ANJURAN BERBUAT IFFAH

Menilik perangai kaum muslimin dewasa ini secara umum, maka iffah merupakan salah satu perangai yang tak lagi semarak bahkan dilalaikan. Maka pada kesempatan ini kita akan bahas tentang iffah, yang merupakan salah satu akhlak luhur nan agung yang selayaknya dimiliki oleh setiap muslim dan tidak dilalaikan.

Fiqh Ringkas Puasa Muharram

Fiqh Ringkas Puasa Muharram

Fadhilah Puasa Muharram dan Asyura Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sebaik-baik puasa setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu bulan Muharram.” [Muslim: 1163] Dalam hadits yang lain, beliau juga bersabda: “Aku berharap puasa Asyura (10 Muharram) bisa menghapus dosa-dosa setahun sebelumnya.” [Muslim: 1162] Namun perlu diperhatikan juga penjelasan para ulama tentang fadhilah terhapusnya dosa selama setahun ini. Karena al-Imam an-Nawawi, menjelaskan dalam kitabnya al-Majmu Syarhul Muhadz-dzab (juz-6): “Bahwa dosa-dosa yang dihapuskan dengan puasa…

10 Terakhir Ramadhan dan Lailatul Qadr

10 Terakhir Ramadhan dan Lailatul Qadr

Tidak terasa bulan Ramadhan yang penuh berkah ini telah memasuki 10 hari terakhir yang seharusnya setiap muslim memanfaatkannya semaksimal mungkin untuk lebih memperbanyak lagi ibadah dan amal shalih, sebagaimana kebiasaan panutan dan junjungan kita Nabi Muhammad-shallallahu ‘alaihi wasallam- seperti yang diceritakan A’isyah: كَانَ النَّبِيُّ- صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ “Nabi-shallallahu ‘alaihi wasallam-bila memasuki sepuluh akhir (dari bulan Ramadhan), beliau mengencangkan sarung, menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya .“…

Berpuasa Ramadhan bersama Al-Qur’an

Berpuasa Ramadhan bersama Al-Qur’an

Ramadhan disamping bulan untuk berpuasa dan qiamullayl diapun merupakan bulannya Al-Qur’an, padanya Allah ‘azza wa jalla turunkan Al-Qur’an dan pada bulan ini pula Rasulullâh shalallahu ‘alaihi wasallam saling memperdengarkan Al-Qur’an bersama Jibril ‘alaihis salaam. عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: «كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ بِالخَيْرِ، وَأَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ، لِأَنَّ جِبْرِيلَ كَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ، حَتَّى يَنْسَلِخَ يَعْرِضُ عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ…

Bersatu dalam Mengawali Puasa & Lebaran

Bersatu dalam Mengawali Puasa & Lebaran

Catatan Pinggir: Kritik untuk Fanatikus Hisab “Bersatu dalam Mengawali Puasa & Lebaran” Polemik mana yang paling benar dalam penentuan awal puasa dan lebaran antara metode ru’yat ataukah hisab sudah berlangsung sejak lama. Anehnya, polemik tersebut terjadi belakangan, bukan di zaman Rasulullâh shallallâhu ‘alaihi wasallam, bukan juga di era Sahabat. Jika demikian, seharusnya hal ini tidak pernah menjadi polemik apalagi perdebatan yang berkepanjangan. Tinggal mencontoh praktek Rasulullâh dan para Sahabatnya, selesai masalah.

Cemburu Karena Allah ta’ala

Cemburu Karena Allah ta’ala

Mengekspresikan rasa cemburu dengan cara-cara yang tidak bertentangan dengan syari’at manakala perkara-perkara haram dikerjakan, merupakan bagian dari agama. Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullâh shalallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda: المُؤْمِنُ يَغَارُ وَاللهُ أَشَدُ غَيْرًا “Seorang mukmin itu pencemburu, dan Allâh lebih-lebih lagi kecemburuan-Nya (tatkala kemaksiatan terjadi-pent).” [HR. Muslim: 2761-pent]

Perayaan Isra’ – Mi’raj dalam Timbangan Historis

Perayaan Isra’ – Mi’raj dalam Timbangan Historis

Sebelum berbicara lebih jauh tentang tradisi perayaan Isra’-Mi’raj, ada baiknya kita sedikit flashback melalui catatan-catatan sejarah yang otentik demi mengetahui kapan sebenarnya peristiwa fenomenal Isra’-Mi’raj ini terjadi. Karena realita yang ada mengungkapkan bahwa para ulama tidak satu kata dalam masalah ini. Kapan tepatnya peristiwa Isra’-Mi’raj terjadi, sungguh telah menjadi perdebatan ilmiah yang sengit di kalangan para sejarawan muslim sejak dulu dari masa ke masa.

Tujuh Syarat Laa Ilaaha Illallah

Tujuh Syarat Laa Ilaaha Illallah

Kalimat لاَ إِلهَ إِلَّا الله merupakan dasar agama Islam dan inti dari seluruh syariat Islam, kalimat ini juga yang sering kita dengar dan ucapkan. Bahkan pada zaman sekarang ini sering kita mendengar sebagian kaum muslimin mengucapkan kalimat tersebut secara spontan tanpa mereka sadari keluar dari lisan mereka. Namun yang sangat disayangkan dan memperihatinkan, kebanyakan dari mereka tidak memahami makna dan kandungan dari kalimat ini, yang kemudian sebagai penyebab mereka melanggar konsekuensi dari kalimat yang agung…

Enam Tanda Cinta yang Tulus pada Nabi

Enam Tanda Cinta yang Tulus pada Nabi

Setiap dakwaan membutuhkan pembuktian sehingga bisa dikatakan jujur, begitu juga dakwaan cinta pada Rasulullâh shalallahu ‘alaihi wasallam, memiliki tanda-tanda yang menunjukkan ketulusan dakwaan cinta tersebut. Keseluruhan tanda-tanda tersebut, setidaknya tercermin dari 6 poin berikut ini: 01 – Mengikuti Sunnah Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam Allah berfirman: قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ “Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha…

1 2 3 4 5 13