PENGARUH IBADAH BAGI SEORANG MUSLIM

PENGARUH IBADAH BAGI SEORANG MUSLIM

Syariat Islam yang mencakup akidah (keyakinan), ibadah dan mu’amalah, diturunkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala dengan ilmu-Nya yang Maha Tinggi dan hikmah-Nya yang Maha Sempurna, untuk kebaikan dan kemaslahatan hidup manusia. Karena termasuk fungsi utama petunjuk Allah Subhanahu wa ta’ala dalam al-Qur’an dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah untuk membersihkan hati dan mensucikan jiwa manusia dari semua kotoran dan penyakit yang menghalanginya dari semua kebaikan dalam hidupnya. Pengaruh Positif Ibadah bagi Seorang Muslim Berikut…

10 Sampah Jiwa Menurut Ibnul Qayyim

10 Sampah Jiwa Menurut Ibnul Qayyim

Ibnul Qayyim rahimahullâh (wafat: 751-H) mengatakan; “Ada sepuluh hal yang tidak bermanfaat, layaknya sampah buangan bagi seorang insan[1]: #01: علم لا يعمل به Ilmu yang mengendap lantas mati, tidak terhidupkan dalam wujud amal yang shalih #02: وعمل لا إخلاص فيه ولا اقتداء Amal yang kosong dari ruh keikhlasan dan sunyi dari spirit mutâba’ah kepada sunnah. #03: ومال لا ينفق منه فلا يستمتع به جامعه في الدنيا ولا يقدمه أمامه في الآخرة. Harta yang tidak di-infaq-kan…

Wasiat Terakhir Imam Syafi’i Rahimahullah

Wasiat Terakhir Imam Syafi’i Rahimahullah

Diriwayatkan dari Imam al-Muzanniy (murid terdekat Imam asy-Syafi’i), dia bertutur: “Aku membesuk asy-Syafi’i ketika beliau ditimpa sakit yang mengantarkannya pada ajal. Aku pun berkata padanya: ‘Bagaimana keadaanmu wahai guru?’ Beliau menjawab: ‘Keadaanku layaknya seseorang yang akan pergi meninggalkan dunia, yang segera akan berpisah dengan saudara, yang sejenak lagi akan meneguk gelas kematian, yang akan bertemu dengan buruknya amalku, yang akan menghadap Allah. Aku tak tahu, apakah ruhku akan terbang melayang menuju surga, hingga aku pantas…

Syair Imâm asy-Syâfi’i: “Selamat Tinggal Rasa Malas”

Syair Imâm asy-Syâfi’i: “Selamat Tinggal Rasa Malas”

Imâm asy-Syâfi’i rahimahullâh berkata dalam syairnya: تَصَبَّرْ عَلَى مُرِّ الجَفَا مِنْ مُعَلِّمٍ ** فَإِنَّ رُسُوْبَ الْعِلْمِ فِيْ نَفَرَاتِهِ “Bersabarlah atas pahit getirnya jauh dan asing dari Sang Guru ** Karena bersemayamnya ilmu (di dalam hati-pent), diraih dari talqîn dan penjelasan Sang Guru (maka janganlah berpaling darinya-pent).” فَمَنْ لَمْ يَذُقْ مُرَّ التَعَلُّمِ سَاعَةً ** تَجَرَّعَ ذُلَّ الجَهْلِ طُوْلَ حَياتِهِ “Barangsiapa belum pernah merasakan pahitnya menuntut ilmu walau sesaat ** Ia kan menelan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.”…

Syair Imam Syafi’i: “Merantau Demi Ilmu dan Kemuliaan”

Syair Imam Syafi’i: “Merantau Demi Ilmu dan Kemuliaan”

Al-Imam asy-Syafi’i berkata dalam syairnya: ما في المُقامِ لذي عقلٍ وذي أدبٍ مِنْ رَاحَة ٍ فَدعِ الأَوْطَانَ واغْتَرِب “Berdiam diri, stagnan, dan menetap di tempat mukim, sejatinya bukanlah peristirahatan bagi mereka pemilik akal dan adab, maka berkelanalah, tinggalkan negerimu (demi menuntut ilmu dan kemuliaan) سافرْ تجد عوضاً عمَّن تفارقهُ وانْصَبْ فَإنَّ لَذِيذَ الْعَيْشِ فِي النَّصَبِ Safarlah, engkau akan menemukan pengganti orang-orang yang engkau tinggalkan. Berpeluhlah engkau dalam usaha dan upaya, karena lezatnya kehidupan baru terasa…

Syair Imam Syafi’i: “Biarkan Waktu Berbuat Semaunya”

Syair Imam Syafi’i: “Biarkan Waktu Berbuat Semaunya”

Catatan Penting: Syair-syair Imam Syâfi’i berikut ini saya terjemahkan secara bebas. Tujuan utamanya adalah menyampaikan makna dan pesan-pesan positif yang dibawanya agar semudah mungkin sampai pada pemahaman pembaca. Jadi terjemahan yang Anda baca, tidak sepenuhnya—bahkan pada bagian tertentu sama sekali tidak—mewakili makna-makna akar setiap kosakata Arab secara bahasa. Ini penting untuk dicatat, agar tidak menjadikan terjemahan ini sebagai sandaran dalam memaknai kata perkata yang dituliskan oleh penyair. Al-Imâm asy-Syâfi’i rahimahullâh (wafat: 204-H) bersyair: دَعِ الأَيَّامَ…

MUSIBAH DAN SOLUSINYA

MUSIBAH DAN SOLUSINYA

Tidak ada seorangpun di muka bumi ini melainkan pasti akan mendapatkan ujian dari Allah subhanhu wa ta’ala. Lebih-lebih orang shalih dan para auliya’ullah (para kekasih Allah subhanhu wa ta’ala). Allah subhanhu wa ta’ala berfirman: إِنَّ اللهَ إِذَا أَحَبَّ قَومًا اِبْتَلَاهُمْ فَمَنْ َرضِيَ فَلَهُ الرِّضَى وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ “Sesungguhnya Allah  apabila ia mencintai suatu kaum maka ia akan memberinya ujian, maka barang siapa yang ridha maka ia akan mendapat ridha Allah  dan barang siapa yang…

3 JENIS GANJARAN ALLAH BAGI HAMBANYA

3 JENIS GANJARAN ALLAH BAGI HAMBANYA

Seorang hamba akan diberi ganjaran untuknya pada tiga hal: 1. Perbuatan yang dia lakukan sendiri 2. Amal perbuatan yang mulai dilakukannya namun dia terpaksa tidak bisa melanjutkannya, akan tetap dinilai sempurna oleh Allah Azza wa Jalla. 3. Juga akan dituliskan untuknya pengaruh yang timbul dari amal perbuatannya tersebut Tiga hal ini termasuk di antara karunia Allâh Azza wa Jalla kepada para hamba-Nya, juga termasuk bukti betapa rahmat Allâh itu sangat luas. Ketiga hal tersebut di…

1 2