Buletin Dakwah Al-Hujjah

Menuju Islam Hakiki

 
Buletin Sahabat
DAHSYATNYA DOA DI BULAN RAMADHAN PDF Cetak E-mail
Ibadah
Oleh Administrator   
Jumat, 27 Agustus 2010 00:00

MENGILMUI SUMBER-SUMBER KEKUATAN  DOA 

flickr.com

Ramadhan adalah bulannya ahlul munajat, bulan berpesta bagi hamba-hamba Allah yang tak pernah bosan dan letih memanjatkan do’a kepada-Nya.

Renungkanlah! Wahai hamba-hamba Allah, satu ayat mulia berikut ini, yang urutannya dalam mushaf al-Qur-aan berada di antara ayat-ayat yang berbicara tentang Ramadhan (ayat 183  s.d. ayat 187, QS. al-Baqarah):

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan jika hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (wahai Muhammad) tentang Aku, maka (katakanlah bahwa) sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan hamba yang berdo’a jika ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala) perintah-Ku, dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” [QS. Al-Baqarah: 186]

Keberadaan ayat ini di tengah-tengah ayat tentang Ramadhan, mengandung hikmah yang begitu mendalam. Al-Hafizh Ibnu Katsir mengupas hikmah tersebut dalam kitab tafsirnya yang terkenal, beliau mengatakan:

وَفِيْ ذِكْرِهِ تَعَالَى هٰذِهِ الْآيَةَ الْبَاعِثَةَ عَلَى الدُّعَاءِ مُتَخَلِّلَةً بَيْنَ أَحْكَامِ الصِّيَامِ، إِرْشَادٌ إِلَى الْإجْتِهَادِ فِيْ الدُّعَاءِ عِنْدَ إِكْمَالِ الْعِدَّةِ بَلْ وَعِنْدَ كُلِّ فِطْرٍ

Firman Allah ta’ala pada ayat ini perihal motivasi berdo’a yang disebutkan di sela-sela ayat tentang hukum-hukum seputar puasa (Ramadhan), menyiratkan petunjuk untuk bersungguh-sungguh dalam berdo’a saat menyempurnakan puasa, bahkan saat berbuka...” [Tafsir Ibnu Katsir: I/hal. 471, cet. Daar Ibnu Hazm 1419-H]

 

 
Sekolah untuk Kebahagian yang Hakiki PDF Cetak E-mail
Ibadah
Oleh Administrator   
Rabu, 31 Maret 2010 15:16

 Sekolah untuk Kebahagian yang Hakiki

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ

"Ya Tuhan Kami, anugrahkanlah kepada Kami isteri-isteri Kami dan keturunan Kami sebagai penyenang hati (Kami)” (Al-Furqan : 74)

Tentu setiap muslim, hamba Allah Yang Maha Pengasih sangat mendambakan apa yang mereka selalu panjatkan dalam doa yang diajarkan Allah di atas. Namun banyak orang tidak bisa menghayati dan menjiwai doa tersebut dengan baik, sehingga mereka salah memaknai keturunan yang dapat menyenangkan hati yang selau mereka minta dalam doa itu. Kebanyakan orang lebih condong memaknai keturunan yang menyenangkan hati itu sebagai anak cucu yang berparas ganteng atau cantik berfisik baik dan menguntungkan di kehidupan dunia bagi diri sang anak sendiri, orang tua dan keluarganya. Sehingga kita melihat sebagian kaum muslimin berbondong-bondong mendidik anak mereka untuk mendapatkan doa yang salah mereka pahami, seolah-olah anak mereka tidak akan bahagia dan tidak akan membahagiakan mereka kecuali dengan pendidikan duniawi saja. Jelas pemikiran seperti ini bersumber dari pemahaman materialis yang hanya meyakini kebahagian itu datang dari harta benda.

 

Yang Online

Terdapat 4 Tamu online

Pengguna

Anggota : 1056
Konten : 70
Jumlah Kunjungan Konten : 274571

Situs Sunnah

Kumpulan Situs Sunnah

Pasang Widget ini..