Tahun Baru Hijriah Momentum Al-Wala’ wal Bara’

Buletin Al-Hujjah Vol: 02-IX/Muharram-1429H/Jan-08 

Al-Wala’ berarti cinta dan loyalitas terhadap ke-Islaman, terhadap segala sesuatu yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya, berupa keimanan, orang-orang beriman, syi’ar-syi’ar Iman dan Islam yang shahih, dll.

Al-Bara’ mengandung makna benci dan berlepas diri dari apa-apa yang dibenci oleh Allah dan Rasul-Nya berupa kesyirikan, orang-orang musyrik, syi’ar-syi’ar kesyirikan, kemaksiatan, kebid’ahan, dll.

Pergantian tahun baru Hijriah setiap 1 Muharram, seharusnya menjadi ajang pembelajaran bagi kita akan aqidah al-Wala’ al-Bara’.

Keutamaan Islam dan Keindahannya

Buletin Al-Hujjah Vol: 01-IX/Dzulhijjah-1428H/Jan-08 

Islam adalah agama yang memiliki banyak keutamaan yang agung dan membuahkan hal-hal yang terpuji dan hasil-hasil yang mulia. Di antara keutamaan dan keindahan Islam adalah:

[1]. Islam menghapus seluruh dosa dan kesalahan bagi orang kafir yang masuk Islam.

Dalilnya adalah firman Allah ‘Azza wa Jalla.

قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ يَنْتَهُوا يُغْفَرْ لَهُمْ مَا قَدْ سَلَفَ وَإِنْ يَعُودُوا فَقَدْ مَضَتْ سُنَّةُ الأوَّلِينَ

“Katakanlah kepada orang-orang kafir itu, ‘Jika mereka berhenti (dari kekafiran-nya), niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang telah lalu; dan jika mereka kembali lagi (memerangi Nabi), sungguh akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah terhadap) orang-orang terdahulu (dibinasakan).” [Al-Anfaal: 38]

Shahabat ‘Amr bin al-‘Ash radhiallaahu ‘anhu yang menceritakan kisahnya ketika masuk Islam, beliau radhiallaahu ‘anhu berkata, “Ketika Allah menjadikan Islam dalam hatiku, aku mendatangi Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam, dan aku berkata, ‘Bentangkanlah tanganmu, aku akan berbai’at kepadamu.’ Maka Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam membentangkan tangan kanannya. Dia (‘Amr bin al-‘Ash radhiallaahu ‘anhu) berkata, ‘Maka aku tahan tanganku (tidak menjabat tangan Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam).’ Maka Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bertanya, ‘Ada apa wahai ‘Amr?’ Dia berkata, ‘Aku ingin me-minta syarat!’ Maka, Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bertanya, ‘Apakah syaratmu?’ Maka aku berkata, ‘Agar aku diampuni.’ Maka Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam berkata, ‘Apakah engkau belum tahu bahwa sesungguhnya Islam itu menghapus dosa-dosa yang dilakukan sebelumnya, hijrah itu menghapus dosa-dosa sebelumnya, dan haji itu menghapus dosa-dosa sebelumnya?’” [Shahih Muslim, no. 121]

1 6 7 8