ADAB BERINTERAKSI DENGAN NON MUSLIM

ADAB BERINTERAKSI DENGAN NON MUSLIM

Di antara kewajiban seorang muslim adalah meyakini bahwa satu-satunya agama yang diterima oleh Allah hanyalah Islam. Allah berfirman (yang artinya) : “Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam.” (Ali-Imran:  19) Allah juga berfirman (yang artinya) : “Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) darinya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Ali Imran : 85)

SEJARAH MAULID

SEJARAH MAULID

  Kapan Sebenarnya Nabi Lahir..? Seluruh pakar sejarah Islam sepakat, bahwa perayaan Maulid atau hari kelahiran Nabi baru muncul jauh setelah wafatnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Perayaan tersebut dimulai sejak 12 Rabi’ul Awwal, tanggal yang masyhur diyakini sebagai hari kelahiran Nabi. Namun ternyata, ada banyak pendapat ulama terkait kapan sebenarnya tanggal kelahiran Nabi. Satu hal yang pasti, Nabi lahir pada hari Senin berdasarkan hadits shahïh berikut ini: ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ وَيَوْمٌ بُعِثْتُ…

PERKARA YANG TERLUPAKAN DARI IMAM SYAFI’I

PERKARA YANG TERLUPAKAN DARI IMAM SYAFI’I

Nabi sekitar 14 abad silam mengabarkan kedatangan para mujaddid (pembaharu) di tengah-tengah umat Islam, beliau bersabda: إِنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ لِهَذِهِ الْأُمَّةِ عَلَى رَأْسِ كُلِّ مِائَةِ سَنَةٍ مَنْ يُجَدِّدُ لَهَا دِينَهَا “Sesungguhnya Allah mengutus bagi umat ini pada setiap permulaan seratus tahun orang-orang yang memperbaharui agama.” [HR. Abu Dawud: 4291, dishahihkan oleh al-Albani]

6 PILAR DAKWAH SALAFIYYAH

6 PILAR DAKWAH SALAFIYYAH

Dakwah salafiyah berisi ajakan mengikuti para sahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in dalam beragama. Salaf artinya generasi terdahulu. Dan salaf umat Islam adalah generasi pendahulunya, yaitu para sahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in. Sedangkan orang yang datang setelah itu dan mengikuti jejak mereka disebut salafy. Allah subhanahu wa ta’ala telah merekomendasikan kehidupan beragama para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dalam firman-Nya (Artinya): “Orang-orang Islam yang pertama, yaitu kalangan Muhajirin dan Anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka…

BAGAIMANA SEHARUSNYA KITA MEMAKNAI TAHUN BARU ISLAM

BAGAIMANA SEHARUSNYA KITA MEMAKNAI TAHUN BARU ISLAM

Tahun baru Islam yang biasa dirayakan oleh kaum Muslimin jatuh pada bulan Muharram, salah satu bulan haram, Nabi ﷺ bersada: “Sesungguhnya zaman (tahun) itu berputar sebagaimana kondisinya ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu 12 bulan, di antaranya ada empat bulan haram, tiga bulan berurutan: Dzul qa’dah, Dzul Hijjah, dan Muharram. Serta Rajab yang terletak antara Jumadal Akhirah dan Sya’ban.” [HR. Bukhari dan Muslim]. Seorang muslim sejati tentunya akan mawas diri ketika berada…

Enam Tanda Cinta yang Tulus pada Nabi

Enam Tanda Cinta yang Tulus pada Nabi

Setiap dakwaan membutuhkan pembuktian sehingga bisa dikatakan jujur, begitu juga dakwaan cinta pada Rasulullâh shalallahu ‘alaihi wasallam, memiliki tanda-tanda yang menunjukkan ketulusan dakwaan cinta tersebut. Keseluruhan tanda-tanda tersebut, setidaknya tercermin dari 6 poin berikut ini: 01 – Mengikuti Sunnah Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam Allah berfirman: قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ “Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha…

3 Hal yang Diridhai dan Dibenci Allah (Khutbah Syaikh Dr. Muhammad Musa Nashr di Lombok)

3 Hal yang Diridhai dan Dibenci Allah (Khutbah Syaikh Dr. Muhammad Musa Nashr di Lombok)

Allah ta’ala mengutus Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dengan petunjuk dan agama yang haq untuk memenangkannya di atas agama-agama yang lain. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam datang dengan membawa seluruh kebaikan, mengajak kepada kebaikan dan memperingatkan ummatnya dari segala keburukan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam diutus bukan hanya untuk menasehati ummatnya saja, bahkan lebih dari itu, beliau diutus untuk menasehati seluruh alam, karena beliau adalah Rahmatan lil ‘aalamiin. Beliaulah yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam…

MAJELIS DZIKIR

MAJELIS DZIKIR

Fadhilah & Bentuk Pengamalannya (Berdasarkan Sunnah)

Tidak diragukan bahwa Dzikrullaah merupakan salah satu ibadah yang agung. Dengan Dzikrullaah, seorang hamba mendekatkan diri kepada Rabb-nya, mengisi waktunya dan memanfaatkan nafas-nafasnya.

