Berpuasa Ramadhan bersama Al-Qur’an

Berpuasa Ramadhan bersama Al-Qur’an

Ramadhan disamping bulan untuk berpuasa dan qiamullayl diapun merupakan bulannya Al-Qur’an, padanya Allah ‘azza wa jalla turunkan Al-Qur’an dan pada bulan ini pula Rasulullâh shalallahu ‘alaihi wasallam saling memperdengarkan Al-Qur’an bersama Jibril ‘alaihis salaam. عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: «كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ بِالخَيْرِ، وَأَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ، لِأَنَّ جِبْرِيلَ كَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ، حَتَّى يَنْسَلِخَ يَعْرِضُ عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ…

Bersatu dalam Mengawali Puasa & Lebaran

Bersatu dalam Mengawali Puasa & Lebaran

Catatan Pinggir: Kritik untuk Fanatikus Hisab “Bersatu dalam Mengawali Puasa & Lebaran” Polemik mana yang paling benar dalam penentuan awal puasa dan lebaran antara metode ru’yat ataukah hisab sudah berlangsung sejak lama. Anehnya, polemik tersebut terjadi belakangan, bukan di zaman Rasulullâh shallallâhu ‘alaihi wasallam, bukan juga di era Sahabat. Jika demikian, seharusnya hal ini tidak pernah menjadi polemik apalagi perdebatan yang berkepanjangan. Tinggal mencontoh praktek Rasulullâh dan para Sahabatnya, selesai masalah.

Mencari Rizki Barokah

Mencari Rizki Barokah

Allah telah mengatur ajal dan rezeki manusia. Oleh karena itu, dicari dengan cara apapun, yang halal maupun haram, ia hanya akan mendapatkan apa yang telah ditetapkan Allah atas dirinya. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menerangkan ini dalam sabda beliau (artinya): “Sesungguhnya Jibril mengilhamkan ke dalam hatiku bahwa tidak ada satu pun jiwa yang meninggal kecuali telah sempurna rezekinya. maka bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah dalam mencari rezeki. Jangan sampai lambatnya rezeki menyeret kalian untuk mencarinya dengan…

Jenis-Jenis Air untuk Bersuci

Jenis-Jenis Air untuk Bersuci

Para fuqahâ’ telah membagi jenis air menjadi tiga bagian, jika ditinjau dari sisi kesucian dan fungsinya untuk digunakan sebagai media bersuci (Thahârah). Pertama, al-Mâ-ut Thahûr, yaitu air yang suci dan bisa mensucikan yang lain dari na’jis. Kedua, al-Mâ-ut Thahûr Ghairil Muthahhir, yakni air yang suci (tidak na’jis) namun tidak bisa mensucikan yang lain dari na’jis. Ketiga, al-Mâ-un Najas, yaitu air yang tidak suci alias na’jis dan sudah barang tentu tidak bisa mensucikan yang lain. Berdasarkan…

MENDULANG BERKAH DARI ZIARAH KUBUR

MENDULANG BERKAH DARI ZIARAH KUBUR

YANG SESUAI DENGAN SUNNAH

kambojaZiarah kubur adalah adalah sunnah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam yang teramat besar faidah dan hikmahnya. Seorang mukmin akan meraih keberkahan yang melimpah jika melaksanakan sunnah ziarah kubur ini sesuai dengan tuntunan Baginda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam dan para Sahabat beliau yang terbimbing di atas petunjuk wahyu.

