TELADAN AKHLAK & TAWADHU DARI PARA ULAMA

TELADAN AKHLAK & TAWADHU DARI PARA ULAMA

Simak Percakapan Telepon yang Terekam: Ketika al-Imam al-Albani -rahimahullah- Menawarkan Diri untuk Mengantar Muridnya Menuju Bandara     al-Abani: “Ada yang mengantarmu? Jika tidak, aku siap”. Murid: “Nggak, nggak Syaikh. Saya bisa sendiri InsyaAllah. Temen-temen bantu memudahkan bi-idznillaah” ….. al-Albani: “Bener mereka akan bantu ngantar kamu?! Mereka janjikan itu? … Pokoknya aku tegaskan lagi yah; jika kamu kelabakan (untuk ke bandara), maka aku siap ngantar. Aku bertaqarrub kepada Allah untuk berkhidmad membantu penuntut ilmu sepertimu”……

JANGAN…!! JANGAN UCAPKAN SELAMAT…!!

JANGAN…!! JANGAN UCAPKAN SELAMAT…!!

Lisan memuji ilahi. Lisan itu pula yang mencela-Nya. Lisan berucap “Laa-ilaaha illallaah”. Lisan itu pula yang menodai kesuciannya. Mengaku cinta pada-Nya. Namun justru mengundang kemarahan-Nya. Perintah tak dihirau, larangan diterjang tanpa ragu. *** Allah murka disamakan dengan makhluk. Kita justru menyamakan-Nya dengan makhluk. Makhluk butuh pasangan bukan? Butuh anak sebagai pewaris, ya kan? Lantas sebagian makhluk-Nya mengatakan Allah punya anak. Berarti Allah butuh anak, butuh pasangan..!! Apa namanya ini kalau bukan menyamakan Allah dengan makhluk…??…

MENYUCIKAN JIWA DENGAN TAUHID, ITTIBA’ DAN DO’A

MENYUCIKAN JIWA DENGAN TAUHID, ITTIBA’ DAN DO’A

Allah Ta’ala bersumpah dengan matahari, dengan sinarnya yang terang benderang di waktu Dhuha. Allah juga bersumpah demi bulan. Allah bersumpah demi waktu siang yang menerangi bumi. Allah bersumpah demi malam yang menyelimuti bumi dengan kegelapan. Allah bersumpah demi langit dan penciptaannya yang begitu menakjubkan. Allah bersumpah demi bumi dan bagaimana dia dibentangkan. Allah juga bersumpah demi jiwa dan proses penyempurnaan penciptaannya, di jiwa tersebut kemudian Allah Ta’ala mengilhamkan jalan kebaikan dan jalan keburukan.

BAHAYA LATEN LALAI

BAHAYA LATEN LALAI

BAHAYA LATEN LALAI Tatkala gemerlap dunia kian indah dan menghanyutkan, manusia semakin lupa akan hari kematian apalagi memperbanyak bekal untuk hari kebangkitan. Mall dan tempat hiburan jadi pilihan, masjid-masjid dan majelis ta’lim ditinggalkan. Hp dan berita jadi konsumsi harian sementara membaca al Qur’an hanya musiman. Ya…kita hidup di zaman yang sangat melalaikan sehingga mati menjadi suatu kebencian dan akhirat makin dilalaikan.

INDAHNYA AKHLAK MULIA

INDAHNYA AKHLAK MULIA

INDAHNYA AKHLAK MULIA Akhlaqul Karimah adalah bentuk imtitsaal atau ketaatan terhadap perintah Allah dan Rasul-Nya. Akhlaqul Karimah adalah wujud konkrit menjadikan Nabi sebagai qudwah (teladan). Seseorang yang berakhlak mulia setiap saat senantiasa dalam keadaan beribadah kepada Allah. Sebagaimana kita bertaqarrub kepada Allah dengan ibadah shalat, puasa, dan lain-lain, maka kita juga termasuk bertaqarrub kepada Allah dengan Akhlaqul Karimah. Akhlak yang mulia butuh waktu yang panjang, sehingga waktu atau kesempatan untuk bertaqarrub dengan Akhlaqul Karimah juga…

INDAHNYA TAUBAT

INDAHNYA TAUBAT

(Sebuah Renungan…) Inilah kisah nyata yang seakan terlupakan. Kisah yang hanya diungkap oleh al-Quran. Pena-pena pendongeng dan novelis tak pernah menuliskannya. Inilah kisah antara para hamba dan Pencipta mereka. Kisah antara kita dan Allah, Sang Pencipta. Kisah tentang welas asih ar-Rahman, Yang Maha Penyayang, terhadap para hamba yang zalim lagi durhaka.

Tanggapan atas Ust. Abdul Somad hafizhahullah (Bag. 2)

Tanggapan atas Ust. Abdul Somad hafizhahullah  (Bag. 2)

Antara Ust. Abdul Somad, MA., Mu’tazilah, & Imam Abul Hasan al-Asy’ary (pro Nabi, Sahabat, serta Imam-Imam Salaf)   *** MUKADDIMAH Keyakinan bahwa Allah itu Maha Tinggi dan berada di atas, sejatinya merupakan keyakinan yang telah terpatri dalam fitrah kaum muslimin secara umum. Ungkapan-ungkapan mereka yang biasa kita dengar semisal; “Kita serahkan pada Yang di Atas”…, “Kalau Yang di Atas telah berkehendak”…., dan lain-lain yang semisal,

1 2 3 5