Marhaban Yaa Ramadhan

Marhaban Yaa Ramadhan

Ramadhan sebentar lagi datang menyapa kita, semoga Allah berkenan mempertemukan kita dengannya. Ramadhan adalah tamu agung dan mulia, padanya ada motivasi (targib) bagi pecinta kebaikan untuk segera memamfaatkannya dalam kebaikan dengan segala bentuknya, padanya ada peringatan dan teguran bagi para pecandu dosa dan kemaksiatan agar menahan diri dari segala jenis dosa yang selama ini terus dinikmati, setan tidak leluasa menggoda sebagaimana pada bulan-bulan yang lain, pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup serta pembebasan dari…

Sukseskah Kita Saat Ramadhan? (Ciri Maqbulnya Amal & Puasa Syawwal)

Sukseskah Kita Saat Ramadhan? (Ciri Maqbulnya Amal & Puasa Syawwal)

Apa Setelah Ramadhan? Jangan pernah menganggap; Ramadhân sebatas “festival ibadah” musiman atau “ajang mujâhadah” tahunan, yang berawal saat rembulan Sya’ban berlalu dan berakhir dengan terbitnya rembulan Syawwâl. Apa yang tadi malam kita anggap sebagai akhir, sejatinya adalah awal. Apa yang saat ini kita anggap sebagai hari kemenangan, pada hakikatnya adalah babak baru perjuangan. Ya, tantangan sesungguhnya adalah pada hari-hari ke depan, dimulai hari ini. Benar, pertempuran sebenarnya melawan syaitan dan hawa nafsu jiwa adalah pada…

10 Terakhir Ramadhan dan Lailatul Qadr

10 Terakhir Ramadhan dan Lailatul Qadr

Tidak terasa bulan Ramadhan yang penuh berkah ini telah memasuki 10 hari terakhir yang seharusnya setiap muslim memanfaatkannya semaksimal mungkin untuk lebih memperbanyak lagi ibadah dan amal shalih, sebagaimana kebiasaan panutan dan junjungan kita Nabi Muhammad-shallallahu ‘alaihi wasallam- seperti yang diceritakan A’isyah: كَانَ النَّبِيُّ- صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ “Nabi-shallallahu ‘alaihi wasallam-bila memasuki sepuluh akhir (dari bulan Ramadhan), beliau mengencangkan sarung, menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya .“…

5 Kelembutan Ilahi dibalik ungkapan “puasa itu Untuk-Ku”

5 Kelembutan Ilahi dibalik ungkapan “puasa itu Untuk-Ku”

Sobat, mari sejenak ber-tafakkur tentang keagungan ibadah puasa. Ketika Allâh subhanahuwata’ala berfirman dalam sebuah hadits rabbâni (hadits qudsi): كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ “Seluruh amalan anak Adam untuk mereka sendiri, kecuali puasa. Sungguh, ibadah puasa itu untuk-Ku. Akulah yang langsung akan memberikan imbalannya. Puasa adalah perisai.” [Shahïh al-Bukhâri: 1904] Apa yang terlintas dalam hati kecil Anda saat membaca ungkapan “puasa adalah untuk-Ku”? Sementara literatur ilmiah periwayatan…

Berpuasa Ramadhan bersama Al-Qur’an

Berpuasa Ramadhan bersama Al-Qur’an

Ramadhan disamping bulan untuk berpuasa dan qiamullayl diapun merupakan bulannya Al-Qur’an, padanya Allah ‘azza wa jalla turunkan Al-Qur’an dan pada bulan ini pula Rasulullâh shalallahu ‘alaihi wasallam saling memperdengarkan Al-Qur’an bersama Jibril ‘alaihis salaam. عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: «كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ بِالخَيْرِ، وَأَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ، لِأَنَّ جِبْرِيلَ كَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ، حَتَّى يَنْسَلِخَ يَعْرِضُ عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ…

Bersatu dalam Mengawali Puasa & Lebaran

Bersatu dalam Mengawali Puasa & Lebaran

Catatan Pinggir: Kritik untuk Fanatikus Hisab “Bersatu dalam Mengawali Puasa & Lebaran” Polemik mana yang paling benar dalam penentuan awal puasa dan lebaran antara metode ru’yat ataukah hisab sudah berlangsung sejak lama. Anehnya, polemik tersebut terjadi belakangan, bukan di zaman Rasulullâh shallallâhu ‘alaihi wasallam, bukan juga di era Sahabat. Jika demikian, seharusnya hal ini tidak pernah menjadi polemik apalagi perdebatan yang berkepanjangan. Tinggal mencontoh praktek Rasulullâh dan para Sahabatnya, selesai masalah.

1 2 3