PENGARUH IBADAH BAGI SEORANG MUSLIM

PENGARUH IBADAH BAGI SEORANG MUSLIM

Syariat Islam yang mencakup akidah (keyakinan), ibadah dan mu’amalah, diturunkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala dengan ilmu-Nya yang Maha Tinggi dan hikmah-Nya yang Maha Sempurna, untuk kebaikan dan kemaslahatan hidup manusia. Karena termasuk fungsi utama petunjuk Allah Subhanahu wa ta’ala dalam al-Qur’an dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah untuk membersihkan hati dan mensucikan jiwa manusia dari semua kotoran dan penyakit yang menghalanginya dari semua kebaikan dalam hidupnya. Pengaruh Positif Ibadah bagi Seorang Muslim Berikut…

10 Sampah Jiwa Menurut Ibnul Qayyim

10 Sampah Jiwa Menurut Ibnul Qayyim

Ibnul Qayyim rahimahullâh (wafat: 751-H) mengatakan; “Ada sepuluh hal yang tidak bermanfaat, layaknya sampah buangan bagi seorang insan[1]: #01: علم لا يعمل به Ilmu yang mengendap lantas mati, tidak terhidupkan dalam wujud amal yang shalih #02: وعمل لا إخلاص فيه ولا اقتداء Amal yang kosong dari ruh keikhlasan dan sunyi dari spirit mutâba’ah kepada sunnah. #03: ومال لا ينفق منه فلا يستمتع به جامعه في الدنيا ولا يقدمه أمامه في الآخرة. Harta yang tidak di-infaq-kan…

Inilah Yang Telah Lama Hilang dari Kita, Yaa Akhi…!!

Inilah Yang Telah Lama Hilang dari Kita, Yaa Akhi…!!

Saat kumandang ibadah diserukan, seketika itu pula sejagad hati bertawajjuh pada Rabb-nya. Tak ada yang mengusik pikiran. Tak ada yang menggelayut di hati. Yang ada hanya hasrat tuk menundukkan wajah dalam keheningan sujud di hadapan-Nya. Begitu tenangnya arus darah yang menyusuri setiap sudut arteri. Betapa damai setiap hembusan nafas demi nafas. Betapa tentramnya selaput ari menyelimuti sekujur tubuh. Pori-pori begitu nyenyak mengatup kelopak matanya. Jantung berdetak dalam ritme yang khudu’, seolah melantunkan lafaz-lafaz dzikir yang…

Wasiat Terakhir Imam Syafi’i Rahimahullah

Wasiat Terakhir Imam Syafi’i Rahimahullah

Diriwayatkan dari Imam al-Muzanniy (murid terdekat Imam asy-Syafi’i), dia bertutur: “Aku membesuk asy-Syafi’i ketika beliau ditimpa sakit yang mengantarkannya pada ajal. Aku pun berkata padanya: ‘Bagaimana keadaanmu wahai guru?’ Beliau menjawab: ‘Keadaanku layaknya seseorang yang akan pergi meninggalkan dunia, yang segera akan berpisah dengan saudara, yang sejenak lagi akan meneguk gelas kematian, yang akan bertemu dengan buruknya amalku, yang akan menghadap Allah. Aku tak tahu, apakah ruhku akan terbang melayang menuju surga, hingga aku pantas…

Perangkap Iblis untuk Tholibul ‘Ilmi

Perangkap Iblis untuk Tholibul ‘Ilmi

Penyakit tholibul ‘ilmi; hobi membahas “أدق مسائل” masalah-masalah yang terlalu mendalam plus ghorib, namun melupakan pengamalan masalah-masalah yang sudah jelas dan lebih utama. Kita sering kali hanyut dalam kebanggaan membahas cabang-cabang permasalahan fiqih yang jarang disebut apalagi dibahas. Demi menampakkan eksistensi bahwa “aku lebih tau dari mereka”.

