Peristiwa-Peristiwa Bersejarah di Bulan Ramadhan (Part-2 – Habis)

Peristiwa-Peristiwa Bersejarah di Bulan Ramadhan (Part-2 – Habis)

Ramadhân masih menyisakan kisah yang panjang. Berbagai peristiwa bersejarah kembali akan kita renungi pada bagian tulisan yang terakhir ini sebagai ibrah lanjutan, setelah membaca artikel sebelumnya yang berjudul “Peristiwa-Peristiwa Bersejarah di Bulan Ramadhan (Part-1): ‘Dari Kenaikan, Rekoneksi Langit & Bumi, Kejayaan, dan Kehinaan’” 07 – Wafatnya putri Rasulullâh shallallâhu ‘alaihi wasallam, Ruqayyah radhiallâhu ‘anha Satu lagi insan mulia setelah Khadïjah radhiallâhu ‘anha yang dimuliakan Allâh untuk menghadap ke haribaan-Nya, di bulan Ramadhân tahun ke-2 setelah…

10 Langkah Menuju Pintu Ramadhan

10 Langkah Menuju Pintu Ramadhan

Tulisan ini adalah translasi makna dari sebuah goresan pena yang menggugah. Ditulis oleh Jam’ân al-Ghâmidi. Di bawah judul “Baina Yadai Ramadhân; Fadzakkir fa-inna adz-Dikrâ Tanfa’ul Mu’minîn”[1] (Di ambang Ramadhân; Berilah peringatan, karena peringatan itu baik bagi orang-orang mukmin). Berbicara tentang Ramadhân yang sebentar lagi datang. Langkah apa saja yang harus kita persiapkan. Langkah #1 أولاً: جرد القصد والنية لله جل وعلى واجعل الصيام والقيام لله خالصا واحرص على أن يكون لك خبيئة من العمل لايراها…

Memetik Sepenggal Akhlak Para Nabi

Memetik Sepenggal Akhlak Para Nabi

Para Nabi dan Rasul Allah subhanahu wa ta’ala adalah hamba Allah subhanahu wa ta’ala yang terbaik, mereka memiliki keutamaan dan kebaikan yang luas. Karena itu Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kita untuk meneladani perjalanan hidup mereka. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: أُولَئِكَ الَّذِيْنَ هَدَى اللهُ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهْ “Mereka itulah (para Nabi) yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka.” [QS. al-An’am: 90].   Di antara hal yang perlu kita teladani pada para Nabi…

10 Sampah Jiwa Menurut Ibnul Qayyim

10 Sampah Jiwa Menurut Ibnul Qayyim

Ibnul Qayyim rahimahullâh (wafat: 751-H) mengatakan; “Ada sepuluh hal yang tidak bermanfaat, layaknya sampah buangan bagi seorang insan[1]: #01: علم لا يعمل به Ilmu yang mengendap lantas mati, tidak terhidupkan dalam wujud amal yang shalih #02: وعمل لا إخلاص فيه ولا اقتداء Amal yang kosong dari ruh keikhlasan dan sunyi dari spirit mutâba’ah kepada sunnah. #03: ومال لا ينفق منه فلا يستمتع به جامعه في الدنيا ولا يقدمه أمامه في الآخرة. Harta yang tidak di-infaq-kan…

Faidah Ushul – 02: Jika Kaidah Madzhab Bertentangan dengan Dalil (Umum—sekalipun—)

Faidah Ushul – 02: Jika Kaidah Madzhab Bertentangan dengan Dalil (Umum—sekalipun—)

Para ulama yang setia berjalan di atas manhaj Salafush Shâlih telah menegaskan bahwa: القَاعِدَةُ لَا تَثْبُتُ إلَّا بِدَلِيْلٍ فَيُسْتَدَلُّ لَهَا مِنَ الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ وَلَا يُسْتَدَلُّ بِهَا إذَا لَمْ تَثْبُتْ بِالدَّلِيْلِ “Suatu kaidah tidak bisa dianggap sebagai kaidah kecuali jika didasari oleh dalil dari al-Kitab dan as-Sunnah, dan kaidah tersebut tidak bisa dijadikan dalil jika belum didasari oleh dalil” Sehingga, kaidah apa saja yang tidak berlandaskan kepada dalil dari al-Qur’an ataupun Sunnah, maka kaidah tersebut adalah…

TENTANG TAKDIR ILAHI (BAGIAN 2)

TENTANG TAKDIR ILAHI (BAGIAN 2)

BERDALIH DENGAN TAKDIR Pada pembahasan sebelumnya, telah dipaparkan empat tingkatan beriman kepada takdir. Pertama, kita wajib meyakini bahwa jauh sebelum makhluk tercipta, Allāh sudah mengetahui segala sesuatu yang akan terjadi di alam semesta ini secara terperinci, baik yang tidak nampak (ghaib) maupun yang nampak, termasuk siapa di antara hamba-Nya yang akan memilih untuk taat dan siapa yang memilih ingkar. Kedua, kita wajib meyakini bahwa Allāh telah menuliskan segenap pengetahuan-Nya tersebut dalam sebuah kitab induk yaitu…

Inilah Yang Telah Lama Hilang dari Kita, Yaa Akhi…!!

Inilah Yang Telah Lama Hilang dari Kita, Yaa Akhi…!!

Saat kumandang ibadah diserukan, seketika itu pula sejagad hati bertawajjuh pada Rabb-nya. Tak ada yang mengusik pikiran. Tak ada yang menggelayut di hati. Yang ada hanya hasrat tuk menundukkan wajah dalam keheningan sujud di hadapan-Nya. Begitu tenangnya arus darah yang menyusuri setiap sudut arteri. Betapa damai setiap hembusan nafas demi nafas. Betapa tentramnya selaput ari menyelimuti sekujur tubuh. Pori-pori begitu nyenyak mengatup kelopak matanya. Jantung berdetak dalam ritme yang khudu’, seolah melantunkan lafaz-lafaz dzikir yang…

Wasiat Terakhir Imam Syafi’i Rahimahullah

Wasiat Terakhir Imam Syafi’i Rahimahullah

Diriwayatkan dari Imam al-Muzanniy (murid terdekat Imam asy-Syafi’i), dia bertutur: “Aku membesuk asy-Syafi’i ketika beliau ditimpa sakit yang mengantarkannya pada ajal. Aku pun berkata padanya: ‘Bagaimana keadaanmu wahai guru?’ Beliau menjawab: ‘Keadaanku layaknya seseorang yang akan pergi meninggalkan dunia, yang segera akan berpisah dengan saudara, yang sejenak lagi akan meneguk gelas kematian, yang akan bertemu dengan buruknya amalku, yang akan menghadap Allah. Aku tak tahu, apakah ruhku akan terbang melayang menuju surga, hingga aku pantas…

1 2 3 4 13