BERPEGANG TEGUH PADA AL-QUR’AN DAN SUNNAH

BERPEGANG TEGUH PADA AL-QUR’AN DAN SUNNAH

Allah ﷻ Berfirman: وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai.” [QS. Ali Imaran : 103]. Ayat ini adalah salah satu perintah Allah ﷻ yang punya kemaslahatan besar untuk pribadi dan masyarakat. Karena berbicara tentang persatuan dengan Al-Quran sebagai pemersatu.

Tanggapan atas Ust. Abdul Somad hafizhahullah (Bag. 2)

Tanggapan atas Ust. Abdul Somad hafizhahullah  (Bag. 2)

Antara Ust. Abdul Somad, MA., Mu’tazilah, & Imam Abul Hasan al-Asy’ary (pro Nabi, Sahabat, serta Imam-Imam Salaf)   *** MUKADDIMAH Keyakinan bahwa Allah itu Maha Tinggi dan berada di atas, sejatinya merupakan keyakinan yang telah terpatri dalam fitrah kaum muslimin secara umum. Ungkapan-ungkapan mereka yang biasa kita dengar semisal; “Kita serahkan pada Yang di Atas”…, “Kalau Yang di Atas telah berkehendak”…., dan lain-lain yang semisal,

Tanggapan Atas Tulisan Ust. H. Abdul Somad, Lc., MA. – Bag. 1

Tanggapan Atas Tulisan Ust. H. Abdul Somad, Lc., MA. – Bag. 1

(Pendalilan Bid’ah Hasanah dengan Kisah Bilal) ———- Ust. H. Abdul Somad, Lc., MA. –semoga Allah selalu menjaga dan membimbing beliau— dalam bukunya yang berjudul “37 Masalah Populer” pada halaman yang ke-42, membawakan kisah tentang Bilal radhiallahu ‘anhu.  Kisah ini beliau jadikan sebagai dalil atau argumentasi yang menyokong apa yang beliau sebut sebagai bid’ah mahmudah atau bidah hasanah. Beliau mengatakan: “Ada beberapa perbuatan yang tidak dilakukan oleh Rasulullah ﷺ tidak pernah beliau ucapkan dan tidak pernah…

ADAB BERMEDIA SOSIAL

ADAB BERMEDIA SOSIAL

ADAB BERMEDIA SOSIAL Berabad-abad yang lalu, Nabi kita yang mulia ﷺ mengabarkan salah satu tanda dekatnya hari kiamat. Rasulullah ﷺ bersabda: إِنَّ بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ تَسْلِيمَ الْخَاصَّةِ، وَفُشُوَّ التِّجَارَةِ، حَتَّى تُعِينَ الْمَرْأَةُ زَوْجَهَا عَلَى التِّجَارَةِ، وَقَطْعَ الْأَرْحَامِ، وَشَهَادَةَ الزُّورِ، وَكِتْمَانَ شَهَادَةِ الْحَقِّ، وَظُهُورَ الْقَلَمِ “Sesungguhnya di hadapan hari kiamat akan muncul fenomena berupa: salam ditebarkan ke orang-orang tertentu saja, menjamurnya perdagangan sampai-sampai istri membantu suaminya berdagang, diputuskannya tali silaturahim, persaksian palsu, disembunyikannya persaksian yang benar,…

Fatwa: Tentang Hukum Menyebarkan Gambar-Gambar Mayat Muslim dan Korban Terluka untuk Mengumpulkan Donasi

Fatwa: Tentang Hukum Menyebarkan Gambar-Gambar Mayat Muslim dan Korban Terluka untuk Mengumpulkan Donasi

Fatwa: Tentang Hukum Menyebarkan Gambar-Gambar Mayat Muslim dan Korban Terluka untuk Mengumpulkan Donasi ———- السؤال: هل يجوز حثُّ المسلمين على التبرُّع لإخوانهم بنشر صور القتلى والجرحى من إخوانهم المسلمين؟! Pertanyaan: Bolehkah menghasung dan memotivasi kaum muslimin untuk mengumpulkan donasi bagi saudara-saudara mereka dengan cara menyebarkan gambar-gambar mayat kaum muslimin dan korban luka-luka dari saudara mereka sesama muslim..??

