Amalan Sya’ban

Amalan Sya’ban

Tidak terasa bulan Sya’ban telah kembali mendatangi kaum muslimin, bulan yang memiliki keutamaan, terletak antara Rajab dan Ramadhan, bulan yang diistimewakan oleh Rasulullah dengan memperbanyak puasa, bulan yang menyita perhatian para salafus shalih dengan mengisinya untuk melakukan berbagai ibadah dan amal shalih sebagai persiapan untuk menyonsong bulan suci Ramadhan. Berikut beberapa amal ibadah yang biasa dilakukan Rasulullah dan as-Salaf as-Shalih di bulan Ini: 1.Memperbanyak Puasa Rasulullah memperbanyak puasa pada bulan ini tidak seperti beliau berpuasa…

Wanita di Mata Islam

Wanita di Mata Islam

Peringatan Hari Kartini setiap tahun, sering kali dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab untuk tujuan-tujuan yang tidak bertanggungjawab pula. Hari Kartini mereka manfaatkan untuk mengkampanyekan “kebebasan bagi wanita”, bahkan dalam semua sisi kehidupan. Yang mereka maksudkan dengan istilah “bebas” adalah bebas menjadi apa saja, bebas melakukan apa saja, sekalipun itu terlarang di mata agama. Mendompleng semangat perjuangan seorang Kartini, mereka menentang syari’at Allah yang mereka anggap sebagai pengekangan dan pemasungan terhadap kebebasan wanita. Mereka menolak…

Keutamaan Menuntut Ilmu dan Adab-adabnya

Keutamaan Menuntut Ilmu dan Adab-adabnya

Menuntut ilmu agama adalah kewajiban setiap muslim & muslimah, karena Allah telah memerintahkan untuk berilmu sebelum berbicara dan berbuat. Allah ta’ala berfirman: (Artinya): “Maka ketahuilah (ilmuilah)! Bahwasanya tidak ada Ilah (tuhan yang berhak untuk disembah dengan benar) kecuali Allah dan mohonlah ampunan terhadap dosa-dosamu ….” . (QS. Muhammad: 19) Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam dengan redaksi yang jelas beliau telah memerintahkan ummat untuk menuntut ilmu : طَلَبُ العِلمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسلِمٍ “Menuntut ilmu…

Sukseskah Kita Saat Ramadhan? (Ciri Maqbulnya Amal & Puasa Syawwal)

Sukseskah Kita Saat Ramadhan? (Ciri Maqbulnya Amal & Puasa Syawwal)

Apa Setelah Ramadhan? Jangan pernah menganggap; Ramadhân sebatas “festival ibadah” musiman atau “ajang mujâhadah” tahunan, yang berawal saat rembulan Sya’ban berlalu dan berakhir dengan terbitnya rembulan Syawwâl. Apa yang tadi malam kita anggap sebagai akhir, sejatinya adalah awal. Apa yang saat ini kita anggap sebagai hari kemenangan, pada hakikatnya adalah babak baru perjuangan. Ya, tantangan sesungguhnya adalah pada hari-hari ke depan, dimulai hari ini. Benar, pertempuran sebenarnya melawan syaitan dan hawa nafsu jiwa adalah pada…

10 Terakhir Ramadhan dan Lailatul Qadr

10 Terakhir Ramadhan dan Lailatul Qadr

Tidak terasa bulan Ramadhan yang penuh berkah ini telah memasuki 10 hari terakhir yang seharusnya setiap muslim memanfaatkannya semaksimal mungkin untuk lebih memperbanyak lagi ibadah dan amal shalih, sebagaimana kebiasaan panutan dan junjungan kita Nabi Muhammad-shallallahu ‘alaihi wasallam- seperti yang diceritakan A’isyah: كَانَ النَّبِيُّ- صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ “Nabi-shallallahu ‘alaihi wasallam-bila memasuki sepuluh akhir (dari bulan Ramadhan), beliau mengencangkan sarung, menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya .“…

5 Kelembutan Ilahi dibalik ungkapan “puasa itu Untuk-Ku”

5 Kelembutan Ilahi dibalik ungkapan “puasa itu Untuk-Ku”

Sobat, mari sejenak ber-tafakkur tentang keagungan ibadah puasa. Ketika Allâh subhanahuwata’ala berfirman dalam sebuah hadits rabbâni (hadits qudsi): كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ “Seluruh amalan anak Adam untuk mereka sendiri, kecuali puasa. Sungguh, ibadah puasa itu untuk-Ku. Akulah yang langsung akan memberikan imbalannya. Puasa adalah perisai.” [Shahïh al-Bukhâri: 1904] Apa yang terlintas dalam hati kecil Anda saat membaca ungkapan “puasa adalah untuk-Ku”? Sementara literatur ilmiah periwayatan…

Berpuasa Ramadhan bersama Al-Qur’an

Berpuasa Ramadhan bersama Al-Qur’an

Ramadhan disamping bulan untuk berpuasa dan qiamullayl diapun merupakan bulannya Al-Qur’an, padanya Allah ‘azza wa jalla turunkan Al-Qur’an dan pada bulan ini pula Rasulullâh shalallahu ‘alaihi wasallam saling memperdengarkan Al-Qur’an bersama Jibril ‘alaihis salaam. عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: «كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ بِالخَيْرِ، وَأَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ، لِأَنَّ جِبْرِيلَ كَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ، حَتَّى يَنْسَلِخَ يَعْرِضُ عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ…

Bersatu dalam Mengawali Puasa & Lebaran

Bersatu dalam Mengawali Puasa & Lebaran

Catatan Pinggir: Kritik untuk Fanatikus Hisab “Bersatu dalam Mengawali Puasa & Lebaran” Polemik mana yang paling benar dalam penentuan awal puasa dan lebaran antara metode ru’yat ataukah hisab sudah berlangsung sejak lama. Anehnya, polemik tersebut terjadi belakangan, bukan di zaman Rasulullâh shallallâhu ‘alaihi wasallam, bukan juga di era Sahabat. Jika demikian, seharusnya hal ini tidak pernah menjadi polemik apalagi perdebatan yang berkepanjangan. Tinggal mencontoh praktek Rasulullâh dan para Sahabatnya, selesai masalah.

Cemburu Karena Allah ta’ala

Cemburu Karena Allah ta’ala

Mengekspresikan rasa cemburu dengan cara-cara yang tidak bertentangan dengan syari’at manakala perkara-perkara haram dikerjakan, merupakan bagian dari agama. Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullâh shalallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda: المُؤْمِنُ يَغَارُ وَاللهُ أَشَدُ غَيْرًا “Seorang mukmin itu pencemburu, dan Allâh lebih-lebih lagi kecemburuan-Nya (tatkala kemaksiatan terjadi-pent).” [HR. Muslim: 2761-pent]

Tujuh Syarat Laa Ilaaha Illallah

Tujuh Syarat Laa Ilaaha Illallah

Kalimat لاَ إِلهَ إِلَّا الله merupakan dasar agama Islam dan inti dari seluruh syariat Islam, kalimat ini juga yang sering kita dengar dan ucapkan. Bahkan pada zaman sekarang ini sering kita mendengar sebagian kaum muslimin mengucapkan kalimat tersebut secara spontan tanpa mereka sadari keluar dari lisan mereka. Namun yang sangat disayangkan dan memperihatinkan, kebanyakan dari mereka tidak memahami makna dan kandungan dari kalimat ini, yang kemudian sebagai penyebab mereka melanggar konsekuensi dari kalimat yang agung…

1 12 13 14 15 16 18