FASE PENSYARI’ATAN ZIARAH KUBUR

Dahulu di awal Islam, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam pernah melarang para Sahabatnya untuk ber-zirah kubur. Imam Nawawi rahimahullah (pembesar ulama Madzhab Syafi’i) mengutarakan alasan pelarangan tersebut dalam al-Majmu’ (5/310):

“Pelarangan tersebut awalnya dikarenakan dekatnya masa mereka dengan masa jahiliyah, sehingga boleh jadi mereka (ketika ber-ziarah kubur) akan mengucapkan ucapan-ucapan bathil kaum jahiliyah (semisal: kalimat ratapan, mencela taqdir, meminta kepada penghuni kubur, dll-red). Maka tatkala pondasi-pondasi ajaran Islam telah mantap, dan hukum-hukumnya telah siap, dan ajaran-ajarannya telah masyhur, maka dibolehkanlah bagi mereka (para Sahabat) untuk ziarah kubur.” [Dinukil dari Ahkaamul Janaa-iz hal. 227]

HIKMAH ZIARAH KUBUR

Sahabat Abu Sa’id al-Khudri radhiallahu’anhu meriwayatkan dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam, bahwa beliau bersabda:

إِنِّيْ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُوْرِ فَزُوْرُوْهَا فَإِنَّ فِيْهَا عِبْرَةً وَلاَ تَقُوْلُوْا مَا يُسْخِطُ الرَّبَّ

Dahulu aku pernah mencegah kalian dari ziarah kubur, maka (sekarang) ziarahilah kuburan, karena padanya terdapat ‘ibrah (pelajaran), namun (dengan syarat) jangan kalian mengucapkan kata-kata yang menyebabkan Allah murka (kepada kalian).” [Shahih: HR. Ahmad, al-Hakim, lih. Ahkaamul Janaa-iz hal. 228]

Dalam riwayat Anas bin Malik radhiallahu’anhu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda tentang hikmah ziarah kubur:

فَإِنَّهَا تُرِقُّ الْقَلْبَ، وَتُدْمِعُ الْعَيْنَ، وَتُذََكِّرُ الآخِرَةَ

Karena yang demikian itu dapat melunakkan hati, menjadikan mata mencucurkan air mata, serta mengingatkan kepada akhirat.” [Hasan: HR. al-Hakim: 1/376, lih. Ahkaamul Janaa-iz hal. 228-229]

 

Wirid Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam

Wirid Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam

‘Shahih, Singkat, Ringan untuk diamalkan, Fadhilahnya Besar’

jhandersen's photostreamSebagai seorang mukmin sejati, kita wajib meyakini bahwa wirid dan dzikir yang shahih dari Nabi adalah wirid dan dzikir yang terbaik di sisi Allah. Untuk itu, di sini kami sajikan beberapa wirid yang jelas keotentikannya dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam berdasarkan riwayat-riwayat yang shahih. Padanya terdapat banyak sekali fadhilah yang agung dan pahala yang besar.

Salah satu fadhilah terbesar dari mengamalkan wirid yang diajarkan Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam  adalah diraihnya pahala istimewa karena telah menghidupkan sunnah beliau. Selain itu, mengamalkan wirid yang diajarkan beliau dan lebih mengutamakannya di atas wirid-wirid yang lain, juga merupakan salah satu tanda cinta kita kepada Allah dan Rasul-Nya melebihi yang lain.

Allah berfirman:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Katakanlah (wahai Muhammad ): “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Mahapengampun lagi Mahapenyayang.” [QS. Ali Imran: 31]

Panduan Bersuci

Bulletin Al-Hujjah Vol: 10-IX/Jumadal Ula-1429/Mei-08

Panduan Bersuci Menurut Al-Qur’an & Sunnah yang shahih

 .:: Serial Fiqh Praktis #01 ::.

Thaharah atau bersuci dari hadats dan na’jis adalah syarat yang bersifat mutlak dalam ibadah fardhu seperti sholat. Ibadah sholat yang senantiasa kita kerjakan, tidak akan bernilai apa-apa jika dikerjakan tanpa bersuci terlebih dahulu. Yang tidak kalah penting, tata cara bersuci juga harus didasari oleh ilmu yang shahih menurut al-Qur-an dan Sunnah. Karena sah tidaknya amalan Thaharah kita, sangat bergantung pada kesesuaiannya dengan contoh yang diajarkan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam. Pembahasan kali ini memberikan panduan singkat dan praktis perihal seluk-beluk Thaharah, yang ternyata banyak luput dari pengetahuan kita sebagai seorang Muslim.

1 3 4 5