TAUHID ULUHIYYAH MENURUT IMAM AN-NAWAWAI AS-SYAFI’I

TAUHID ULUHIYYAH MENURUT IMAM AN-NAWAWAI AS-SYAFI’I

Imam an-Nawawi rahimahullāh (wafat: 676 H). Di kalangan Syāfi’iyyah, beliau dan dan ar-Rāfi’i (wafat: 623 H) dijuluki as-Syaikhaan. Jika keduanya bersepakat dalam suatu masalah, maka itulah pendapat inti yang dijunjung tinggi dalam mazhab Syafi’i. Kita pun, mencintai dan memuliakan kedua tokoh besar ini yang telah berjasa besar bagi kaum muslimin sampai hari ini.

BOLEHKAH BERHUTANG UNTUK BERQURBAN?

BOLEHKAH BERHUTANG UNTUK BERQURBAN?

FAIDAH ILMU Bolehkah Berhutang untuk Berqurban…?? ? Jawaban: Boleh, bahkan sebagian ulama menganjurkannya, dengan syarat dia mampu melunasi hutang tersebut tepat waktu. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah pernah ditanya terkait masalah ini, dan jawaban beliau adalah: ” إن كان له وفاء فاستدان ما يضحي به فحسن ، ولا يجب عليه أن يفعل ذلك ” انتهى . “(مجموع الفتاوى:26/305) Jika dia mampu melunasinya tepat waktu, maka berhutang agar bisa berqurban adalah perkara yang baik, namun dia…

Keutamaan Orang Yang Berilmu Dan Mengajarkannya

Keutamaan Orang Yang Berilmu Dan Mengajarkannya

Nabi ﷺ  bersabda : مَثَلُ مَا بَعَثَنِيَ اللهُ بِهِ مِنَ الْهُدَى وَالْعِلْمِ كَمَثَلِ الْغَيْثِ الْكَثِيْرِ أَصَابَ أَرْضًا، فَكَانَ مِنْهَا نَقِيَّةٌ قَبِلَتِ الْمَاءَ، فَأَنْبَتَتِ الْكَلَأَ وَالْعُشْبَ الْكَثِيْرَ، وَكَانَتْ مِنْهَا أَجَادِبُ  أَمْسَكَتِ الْمَاءَ، فَنَفَعَ اللهُ بِهَا النَّاسَ فَشَرِبُوْا وَسَقَوْا وَزَرَعُوْا، وَأَصَابَتْ مِنْهَا طَائِفَةً أُخْرَى، إِنَّمَا هِيَ قِيْعَانٌ لَا تُمْسِكُ مَاءً وَلَا تُنْبِتُ كَلَأً، فَذَلِكَ مَثَلُ مَنْ فَقُهَ فِيْ دِيْنِ اللهِ وَنَفَعَهُ مَا بَعَثَنِيْ اللهُ بِهِ، فَعَلِمَ وَعَلَّمَ، وَمَثَلُ مَنْ لَمْ يَرْفَعْ بِذَلِكَ رَأْسًا، وَلَمْ يَقْبَلْ هُدَى اللهِ…

10 Langkah Menuju Pintu Ramadhan

10 Langkah Menuju Pintu Ramadhan

Tulisan ini adalah translasi makna dari sebuah goresan pena yang menggugah. Ditulis oleh Jam’ân al-Ghâmidi. Di bawah judul “Baina Yadai Ramadhân; Fadzakkir fa-inna adz-Dikrâ Tanfa’ul Mu’minîn”[1] (Di ambang Ramadhân; Berilah peringatan, karena peringatan itu baik bagi orang-orang mukmin). Berbicara tentang Ramadhân yang sebentar lagi datang. Langkah apa saja yang harus kita persiapkan. Langkah #1 أولاً: جرد القصد والنية لله جل وعلى واجعل الصيام والقيام لله خالصا واحرص على أن يكون لك خبيئة من العمل لايراها…

1 2 3