BERQURBAN UNTUK SELAIN ALLAH

BERQURBAN UNTUK SELAIN ALLAH

Menyembelih hewan merupakan ibadah yang dipersembahkan hanya kepada Allah Sesungguhnya menyembelih hewan baik untuk dijadikan sebagai sembelihan biasa atau untuk dijadikan hewan qurban dia merupakan bagian dari ibadah yang telah Allah perintahkan kepada baginda Rasulallah shallallahu `alaihi wa sallam dalam firman-Nya: فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” [Q.S, Al-Kautsar: 2] Ayat yang mulia ini sekalipun merupakan perintah untuk Nabi shallallahu `alaihi wa sallam namun hukumnya bersifat umum yang berlaku juga bagi…

BERIBADAH DI KUBURAN ORANG SHALEH

BERIBADAH DI KUBURAN ORANG SHALEH

Memuliakan orang-orang yang dikenal alim dan shalih oleh masyarakat adalah pemandangan yang umum kita temukan. Bahkan setelah meninggal, kuburan mereka banyak diziarahi. Dan tidak jarang umat Islam melakukan perjalanan jauh untuk sekedar ziarah ataupun untuk melakukan ibadah shalat, mengaji (membaca al-Qur`an), berdoa, thawaf, menyembelih, nazar dan lain sebagainya. Namun sayang tidak semua ibadah yang disebutkan di atas disyariatkan untuk dilakukan di kuburan.

FIQIH RINGKAS ‘IDUL FITHRI

1. Sunnah sebelum berangkat shalat Ied Dari Anas bin Malik, dia berkata: “Rasulullah tidak berangkat (ketempat shalat) pada hari raya ‘Idul Fitri sampai beliau memakan beberapa buah kurma terlebih dahulu.” [HR. Al-Bukhari (953)]. Dari Nafi’, bahwasanya Abdullah bin Umar biasa mandi pada hari raya ‘Iedul Fithri sebelum berangkat ke tempat pelaksanaan shalat. [HR Malik (I/77), shahih]. Nabi r juga mengenakan pakaian yang terbaik dan paling indah untuk shalat Ied. [Zaadul Ma’ad:  I/ 441] 2. Berangkat ke tempat shalat (tanah lapang) Dari Abu Sa’id al-Khudri, dia berkata: “Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam biasa berangkat pada hari raya ‘Iedul Fithri dan ‘Iedul Adh-ha ke tanah lapang, maka yang pertama kali beliau mulai adalah shalat.” [HR. Al-Bukhari ( 956) dan Muslim (889)]. 3. Berangkat shalat dari satu jalan dan pulang melalui jalan lain dengan  berjalan kaki. Dari Jabir, dia berkata ; “Jika hari raya ‘Ied tiba, Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam biasa mengambil jalan lain (ketika berangkat dan pulang).” [HR. Al-Bukhari (986)]. 4. Takbir pada hari raya ‘Ied Telah diriwayatkan bahwasanya Nabi r biasa berangkat menunaikan shalat pada hari raya ‘Ied, lalu beliau bertakbir hingga tiba di tempat pelaksanaan shalat, bahkan hingga shalat akan dilaksanakan. Kemudian, jika shalat akan dilaksanakan beliau pun menghentikan bacaan takbir. Perlu diingat bahwa tidaklah disyari’atkan bertakbir secara bersama-sama dengan satu suara (koor) sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian orang. Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud beliau bertakbir mengucapkan ; الله أكبر،الله أكبر، لا إله إلا الله والله أكبر الله أكبر ولله الحمد Diriwayakan dari Ibnu Abbas beliau bertakbir mengucapkan ; الله أكبر الله أكبر،الله أكبر و لله الحمد، والله أكبر الله وأجل،الله أكبر على ما هدانا. 5. Apakah ada shalat sebelum atau setelah shalat ‘Ied ? Ibnu Abbas berkata ; “Bahwasanya Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam   mengerjakan shalat dua raka’at pada hari raya dan tidak mengerjakan shalat lainnya sebelum maupun sesudahnya.” [HR. Al-Bukhari (989)]. 6. Hukum shalat ‘Ied Shalat ‘ied hukumnya wajib bagi setiap individu muslim (fardhu ‘ain). Ini juga merupakan salah satu pendapat Imam Asy-Syafi’i. 7. Waktu shalat ‘Ied Ibnu Qayyim berkata: “Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam biasa mengakhirkan shalat ‘Iedul Fithri dan menyegerakan shalat ‘Iedul Adh-ha…” Di antara hikmahnya adalah agar mereka yang belum menunaikan zakat, punya kesempatan untuk menunaikannya sebelum solat ‘ied ditegakkan -red. 8. Tidak ada adzan dan iqamat pada shalat ‘Ied Dari Jabir bin Samuroh, dia berkata: “Aku pernah mengerjakan shalat ‘Iedul Fithri dan ‘Iedul Adh-ha bersama Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam tidak hanya sekali atau dua kali, tanpa menggunakan azan dan iqamat.” [HR. Muslim (887)]….