Nasehat Menghujam bagi Diri (dan Segenap Penulis)

Nasehat Menghujam bagi Diri (dan Segenap Penulis)

Menulis itu seharusnya menjadi kebutuhan diri, jauh sebelum ia menjadi hadiah yang bermanfaat bagi orang lain. Muhammad bin Ya’qub mengisahkan sosok Muhammad bin Nashr rahimahullah: ما رأيت أحسن صلاة منه، كنا نتعجب من حسن صلاته وخشوعه وهيئته للصلاة! ويزول عنا العجب حين نعلم بأنه صاحب الكتاب العظيم: “تعظيم قدر الصلاة” “Aku tak pernah melihat shalat yang lebih baik dari shalat yang ia kerjakan. Kami begitu takjub dengan kekhsyu’annya dan cara ia menghayati shalatnya. Ketakjuban itu…

Syair Imâm asy-Syâfi’i: “Selamat Tinggal Rasa Malas”

Syair Imâm asy-Syâfi’i: “Selamat Tinggal Rasa Malas”

Imâm asy-Syâfi’i rahimahullâh berkata dalam syairnya: تَصَبَّرْ عَلَى مُرِّ الجَفَا مِنْ مُعَلِّمٍ ** فَإِنَّ رُسُوْبَ الْعِلْمِ فِيْ نَفَرَاتِهِ “Bersabarlah atas pahit getirnya jauh dan asing dari Sang Guru ** Karena bersemayamnya ilmu (di dalam hati-pent), diraih dari talqîn dan penjelasan Sang Guru (maka janganlah berpaling darinya-pent).” فَمَنْ لَمْ يَذُقْ مُرَّ التَعَلُّمِ سَاعَةً ** تَجَرَّعَ ذُلَّ الجَهْلِ طُوْلَ حَياتِهِ “Barangsiapa belum pernah merasakan pahitnya menuntut ilmu walau sesaat ** Ia kan menelan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.”…

Syair Imam Syafi’i: “Merantau Demi Ilmu dan Kemuliaan”

Syair Imam Syafi’i: “Merantau Demi Ilmu dan Kemuliaan”

Al-Imam asy-Syafi’i berkata dalam syairnya: ما في المُقامِ لذي عقلٍ وذي أدبٍ مِنْ رَاحَة ٍ فَدعِ الأَوْطَانَ واغْتَرِب “Berdiam diri, stagnan, dan menetap di tempat mukim, sejatinya bukanlah peristirahatan bagi mereka pemilik akal dan adab, maka berkelanalah, tinggalkan negerimu (demi menuntut ilmu dan kemuliaan) سافرْ تجد عوضاً عمَّن تفارقهُ وانْصَبْ فَإنَّ لَذِيذَ الْعَيْشِ فِي النَّصَبِ Safarlah, engkau akan menemukan pengganti orang-orang yang engkau tinggalkan. Berpeluhlah engkau dalam usaha dan upaya, karena lezatnya kehidupan baru terasa…

Syair Imam Syafi’i: “Biarkan Waktu Berbuat Semaunya”

Syair Imam Syafi’i: “Biarkan Waktu Berbuat Semaunya”

Catatan Penting: Syair-syair Imam Syâfi’i berikut ini saya terjemahkan secara bebas. Tujuan utamanya adalah menyampaikan makna dan pesan-pesan positif yang dibawanya agar semudah mungkin sampai pada pemahaman pembaca. Jadi terjemahan yang Anda baca, tidak sepenuhnya—bahkan pada bagian tertentu sama sekali tidak—mewakili makna-makna akar setiap kosakata Arab secara bahasa. Ini penting untuk dicatat, agar tidak menjadikan terjemahan ini sebagai sandaran dalam memaknai kata perkata yang dituliskan oleh penyair. Al-Imâm asy-Syâfi’i rahimahullâh (wafat: 204-H) bersyair: دَعِ الأَيَّامَ…

1 2 3