Wasiat Terakhir Imam Syafi’i Rahimahullah

Wasiat Terakhir Imam Syafi’i Rahimahullah

Diriwayatkan dari Imam al-Muzanniy (murid terdekat Imam asy-Syafi’i), dia bertutur: “Aku membesuk asy-Syafi’i ketika beliau ditimpa sakit yang mengantarkannya pada ajal. Aku pun berkata padanya: ‘Bagaimana keadaanmu wahai guru?’ Beliau menjawab: ‘Keadaanku layaknya seseorang yang akan pergi meninggalkan dunia, yang segera akan berpisah dengan saudara, yang sejenak lagi akan meneguk gelas kematian, yang akan bertemu dengan buruknya amalku, yang akan menghadap Allah. Aku tak tahu, apakah ruhku akan terbang melayang menuju surga, hingga aku pantas…

Syair Imam Syafi’i: “Merantau Demi Ilmu dan Kemuliaan”

Syair Imam Syafi’i: “Merantau Demi Ilmu dan Kemuliaan”

Al-Imam asy-Syafi’i berkata dalam syairnya: ما في المُقامِ لذي عقلٍ وذي أدبٍ مِنْ رَاحَة ٍ فَدعِ الأَوْطَانَ واغْتَرِب “Berdiam diri, stagnan, dan menetap di tempat mukim, sejatinya bukanlah peristirahatan bagi mereka pemilik akal dan adab, maka berkelanalah, tinggalkan negerimu (demi menuntut ilmu dan kemuliaan) سافرْ تجد عوضاً عمَّن تفارقهُ وانْصَبْ فَإنَّ لَذِيذَ الْعَيْشِ فِي النَّصَبِ Safarlah, engkau akan menemukan pengganti orang-orang yang engkau tinggalkan. Berpeluhlah engkau dalam usaha dan upaya, karena lezatnya kehidupan baru terasa…

Syair Imam Syafi’i: “Biarkan Waktu Berbuat Semaunya”

Syair Imam Syafi’i: “Biarkan Waktu Berbuat Semaunya”

Catatan Penting: Syair-syair Imam Syâfi’i berikut ini saya terjemahkan secara bebas. Tujuan utamanya adalah menyampaikan makna dan pesan-pesan positif yang dibawanya agar semudah mungkin sampai pada pemahaman pembaca. Jadi terjemahan yang Anda baca, tidak sepenuhnya—bahkan pada bagian tertentu sama sekali tidak—mewakili makna-makna akar setiap kosakata Arab secara bahasa. Ini penting untuk dicatat, agar tidak menjadikan terjemahan ini sebagai sandaran dalam memaknai kata perkata yang dituliskan oleh penyair. Al-Imâm asy-Syâfi’i rahimahullâh (wafat: 204-H) bersyair: دَعِ الأَيَّامَ…

MUSIBAH DAN SOLUSINYA

MUSIBAH DAN SOLUSINYA

Tidak ada seorangpun di muka bumi ini melainkan pasti akan mendapatkan ujian dari Allah subhanhu wa ta’ala. Lebih-lebih orang shalih dan para auliya’ullah (para kekasih Allah subhanhu wa ta’ala). Allah subhanhu wa ta’ala berfirman: إِنَّ اللهَ إِذَا أَحَبَّ قَومًا اِبْتَلَاهُمْ فَمَنْ َرضِيَ فَلَهُ الرِّضَى وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ “Sesungguhnya Allah  apabila ia mencintai suatu kaum maka ia akan memberinya ujian, maka barang siapa yang ridha maka ia akan mendapat ridha Allah  dan barang siapa yang…

3 JENIS GANJARAN ALLAH BAGI HAMBANYA

3 JENIS GANJARAN ALLAH BAGI HAMBANYA

Seorang hamba akan diberi ganjaran untuknya pada tiga hal: 1. Perbuatan yang dia lakukan sendiri 2. Amal perbuatan yang mulai dilakukannya namun dia terpaksa tidak bisa melanjutkannya, akan tetap dinilai sempurna oleh Allah Azza wa Jalla. 3. Juga akan dituliskan untuknya pengaruh yang timbul dari amal perbuatannya tersebut Tiga hal ini termasuk di antara karunia Allâh Azza wa Jalla kepada para hamba-Nya, juga termasuk bukti betapa rahmat Allâh itu sangat luas. Ketiga hal tersebut di…

SIKAP KEPADA PEMIMPIN

SIKAP KEPADA PEMIMPIN

Tidak ada satupun perintah di dalam al-Qur’an dan Hadits melainkan akan mendatangkan kebaikan. Termasuk perintah untuk menunaikan hak-hak penguasa atau pemerintah di negeri-negeri kaum muslimin. Hak-hak penguasa tersebut adalah kewajiban yang harus ditunaikan oleh semua orang yang berada di bawah pemerintahannya agar tercapai kebaikan yang dikehendaki oleh Dzat yang Maha mengetahui segala sesuatu.

KIAT MERAIH RIZKI YANG BERKAH

KIAT MERAIH RIZKI YANG BERKAH

Allah subhanahu wata’la berfirman: إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ “Sesungguhnya Dialah Allah yang maha Pemberi rizki, memiliki kekuatan lagi perkasa.” (Qs: Adzzariat:58) Dialah Allah yang memberikan rizki serta menjaminnya untuk semua makhluk, semua manusia yang dilahirkan di dunia ini, dilahirkan bersama rizkinya, bahkan rizki setiap orang telah ditetapkam oleh Allah sebelum ia lahir ke dunia, sebagaimana penjelasan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di dalam haditsnya (Artinya): “kemudian diutus malaikat kepadanya (janin) kemudian (malaikat) diperintahkan…

1 2 3 4