Dialog Menggelikan dengan Seorang Penganut Syi’ah

Dialog Menggelikan dengan Seorang Penganut Syi’ah

Dalam video ini; Asy-Syaikh Dr. Utsman al-Khumais, pakar sejarah dan peneliti tentang Syi’ah (yang pernah berkunjung dan memberikan materi Dauroh di Ponpes Abu Hurairah Mataram ini) mengisahkan tentang sebuah dialog menggelikan antara kawan beliau (seorang Sunni) dengan seorang penganut Syi’ah. Berikut ini saya (admin kristaliman) narasikan ulang dialognya dengan sedikit penyesuaian tanpa merubah makna dan esensi: *** SUNNI: Allah berfirman: (الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ ۖ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ ۚ ٌ) Wanita-wanita bejat pantasnya untuk…

Peristiwa-Peristiwa Bersejarah di Bulan Ramadhan (Part-1): “Dari Kenaikan, Rekoneksi Langit & Bumi, Kejayaan, dan Kehinaan”

Peristiwa-Peristiwa Bersejarah di Bulan Ramadhan (Part-1): “Dari Kenaikan, Rekoneksi Langit & Bumi, Kejayaan, dan Kehinaan”

Ramadhân tidak hanya ‘alkisah nyata’ tentang rahmat, berkah, dan ampunan yang melimpah. Tapi juga sarat akan catatan sejarah. Apa saja peristiwa-peristiwa penting dan monumental yang terjadi di bulan Ramadhân? Berikut ini kami sajikan beberapa di antaranya: 01 – Konon, Isa ‘alaihissalam diangkat ke langit di bulan Ramadhân Ini berdasarkan riwayat yang dishahihkan oleh al-Hâkim dalam al-Mustadrak (3/143), dan Imam Dzahabi tidak mengomentari penshahihan al-Hâkim tersebut. 02 – Turunnya al-Qur’an ke langit dunia saat Lailatul Qadar…

10 Langkah Menuju Pintu Ramadhan

10 Langkah Menuju Pintu Ramadhan

Tulisan ini adalah translasi makna dari sebuah goresan pena yang menggugah. Ditulis oleh Jam’ân al-Ghâmidi. Di bawah judul “Baina Yadai Ramadhân; Fadzakkir fa-inna adz-Dikrâ Tanfa’ul Mu’minîn”[1] (Di ambang Ramadhân; Berilah peringatan, karena peringatan itu baik bagi orang-orang mukmin). Berbicara tentang Ramadhân yang sebentar lagi datang. Langkah apa saja yang harus kita persiapkan. Langkah #1 أولاً: جرد القصد والنية لله جل وعلى واجعل الصيام والقيام لله خالصا واحرص على أن يكون لك خبيئة من العمل لايراها…

Menunda Dakwah Tauhid Sampai Meraih Simpati Masyarakat…?? (Fatwa al-Imam al-Albani)

Menunda Dakwah Tauhid Sampai Meraih Simpati Masyarakat…?? (Fatwa al-Imam al-Albani)

Seorang da’i di awal-awal dakwahnya berusaha menarik simpati objek dakwahnya dengan cara mengikuti kebiasaan dan tradisi mereka, baru kemudian mendakwahkan sunnah kepada mereka. Benarkah metode seperti ini…?? Jawaban al-Imam al-Albani rahimahullähäh: Metode seperti itu tidaklah benar. Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidaklah mengajak kaumnya kepada Islam dengan cara menarik simpati (keridhoan) mereka melalui tradisi yang biasa mereka kerjakan. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam langsung mengajak mereka kepada Tauhid….

