PELAJARAN DARI HADIST “SEPARUH KURMA”

PELAJARAN DARI HADIST “SEPARUH KURMA”

Tadabbur Pagi Rasulullah ﷺ bersabda: “Berlindunglah kalian dari api neraka, walau hanya dengan (bersedekah) separuh kurma. Jika tidak mendapati sesuatu yang bisa disedekahkan, paling tidak ucapkanlah kalimat yang baik (tidak menyakiti).” (Shahiih al-Bukhaari). Fawaaid Hadits Takut neraka adalah tanda keimanan. Jika bukan, Nabi ﷺ tidak akan memerintahkan kita berlindung darinya. Jika takut pada binatang boleh dikatakan wajar, maka takut kepada neraka tentu lebih wajar lagi, bahkan itu tanda keimanan pada Allah. Sebab kita belum pernah…

SEPARUH KURMA

SEPARUH KURMA

SEPARUH KURMA Rasulullah ﷺ bersabda: فَاتَّقُوْا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ، فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ “Lindungi diri kalian dari neraka, walau dengan (sedekah) separuh kurma. Jika tidak ada, maka (bersedekahlah) dengan tutur kata yang baik.” [al-Bukhari – Muslim]

LETAK KEBERKAHAN MAKAN SAHUR

LETAK KEBERKAHAN MAKAN SAHUR

Di Mana Letak Keberkahan Sahur…?? عن انس بن مالك رضي الله عنه قال:قال رسول الله صل الله عليه وسلم:”تسحروا،فإن في السحور بركة”. Dari sahabat Anas bin Malik radhilallahu ‘anhu beliau berkata bahwasanya Nabi pernah bersabda : “makanlah sahur! Karena sesengguhnya pada makanan sahur itu terdapat keberkahan.” {H.R. Bukhari dan Muslim }

BERPEGANG TEGUH PADA AL-QUR’AN DAN SUNNAH

BERPEGANG TEGUH PADA AL-QUR’AN DAN SUNNAH

Allah ﷻ Berfirman: وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai.” [QS. Ali Imaran : 103]. Ayat ini adalah salah satu perintah Allah ﷻ yang punya kemaslahatan besar untuk pribadi dan masyarakat. Karena berbicara tentang persatuan dengan Al-Quran sebagai pemersatu.

TAUHID ULUHIYYAH MENURUT IMAM AN-NAWAWAI AS-SYAFI’I

TAUHID ULUHIYYAH MENURUT IMAM AN-NAWAWAI AS-SYAFI’I

Imam an-Nawawi rahimahullāh (wafat: 676 H). Di kalangan Syāfi’iyyah, beliau dan dan ar-Rāfi’i (wafat: 623 H) dijuluki as-Syaikhaan. Jika keduanya bersepakat dalam suatu masalah, maka itulah pendapat inti yang dijunjung tinggi dalam mazhab Syafi’i. Kita pun, mencintai dan memuliakan kedua tokoh besar ini yang telah berjasa besar bagi kaum muslimin sampai hari ini.

Amalan-Amalan Yang Memasukan Ke Surga

Amalan-Amalan Yang Memasukan Ke Surga

Rasulullah ﷺ bersabda:  يَا أَيُّهَا النَّاسُ ، أَفْشُوْا السَّلَامَ ، وَأَطْعِمُوْا الطَّعَامَ ، وَصِلُوْا الْأَرْحَامَ ، وَصَلُّوْا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ ، تَدْخُلُوْا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ. “Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berikan makan, sambunglah silaturrahim, shalatlah di waktu malam ketika orang-orang tertidur, niscaya kalian akan masuk Surga dengan selamat.” [HR. At-Trimidzi, Shahih].

Keutamaan Orang Yang Berilmu Dan Mengajarkannya

Keutamaan Orang Yang Berilmu Dan Mengajarkannya

Nabi ﷺ  bersabda : مَثَلُ مَا بَعَثَنِيَ اللهُ بِهِ مِنَ الْهُدَى وَالْعِلْمِ كَمَثَلِ الْغَيْثِ الْكَثِيْرِ أَصَابَ أَرْضًا، فَكَانَ مِنْهَا نَقِيَّةٌ قَبِلَتِ الْمَاءَ، فَأَنْبَتَتِ الْكَلَأَ وَالْعُشْبَ الْكَثِيْرَ، وَكَانَتْ مِنْهَا أَجَادِبُ  أَمْسَكَتِ الْمَاءَ، فَنَفَعَ اللهُ بِهَا النَّاسَ فَشَرِبُوْا وَسَقَوْا وَزَرَعُوْا، وَأَصَابَتْ مِنْهَا طَائِفَةً أُخْرَى، إِنَّمَا هِيَ قِيْعَانٌ لَا تُمْسِكُ مَاءً وَلَا تُنْبِتُ كَلَأً، فَذَلِكَ مَثَلُ مَنْ فَقُهَ فِيْ دِيْنِ اللهِ وَنَفَعَهُ مَا بَعَثَنِيْ اللهُ بِهِ، فَعَلِمَ وَعَلَّمَ، وَمَثَلُ مَنْ لَمْ يَرْفَعْ بِذَلِكَ رَأْسًا، وَلَمْ يَقْبَلْ هُدَى اللهِ…

Satu Kejahatan Hanya Berbuah Satu Dosa, Tapi….

Satu Kejahatan Hanya Berbuah Satu Dosa, Tapi….

Normalnya, 1 Kebaikan = 10 Pahala Atau Lebih & 1 Maksiat = 1 Dosa Banyak dalil yang secara tegas menerangkan bahwa amalan-amalan kebajikan akan dilipatgandakan pahala dan ganjarannya. Bicara kuantitas, adalah dengan digandakannya pahala kebajikan, yang tadinya menjadi 2, 3, 7, sampai 10 kali lipat lebih besar, bahkan sampai 700 kali lipat atau sampai tidak terhingga, tergantung pada banyak faktor. Berbeda halnya dengan dosa maksiat. Bertolak dari sifat Rahîm dan Rahmat-Nya, Allâh hanya akan membalas…

WASIAT RASULULLAH ﷺ KEPADA ABU DZAR AL-GHIFARI

WASIAT RASULULLAH ﷺ KEPADA ABU DZAR AL-GHIFARI

Abu Dzar radhiallahu ‘anhu berkata: أَوْصَانِيْ خَلِيْلِي بِسَبْعٍ : بِحُبِّ الْمَسَاكِيْنِ وَأَنْ أَدْنُوَ مِنْهُمْ، وَأَنْ أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلُ مِنِّي وَلاَ أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ فَوقِيْ، وَأَنْ أَصِلَ رَحِمِيْ وَإِنْ جَفَانِيْ، وَأَنْ أُكْثِرَ مِنْ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، وَأَنْ أَتَكَلَّمَ بِمُرِّ الْحَقِّ، وَلاَ تَأْخُذْنِيْ فِي اللهِ لَوْمَةُ لاَئِمٍ، وَأَنْ لاَ أَسْأَلَ النَّاسَ شَيْئًا. “Kekasihku (Rasulullah) shallallahu ‘alaihi wasallam berwasiat kepadaku dengan tujuh hal: (1) supaya aku mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka,…

1 2