Syair Imâm asy-Syâfi’i: “Selamat Tinggal Rasa Malas”

Syair Imâm asy-Syâfi’i: “Selamat Tinggal Rasa Malas”

Imâm asy-Syâfi’i rahimahullâh berkata dalam syairnya: تَصَبَّرْ عَلَى مُرِّ الجَفَا مِنْ مُعَلِّمٍ ** فَإِنَّ رُسُوْبَ الْعِلْمِ فِيْ نَفَرَاتِهِ “Bersabarlah atas pahit getirnya jauh dan asing dari Sang Guru ** Karena bersemayamnya ilmu (di dalam hati-pent), diraih dari talqîn dan penjelasan Sang Guru (maka janganlah berpaling darinya-pent).” فَمَنْ لَمْ يَذُقْ مُرَّ التَعَلُّمِ سَاعَةً ** تَجَرَّعَ ذُلَّ الجَهْلِ طُوْلَ حَياتِهِ “Barangsiapa belum pernah merasakan pahitnya menuntut ilmu walau sesaat ** Ia kan menelan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.”…

Tentang Takdir Ilahi

Tentang Takdir Ilahi

Keyakinan pada takdir Allāh adalah salah satu rukun iman di antara rukun-rukun iman (arkān al-īmān) yang enam. Seseorang belumlah dikatakan beriman jika tidak mengimani takdir Allāh, sekalipun dia meyakini kelima rukun iman yang lain. Bahkan segenap amal salatnya, puasanya, hajinya, sedekahnya, dan seluruh amal ibadahnya, tidak akan diterima oleh Allāh jika dia belum beriman pada takdir dengan keimanan yang benar. ‘Abdullāh bin ‘Umar, putra ‘Umar bin al-Khaṭṭāb raḍiallāhu’anhuma, pernah berkata tentang sekelompok orang yang mengingkari…

Syair Imam Syafi’i: “Merantau Demi Ilmu dan Kemuliaan”

Syair Imam Syafi’i: “Merantau Demi Ilmu dan Kemuliaan”

Al-Imam asy-Syafi’i berkata dalam syairnya: ما في المُقامِ لذي عقلٍ وذي أدبٍ مِنْ رَاحَة ٍ فَدعِ الأَوْطَانَ واغْتَرِب “Berdiam diri, stagnan, dan menetap di tempat mukim, sejatinya bukanlah peristirahatan bagi mereka pemilik akal dan adab, maka berkelanalah, tinggalkan negerimu (demi menuntut ilmu dan kemuliaan) سافرْ تجد عوضاً عمَّن تفارقهُ وانْصَبْ فَإنَّ لَذِيذَ الْعَيْشِ فِي النَّصَبِ Safarlah, engkau akan menemukan pengganti orang-orang yang engkau tinggalkan. Berpeluhlah engkau dalam usaha dan upaya, karena lezatnya kehidupan baru terasa…

Syair Imam Syafi’i: “Biarkan Waktu Berbuat Semaunya”

Syair Imam Syafi’i: “Biarkan Waktu Berbuat Semaunya”

Catatan Penting: Syair-syair Imam Syâfi’i berikut ini saya terjemahkan secara bebas. Tujuan utamanya adalah menyampaikan makna dan pesan-pesan positif yang dibawanya agar semudah mungkin sampai pada pemahaman pembaca. Jadi terjemahan yang Anda baca, tidak sepenuhnya—bahkan pada bagian tertentu sama sekali tidak—mewakili makna-makna akar setiap kosakata Arab secara bahasa. Ini penting untuk dicatat, agar tidak menjadikan terjemahan ini sebagai sandaran dalam memaknai kata perkata yang dituliskan oleh penyair. Al-Imâm asy-Syâfi’i rahimahullâh (wafat: 204-H) bersyair: دَعِ الأَيَّامَ…

Satu Kejahatan Hanya Berbuah Satu Dosa, Tapi….

Satu Kejahatan Hanya Berbuah Satu Dosa, Tapi….

Normalnya, 1 Kebaikan = 10 Pahala Atau Lebih & 1 Maksiat = 1 Dosa Banyak dalil yang secara tegas menerangkan bahwa amalan-amalan kebajikan akan dilipatgandakan pahala dan ganjarannya. Bicara kuantitas, adalah dengan digandakannya pahala kebajikan, yang tadinya menjadi 2, 3, 7, sampai 10 kali lipat lebih besar, bahkan sampai 700 kali lipat atau sampai tidak terhingga, tergantung pada banyak faktor. Berbeda halnya dengan dosa maksiat. Bertolak dari sifat Rahîm dan Rahmat-Nya, Allâh hanya akan membalas…

3 JENIS GANJARAN ALLAH BAGI HAMBANYA

3 JENIS GANJARAN ALLAH BAGI HAMBANYA

Seorang hamba akan diberi ganjaran untuknya pada tiga hal: 1. Perbuatan yang dia lakukan sendiri 2. Amal perbuatan yang mulai dilakukannya namun dia terpaksa tidak bisa melanjutkannya, akan tetap dinilai sempurna oleh Allah Azza wa Jalla. 3. Juga akan dituliskan untuknya pengaruh yang timbul dari amal perbuatannya tersebut Tiga hal ini termasuk di antara karunia Allâh Azza wa Jalla kepada para hamba-Nya, juga termasuk bukti betapa rahmat Allâh itu sangat luas. Ketiga hal tersebut di…

MEMBANGUNKAN UMMAT YANG TERTIDUR

MEMBANGUNKAN UMMAT YANG TERTIDUR

Saat ini kaum muslimin di berbagai belahan dunia, benar-benar dalam kondisi memilukan. Di berbagai negeri kita ditindas, terfitnah, tertimpa berbagai musibah dan bala’. Orang-orang kafir begitu berani menggerayangi kita umat Islam, membantai kita, merampas hak milik kita, mencabik-cabik kehormatan putra-putri kita, bahkan menjadikan banyak saudara-saudara kita mengungsi meninggalkan tanah air mereka.

1 15 16 17 18 19 22