Tentang Takdir Ilahi

Tentang Takdir Ilahi

Keyakinan pada takdir Allāh adalah salah satu rukun iman di antara rukun-rukun iman (arkān al-īmān) yang enam. Seseorang belumlah dikatakan beriman jika tidak mengimani takdir Allāh, sekalipun dia meyakini kelima rukun iman yang lain. Bahkan segenap amal salatnya, puasanya, hajinya, sedekahnya, dan seluruh amal ibadahnya, tidak akan diterima oleh Allāh jika dia belum beriman pada takdir dengan keimanan yang benar. ‘Abdullāh bin ‘Umar, putra ‘Umar bin al-Khaṭṭāb raḍiallāhu’anhuma, pernah berkata tentang sekelompok orang yang mengingkari…

MUSIBAH DAN SOLUSINYA

MUSIBAH DAN SOLUSINYA

Tidak ada seorangpun di muka bumi ini melainkan pasti akan mendapatkan ujian dari Allah subhanhu wa ta’ala. Lebih-lebih orang shalih dan para auliya’ullah (para kekasih Allah subhanhu wa ta’ala). Allah subhanhu wa ta’ala berfirman: إِنَّ اللهَ إِذَا أَحَبَّ قَومًا اِبْتَلَاهُمْ فَمَنْ َرضِيَ فَلَهُ الرِّضَى وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ “Sesungguhnya Allah  apabila ia mencintai suatu kaum maka ia akan memberinya ujian, maka barang siapa yang ridha maka ia akan mendapat ridha Allah  dan barang siapa yang…

Download Materi Kajian Ust. Dr. Sofyan Fuad Baswedan, Lc. MA di Lombok “Sudah Benarkah Syahadat Kita”

Download Materi Kajian Ust. Dr. Sofyan Fuad Baswedan, Lc. MA di Lombok “Sudah Benarkah Syahadat Kita”

Berikut Link download Materi Kajian Ust. Dr. Sofyan Fuad Baswedan, Lc. MA yang insyaAllah diselenggarakan di Masjid Sulaiman Fauzan Al Fauzan, Bagek Nyaka, Lombok Timur pada hari Selasa(ba’da maghrib), 7 Rajab 1438 H/ 4 April 2017 M SUDAH BENARKAH SYAHADAT KITA https://drive.google.com/file/d/0B3Sr3CdKg8LoTE0xWTBFdHo3RDQ/view?usp=drivesdk

FENOMENA SYIRIK CINTA

FENOMENA SYIRIK CINTA

Sesungguhnya semua Ibadah dan ketaatan tidak akan tegak kecuali di atas tiga rukun yang harus tertancap dalam hati kita yaitu cinta (الْحُبُّ), takut (الْخَوْفُ) dan berharap (الرَّجَاءُ). Allah Ta’ala berfirman tentang cinta (artinya): “Dan orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah.” (QS. al Baqarah: 165).

JADIKANLAH AKHIRAT NIAT & TUJUANMU

JADIKANLAH AKHIRAT NIAT & TUJUANMU

Dari Zaid bin Tsabit Radhiyallahu’anhu, ia mendengar Rasûlullâh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : مَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ ، فَرَّقَ اللهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ ، وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ ِ، وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ ، وَمَنْ كَانَتِ الْآخِرَةُ نِيَّـتَهُ ، جَمَعَ اللهُ أَمْرَهُ ، وَجَعَلَ غِنَاهُ فِيْ قَلْبِهِ ، وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ. “Barangsiapa tujuan hidupnya adalah dunia, maka Allâh akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan ia tidak mendapatkan dunia…

AQIDAH IMAM SYAFI’I

AQIDAH IMAM SYAFI’I

Imam Muhammad bin Idris as-Syafi’i rahimahullahu adalah seorang ulama klasik yang memiliki jasa dan usaha yang mulia nan berkah dalam membela sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengajak umat untuk kembali kepada al-Quran dan Sunnah. Beliau merupakan sosok ulama pembaharu agama yang sebagian besar ulama menyebutkan bahwa beliau salah satu bagian dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: إنَّ اللهَ يَبْعَثُ لِهَذِهِ الأُمَّة عَلَى رَأْسِ كُلِّ مِائَةِ سَنَةٍ مَن يُجَدِّدُ لَهَا دِيْنَهَا “Sesungguhnya Alloh…

KIAT HIDUP AMAN

KIAT HIDUP AMAN

Setiap insan berakal tentu sangat mendambakan kebahagiaan dan keamanan dalam hidupnya. Orang kafir, orang Islam, tua, muda, semua berpacu untuk mendapatkannya. Hanya saja manusia berbeda-beda cara dalam meraihnya. Pada tulisan ini kami coba ketengahkan kepada pembaca yang budiman kiat-kiat memperoleh keamanan dan kebahagiaan yang insya Allah akan langgeng di dunia dan akhirat. Pertama: yang perlu ditekankan bahwa keamanan dan kebahagiaan hakiki hanya akan didapatkan dengan berpegang teguh dengan agama Islam. Dan sebab kehancuran adalah dengan…

KEINDAHAN ASMA’UL HUSNA

KEINDAHAN ASMA’UL HUSNA

Keindahan Asmâ-ul Husnâ (nama-nama Allâh subhanahu wa ta’ala yang maha indah) merupakan kemahaindahan yang sempurna dan di atas semua keindahan yang mampu digambarkan dan terbetik oleh akal pikiran manusia. Rasûlullâh shallallahu ‘alaihi wasallam menggambarkan hal ini dalam sebuah doa beliau yang terkenal: لا أُحْصِيْ ثَنَاءً عَلَيْكَ، أَنْتَ كَما أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ “Aku tidak mampu menghitung/membatasi pujian/sanjungan terhadap-Mu, Engkau adalah sebagaimana (pujian dan sanjungan) yang Engkau peruntukkan bagi diri-Mu.” [HR. Muslim no. 486]

MENCARI BERKAH

MENCARI BERKAH

Tabarruk didefinisikan sebagai upaya mencari berkah. Biasa disebut ngalap berkah. Sedangkan keberkahan adalah banyak dan bertambahnya kebaikan secara terus-menerus. Seseorang akan dikatakan diberkahai apabila dia memiliki banyak kebaikan. Demikian juga sebuah benda, tempat, dan waktu akan dikatakan diberkahi bila memiliki banyak kebaikan. Misalnya dalam firman Allah Ta’ala ketika mengisahkan perkataan Nabi Isa alaihis salam, وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَينَ مَا كُنْتُ “Dan Allah menjadikanku diberkahi dimanapun aku berada.” [QS. Maryam: 31].

1 2 3 4