FADHILAH MAJELIS DZIKIR

Demikian juga majelis dzikir, merupakan majelis yang sangat mulia di sisi Allah Ta’ala dan memiliki berbagai keutamaan yang agung. Diantaranya:

Pertama: Majelis dzikir adalah taman surga di dunia ini. Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

إِذَا مَرَرْتُمْ بِرِيَاضِ الْجَنَّةِ فَارْتَعُوا قَالُوا وَمَا رِيَاضُ الْجَنَّةِ قَالَ حِلَقُ الذِّكْرِ

Jika kamu melewati taman-taman surga, maka singgahlah dengan senang.” Para sahabat bertanya, “Apakah taman-taman surga itu?” Beliau menjawab, “Halaqah-halaqah (kelompok-kelompok) dzikir.”  [Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah, no. 2562]

Kedua: Majelis dzikir merupakan majelis malaikat. Juga menjadi penyebab turunnya ketenangan dan rahmat Allah. Allah membanggakannya kepada malaikat. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

لَا يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُونَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا حَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

Tidaklah sekelompok orang duduk berdzikir kepada Allah ‘Azaa wa Jalla, kecuali para malaikat mengelilingi mereka, rahmat (Allah) meliputi mereka, ketentraman turun kepada mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan (para malaikat) yang ada di sisiNya. [HR Muslim, no. 2700]

Biarkan syi’ah bercerita tentang kesesatan Agamanya

Biarkan syi’ah bercerita tentang kesesatan Agamanya

PROLOG (REDAKSI)

Syi’ah; sebagai agama yang menyempal dari Islam yang suci, tidak kalah berbahayanya dengan Ahmadiyah. Menyadari akan hal ini—ditambah lagi kenyataan pilu bahwa kesesatan Syi’ah ini sudah banyak digandrungi oleh generasi muda Islam di tanah air khususnya—, maka kami akan menyuguhkan kepada sidang pembaca yang mulia, serangkaian aqidah Syi’ah yang jauh menyimpang dari aqidah Islam, yang berusaha sekuat tenaga mereka propagandakan ke negeri-negeri kaum muslimin tidak terkecuali Indonesia. Agar kaum muslimin sadar, betapa berbahayanya agama Syi’ah yang bertopeng Islam ini. Sengaja kami suguhkan kesesatan mereka dari sumber-sumber asasi yang dijadikan rujukan oleh kaum Syi’ah sendiri, agar fakta-fakta akan kesesatan mereka tidak tersamarkan lagi oleh topeng taqiyyah (ideologi “bermuka dua” yang dianut sebagai titah agama oleh kaum Syi’ah) yang mereka praktekkan ketika bermuamalah dengan kaum muslimin. (Red)

BERLEBIHAN DALAM MENGAGUNGKAN AHLUL BAIT

Ahlul bait adalah: keluarga Ali, ‘Aqil, Ja’far dan Abbas, termasuk juga istri-istri Nabi karena Allah ta’ala berfirman:

“Hai istri-istri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kalian tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik, dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliah yang dahulu dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (QS. Al Ahzab: 32-33)

REFLEKSI TANGISAN MUSLIMIN MESIR

REFLEKSI TANGISAN MUSLIMIN MESIR

Mari Memohon “AL-‘AFIYAH” Untuk Mereka..

Mesir bergejolak dan tengah membara. Sebuah usaha penggulingan kekuasaan yang dianggap “tirani” kini sedang berlangsung. Chaos tak bisa dihindari. Revolusi berdarah tengah dipertontonkan pada dunia. Siapa kawan dan siapa lawan? Tak jelas, yang ada hanya awan kelam. Jangan tanya kerugian materi yang diderita. Dikabarkan bahwa negeri kaya sejarah dan budaya Islam tersebut menderita kerugian 28 Triliun setiap harinya, belum lagi korban jiwa yang hanya Allah Pemilik ilmu tentang jumlahnya.

Lalu siapakah yang hendak kita salahkan? Kiranya pertanyaan tersebut—di sini—tidak juga akan terjawab, karena pertanyaan berikut ini lebih penting dan menuntut untuk segera ditanggapi: Apakah yang bisa kita perbuat untuk mengangkat derita di Mesir, dan mengubah air mata terurai menjadi senyum harapan bagi segenap muslimin di sana? Relakah kita jika kondisi di Mesir merambah ke negeri kita? Lalu apa yang bisa kita upayakan sebagai hamba Allah yang beriman?

Jauh sebelumnya, Nabi kita yang mulia telah mengingatkan:

تَكُوْنُ فِتْنَةٌ لاَ يُنْجِيْ مِنْهَـا إِلاَّ دُعَـاءٌ كَدُعَاءِ الْغَرِيْقِ

Kelak, akan terjadi fitnah (huru-hara). Tak satupun yang mampu menyelamatkan kecuali suatu do’a, layaknya do’a seseorang yang akan tenggelam.” [HR. Ibnu Abi Syaibah: 6/22 dan 7/531, dishahihkan oleh al-Hakim: 1/687]

Do’a adalah senjata bagi orang-orang mukmin. Inilah modal perjuangan terbesar yang telah banyak dilupakan orang. Padahal, do’a mampu memberikan apa yang tidak mampu diberikan oleh segenap usaha manusia dalam menolak pedihnya bala’. Khususnya do’a yang dipanjatkan demi meraih ‘afiyah.

URGENSI MEMOHON ‘AFIYAH

Rofa’ah ibn Rofi’ mengisahkan: “Suatu ketika Abu Bakr as-Shiddiq radliyallahu ‘anhu  beranjak untuk berkhutbah di atas mimbar, tiba-tiba beliau menangis, beliau lalu berkata: ‘Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam pernah berdiri untuk berkhutbah, kemudian beliau menangis, lantas bersabda:

سَلُوْا اللهَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ، فَإِنَّ أَحَدًا لَمْ يُعْطَ بَعْدَ الْيَقِيْنِ خَيْرًا مِنَ الْعَافِيَةِ

Mintalah kepada Allah al-‘Afwa (keselamatan di akhirat) dan al-‘Afiyah (keselamatan di dunia). Karena seseorang tidaklah dianugerahi nikmat yang paling baik setelah yakin, kecuali al-‘Afiyah.” [Shahih Sunan at-Tirmidzi: 2821, al-Albani]

 

1 2 3 4