BERPEGANG TEGUH PADA AL-QUR’AN DAN SUNNAH

BERPEGANG TEGUH PADA AL-QUR’AN DAN SUNNAH

Allah ﷻ Berfirman: وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai.” [QS. Ali Imaran : 103]. Ayat ini adalah salah satu perintah Allah ﷻ yang punya kemaslahatan besar untuk pribadi dan masyarakat. Karena berbicara tentang persatuan dengan Al-Quran sebagai pemersatu.

Tanggapan atas Ust. Abdul Somad hafizhahullah (Bag. 2)

Tanggapan atas Ust. Abdul Somad hafizhahullah  (Bag. 2)

Antara Ust. Abdul Somad, MA., Mu’tazilah, & Imam Abul Hasan al-Asy’ary (pro Nabi, Sahabat, serta Imam-Imam Salaf)   *** MUKADDIMAH Keyakinan bahwa Allah itu Maha Tinggi dan berada di atas, sejatinya merupakan keyakinan yang telah terpatri dalam fitrah kaum muslimin secara umum. Ungkapan-ungkapan mereka yang biasa kita dengar semisal; “Kita serahkan pada Yang di Atas”…, “Kalau Yang di Atas telah berkehendak”…., dan lain-lain yang semisal,

TAUHID ULUHIYYAH MENURUT IMAM AN-NAWAWAI AS-SYAFI’I

TAUHID ULUHIYYAH MENURUT IMAM AN-NAWAWAI AS-SYAFI’I

Imam an-Nawawi rahimahullāh (wafat: 676 H). Di kalangan Syāfi’iyyah, beliau dan dan ar-Rāfi’i (wafat: 623 H) dijuluki as-Syaikhaan. Jika keduanya bersepakat dalam suatu masalah, maka itulah pendapat inti yang dijunjung tinggi dalam mazhab Syafi’i. Kita pun, mencintai dan memuliakan kedua tokoh besar ini yang telah berjasa besar bagi kaum muslimin sampai hari ini.

PENGARUH IBADAH BAGI SEORANG MUSLIM

PENGARUH IBADAH BAGI SEORANG MUSLIM

Syariat Islam yang mencakup akidah (keyakinan), ibadah dan mu’amalah, diturunkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala dengan ilmu-Nya yang Maha Tinggi dan hikmah-Nya yang Maha Sempurna, untuk kebaikan dan kemaslahatan hidup manusia. Karena termasuk fungsi utama petunjuk Allah Subhanahu wa ta’ala dalam al-Qur’an dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah untuk membersihkan hati dan mensucikan jiwa manusia dari semua kotoran dan penyakit yang menghalanginya dari semua kebaikan dalam hidupnya. Pengaruh Positif Ibadah bagi Seorang Muslim Berikut…

E-BOOK: Pandangan Islam tentang Perayaan Ogoh-Ogoh dalam Perspektif Cinta & Benci Karena Allah

E-BOOK: Pandangan Islam tentang Perayaan Ogoh-Ogoh dalam Perspektif Cinta & Benci Karena Allah

Prolog Semenjak Allah mengabarkan kepada kita tentang sumpah Iblis dalam firman-Nya; قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِين “Iblis berkata: ‘Demi keagungan-Mu, sungguh-sungguh aku akan menyesatkan mereka (anak Adam) semuanya.” [QS. Shaad: 82] dan semenjak Allah berfirman; إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوّاً إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِير “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, Maka anggaplah ia musuh(mu), karena Sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala. [QS. Faathir: 6] semenjak…

10 Langkah Menuju Pintu Ramadhan

10 Langkah Menuju Pintu Ramadhan

Tulisan ini adalah translasi makna dari sebuah goresan pena yang menggugah. Ditulis oleh Jam’ân al-Ghâmidi. Di bawah judul “Baina Yadai Ramadhân; Fadzakkir fa-inna adz-Dikrâ Tanfa’ul Mu’minîn”[1] (Di ambang Ramadhân; Berilah peringatan, karena peringatan itu baik bagi orang-orang mukmin). Berbicara tentang Ramadhân yang sebentar lagi datang. Langkah apa saja yang harus kita persiapkan. Langkah #1 أولاً: جرد القصد والنية لله جل وعلى واجعل الصيام والقيام لله خالصا واحرص على أن يكون لك خبيئة من العمل لايراها…

Menunda Dakwah Tauhid Sampai Meraih Simpati Masyarakat…?? (Fatwa al-Imam al-Albani)

Menunda Dakwah Tauhid Sampai Meraih Simpati Masyarakat…?? (Fatwa al-Imam al-Albani)

Seorang da’i di awal-awal dakwahnya berusaha menarik simpati objek dakwahnya dengan cara mengikuti kebiasaan dan tradisi mereka, baru kemudian mendakwahkan sunnah kepada mereka. Benarkah metode seperti ini…?? Jawaban al-Imam al-Albani rahimahullähäh: Metode seperti itu tidaklah benar. Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidaklah mengajak kaumnya kepada Islam dengan cara menarik simpati (keridhoan) mereka melalui tradisi yang biasa mereka kerjakan. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam langsung mengajak mereka kepada Tauhid….

1 2 3 4