FIQIH RAMADHAN – 1/2

FIQIH RAMADHAN – 1/2

QADHA’ PUASA 1.     Kewajiban mengqhada’ puasa bersifat fleksibel dan penuh keleluasaan, walaupun menyegerakannya lebih baik daripada menunda. 2.     Tidak wajib mengqhada’ secara berurutan dan berkesinambungan. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: ﴿فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَر… ﴾ “…Maka berpuasalah pada hari-hari yang lain….” (QS. Al-Baqarah: 185) 3.     Orang yang meninggal dunia dan memiliki tanggungan puasa maka walinya menanggung fidyah, dengan memberi makan kepada satu orang miskin sebagai pengganti setiap satu hari puasa yang terluputkan (misal:…

Amalan Sya’ban

Amalan Sya’ban

Tidak terasa bulan Sya’ban telah kembali mendatangi kaum muslimin, bulan yang memiliki keutamaan, terletak antara Rajab dan Ramadhan, bulan yang diistimewakan oleh Rasulullah dengan memperbanyak puasa, bulan yang menyita perhatian para salafus shalih dengan mengisinya untuk melakukan berbagai ibadah dan amal shalih sebagai persiapan untuk menyonsong bulan suci Ramadhan. Berikut beberapa amal ibadah yang biasa dilakukan Rasulullah dan as-Salaf as-Shalih di bulan Ini: 1.Memperbanyak Puasa Rasulullah memperbanyak puasa pada bulan ini tidak seperti beliau berpuasa…

Wanita di Mata Islam

Wanita di Mata Islam

Peringatan Hari Kartini setiap tahun, sering kali dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab untuk tujuan-tujuan yang tidak bertanggungjawab pula. Hari Kartini mereka manfaatkan untuk mengkampanyekan “kebebasan bagi wanita”, bahkan dalam semua sisi kehidupan. Yang mereka maksudkan dengan istilah “bebas” adalah bebas menjadi apa saja, bebas melakukan apa saja, sekalipun itu terlarang di mata agama. Mendompleng semangat perjuangan seorang Kartini, mereka menentang syari’at Allah yang mereka anggap sebagai pengekangan dan pemasungan terhadap kebebasan wanita. Mereka menolak…

Keutamaan Menuntut Ilmu dan Adab-adabnya

Keutamaan Menuntut Ilmu dan Adab-adabnya

Menuntut ilmu agama adalah kewajiban setiap muslim & muslimah, karena Allah telah memerintahkan untuk berilmu sebelum berbicara dan berbuat. Allah ta’ala berfirman: (Artinya): “Maka ketahuilah (ilmuilah)! Bahwasanya tidak ada Ilah (tuhan yang berhak untuk disembah dengan benar) kecuali Allah dan mohonlah ampunan terhadap dosa-dosamu ….” . (QS. Muhammad: 19) Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam dengan redaksi yang jelas beliau telah memerintahkan ummat untuk menuntut ilmu : طَلَبُ العِلمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسلِمٍ “Menuntut ilmu…

Sukseskah Kita Saat Ramadhan? (Ciri Maqbulnya Amal & Puasa Syawwal)

Sukseskah Kita Saat Ramadhan? (Ciri Maqbulnya Amal & Puasa Syawwal)

Apa Setelah Ramadhan? Jangan pernah menganggap; Ramadhân sebatas “festival ibadah” musiman atau “ajang mujâhadah” tahunan, yang berawal saat rembulan Sya’ban berlalu dan berakhir dengan terbitnya rembulan Syawwâl. Apa yang tadi malam kita anggap sebagai akhir, sejatinya adalah awal. Apa yang saat ini kita anggap sebagai hari kemenangan, pada hakikatnya adalah babak baru perjuangan. Ya, tantangan sesungguhnya adalah pada hari-hari ke depan, dimulai hari ini. Benar, pertempuran sebenarnya melawan syaitan dan hawa nafsu jiwa adalah pada…

10 Terakhir Ramadhan dan Lailatul Qadr

10 Terakhir Ramadhan dan Lailatul Qadr

Tidak terasa bulan Ramadhan yang penuh berkah ini telah memasuki 10 hari terakhir yang seharusnya setiap muslim memanfaatkannya semaksimal mungkin untuk lebih memperbanyak lagi ibadah dan amal shalih, sebagaimana kebiasaan panutan dan junjungan kita Nabi Muhammad-shallallahu ‘alaihi wasallam- seperti yang diceritakan A’isyah: كَانَ النَّبِيُّ- صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ “Nabi-shallallahu ‘alaihi wasallam-bila memasuki sepuluh akhir (dari bulan Ramadhan), beliau mengencangkan sarung, menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya .“…

5 Kelembutan Ilahi dibalik ungkapan “puasa itu Untuk-Ku”

5 Kelembutan Ilahi dibalik ungkapan “puasa itu Untuk-Ku”

Sobat, mari sejenak ber-tafakkur tentang keagungan ibadah puasa. Ketika Allâh subhanahuwata’ala berfirman dalam sebuah hadits rabbâni (hadits qudsi): كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ “Seluruh amalan anak Adam untuk mereka sendiri, kecuali puasa. Sungguh, ibadah puasa itu untuk-Ku. Akulah yang langsung akan memberikan imbalannya. Puasa adalah perisai.” [Shahïh al-Bukhâri: 1904] Apa yang terlintas dalam hati kecil Anda saat membaca ungkapan “puasa adalah untuk-Ku”? Sementara literatur ilmiah periwayatan…

1 12 13 14 15 16 19