BEBERAPA PRINSIP MENDASAR dalam MENDAKWAHKAN TAUHID

BEBERAPA PRINSIP MENDASAR dalam MENDAKWAHKAN TAUHID

Di antara problematika dakwah yang kerap kali menjadi perdebatan di kalangan aktivis dakwah adalah; masalah prioritas dalam dakwah dan bagaimana metode memulai dakwah [Majallah al-Buhüts al-‘Ilmiyyah: 43/229-234, al-Lajnah ad-Dä-imah][1]. Perdebatan dan silang pendapat pada ranah ini tentu saja sangat-sangat merugikan dan memalukan, sebab jauh sebelum terjadinya khilaf dalam masalah ini, di hadapan kita sudah ada al-Qur’an dan Sunnah yang telah jauh-jauh hari menggariskan jalan dakwah yang jelas dan gamblang dari para Nabi dan Rasul. Dan…

Sepucuk Surat dari Sang Khalifah ‘Umar bin ‘Abdilazïz rahimahullâh

Sepucuk Surat dari Sang Khalifah ‘Umar bin ‘Abdilazïz rahimahullâh

Suatu ketika Sang Khalïfah, ‘Umar bin ‘Abdilazïz rahimahullâh (wafat: 101-H / 720-M)[1], yang terkenal akan keilmuan dan kezuhudannya itu, menerima sepucuk surat yang berisikan sekelumit pertanyaan tentang al-Qadar (takdir). Tampaknya isi surat tersebut menyiratkan akan semburat kebid’ahan yang mulai muncul di masa beliau terkait keimanan terhadap takdir. Beliau pun segera menulis beberapa kalimat balasan, juga di atas sepucuk surat. Diiringi harapan akan seteguk ‘ibrah dan ilmu, biarkanlah sepucuk surat itu bercerita tentang kemuliaan apa yang…

10 Sampah Jiwa Menurut Ibnul Qayyim

10 Sampah Jiwa Menurut Ibnul Qayyim

Ibnul Qayyim rahimahullâh (wafat: 751-H) mengatakan; “Ada sepuluh hal yang tidak bermanfaat, layaknya sampah buangan bagi seorang insan[1]: #01: علم لا يعمل به Ilmu yang mengendap lantas mati, tidak terhidupkan dalam wujud amal yang shalih #02: وعمل لا إخلاص فيه ولا اقتداء Amal yang kosong dari ruh keikhlasan dan sunyi dari spirit mutâba’ah kepada sunnah. #03: ومال لا ينفق منه فلا يستمتع به جامعه في الدنيا ولا يقدمه أمامه في الآخرة. Harta yang tidak di-infaq-kan…

BORN TO PRAY: TUJUAN HIDUP KITA

BORN TO PRAY: TUJUAN HIDUP KITA

Untuk apa keberadaan kita di muka bumi ini? Kita tidak pernah memilih untuk hidup di muka bumi, lantas kenapa kita tiba-tiba terlahir dan tumbuh-berkembang di muka bumi? Kita tidak pernah memilih untuk menjadi seorang laki-laki atau wanita. Kita tidak pernah memilih untuk tinggal di tempat kita menetap saat ini. Bahkan kita tidak pernah memilih untuk terlahir dari rahim ibunda kita saat ini. Lantas kenapa dan untuk maksud apa? Dan untuk apa semua yang ada ini…??

Faidah Ushul – 02: Jika Kaidah Madzhab Bertentangan dengan Dalil (Umum—sekalipun—)

Faidah Ushul – 02: Jika Kaidah Madzhab Bertentangan dengan Dalil (Umum—sekalipun—)

Para ulama yang setia berjalan di atas manhaj Salafush Shâlih telah menegaskan bahwa: القَاعِدَةُ لَا تَثْبُتُ إلَّا بِدَلِيْلٍ فَيُسْتَدَلُّ لَهَا مِنَ الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ وَلَا يُسْتَدَلُّ بِهَا إذَا لَمْ تَثْبُتْ بِالدَّلِيْلِ “Suatu kaidah tidak bisa dianggap sebagai kaidah kecuali jika didasari oleh dalil dari al-Kitab dan as-Sunnah, dan kaidah tersebut tidak bisa dijadikan dalil jika belum didasari oleh dalil” Sehingga, kaidah apa saja yang tidak berlandaskan kepada dalil dari al-Qur’an ataupun Sunnah, maka kaidah tersebut adalah…

1 2 3 4