Cerdas dalam Beribadah

Cerdas dalam Beribadah

Hari-hari terakhir Ramadhan ini, adalah babak final dengan momen-momen penentuan, siapakah di antara kita yang akan keluar sebagai pemenang meraih predikat hamba-hamba Allah yang sejati. Untuk itu, kecerdikan dalam beribadah sangat diperlukan demi raihan pundi-pundi pahala yang lebih banyak dan melimpah di penghujung Ramadhan ini. Salah satunya adalah dengan banyak-banyak mengucapkan doa dalam al-Quran berikut ini: (رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِين…) “Wahai Rabb kami, ampunilah aku, ampuni kedua orang tuaku, ampuni dan orang-orang beriman…” [Surat…

Peristiwa-Peristiwa Bersejarah di Bulan Ramadhan (Part-2 – Habis)

Peristiwa-Peristiwa Bersejarah di Bulan Ramadhan (Part-2 – Habis)

Ramadhân masih menyisakan kisah yang panjang. Berbagai peristiwa bersejarah kembali akan kita renungi pada bagian tulisan yang terakhir ini sebagai ibrah lanjutan, setelah membaca artikel sebelumnya yang berjudul “Peristiwa-Peristiwa Bersejarah di Bulan Ramadhan (Part-1): ‘Dari Kenaikan, Rekoneksi Langit & Bumi, Kejayaan, dan Kehinaan’” 07 – Wafatnya putri Rasulullâh shallallâhu ‘alaihi wasallam, Ruqayyah radhiallâhu ‘anha Satu lagi insan mulia setelah Khadïjah radhiallâhu ‘anha yang dimuliakan Allâh untuk menghadap ke haribaan-Nya, di bulan Ramadhân tahun ke-2 setelah…

10 Langkah Menuju Pintu Ramadhan

10 Langkah Menuju Pintu Ramadhan

Tulisan ini adalah translasi makna dari sebuah goresan pena yang menggugah. Ditulis oleh Jam’ân al-Ghâmidi. Di bawah judul “Baina Yadai Ramadhân; Fadzakkir fa-inna adz-Dikrâ Tanfa’ul Mu’minîn”[1] (Di ambang Ramadhân; Berilah peringatan, karena peringatan itu baik bagi orang-orang mukmin). Berbicara tentang Ramadhân yang sebentar lagi datang. Langkah apa saja yang harus kita persiapkan. Langkah #1 أولاً: جرد القصد والنية لله جل وعلى واجعل الصيام والقيام لله خالصا واحرص على أن يكون لك خبيئة من العمل لايراها…

Memetik Sepenggal Akhlak Para Nabi

Memetik Sepenggal Akhlak Para Nabi

Para Nabi dan Rasul Allah subhanahu wa ta’ala adalah hamba Allah subhanahu wa ta’ala yang terbaik, mereka memiliki keutamaan dan kebaikan yang luas. Karena itu Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kita untuk meneladani perjalanan hidup mereka. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: أُولَئِكَ الَّذِيْنَ هَدَى اللهُ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهْ “Mereka itulah (para Nabi) yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka.” [QS. al-An’am: 90].   Di antara hal yang perlu kita teladani pada para Nabi…

10 Sampah Jiwa Menurut Ibnul Qayyim

10 Sampah Jiwa Menurut Ibnul Qayyim

Ibnul Qayyim rahimahullâh (wafat: 751-H) mengatakan; “Ada sepuluh hal yang tidak bermanfaat, layaknya sampah buangan bagi seorang insan[1]: #01: علم لا يعمل به Ilmu yang mengendap lantas mati, tidak terhidupkan dalam wujud amal yang shalih #02: وعمل لا إخلاص فيه ولا اقتداء Amal yang kosong dari ruh keikhlasan dan sunyi dari spirit mutâba’ah kepada sunnah. #03: ومال لا ينفق منه فلا يستمتع به جامعه في الدنيا ولا يقدمه أمامه في الآخرة. Harta yang tidak di-infaq-kan…

Faidah Ushul – 02: Jika Kaidah Madzhab Bertentangan dengan Dalil (Umum—sekalipun—)

Faidah Ushul – 02: Jika Kaidah Madzhab Bertentangan dengan Dalil (Umum—sekalipun—)

Para ulama yang setia berjalan di atas manhaj Salafush Shâlih telah menegaskan bahwa: القَاعِدَةُ لَا تَثْبُتُ إلَّا بِدَلِيْلٍ فَيُسْتَدَلُّ لَهَا مِنَ الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ وَلَا يُسْتَدَلُّ بِهَا إذَا لَمْ تَثْبُتْ بِالدَّلِيْلِ “Suatu kaidah tidak bisa dianggap sebagai kaidah kecuali jika didasari oleh dalil dari al-Kitab dan as-Sunnah, dan kaidah tersebut tidak bisa dijadikan dalil jika belum didasari oleh dalil” Sehingga, kaidah apa saja yang tidak berlandaskan kepada dalil dari al-Qur’an ataupun Sunnah, maka kaidah tersebut adalah…

1 3 4 5 6 7 16