Buletin Dakwah Al-Hujjah

Menuju Islam Hakiki

 
Buletin Sahabat
TAZKIYATUN NUFUS 'Penyucian Jiwa' PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengunjung: / 2
KurangTerbaik 
Tazkiyatun Nufus
Oleh al-Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas   
Jumat, 15 Oktober 2010 00:00

Konsep Ahlussunnah wal Jama’ah

Pembahasan tentang Tazkiyatun Nufus (penyucian jiwa/hati) merupakan pembahasan yang sangat penting. Allah berfirman tentang keutamaan orang-orang yang menyucikan jiwanya:

“(artinya)...dan barangsiapa menyucikan dirinya, sesungguhnya ia menyucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan kepada Allah-lah tempat kembali.” [QS. Fathir: 18]

“(artinya) Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri, dan mengingat Nama Rabb-nya, lalu ia shalat.” [QS. al-A’laa: 14-15]

Di akhirat kelak, Allah hanya akan menerima manusia yang datang dengan membawa hati yang saliim (selamat), sebagaimana firman-Nya:

“(artinya) Dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan, (yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang saliim (selamat).” [QS. asy-Syu’araa: 87-89]

 
MAQOM TAUBAT PDF Cetak E-mail
Tazkiyatun Nufus
Oleh Administrator   

“Kedudukan Taubat dalam Pelarian Hamba Menuju Allah Subhannahu wa Ta'ala”

Taubat merupakan gerbang awal bagi seorang hamba dalam pelariannya menuju Allah, Sang Pencipta dan Pengatur Alam Semesta. Allah berfirman dalam kitab-Nya yang suci:

فَفِرُّوا إِلَى اللهِ إِنِّي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ مُبِينٌ

Maka segera berlarilah kalian (kembali) menuju Allah. Sungguh aku (Rasul) seorang pemberi peringatan yang nyata dari-Nya bagi kalian.” [QS. adz-Dzaariyaat: 50]

Dalam ayat tersebut Allah memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk segera berlari (kembali) kepada-Nya; berlari dari kekufuran menuju iman, dari kesyirikan menuju tauhid, dari bid’ah menuju sunnah, dari maksiat menuju ketaatan, dari kejahilan menuju ilmu, dari kelalaian menuju dzikir, dan dari kesesatan menuju petunjuk. [Hayaatus Su’adaa’ hal. 63, oleh Syaikh Shaalih bin Thoha Abdul Wahid, Taqdim oleh Syaikh Dr. Masyhur Hasan Salman]

Allah menurunkan segala macam adzab dan cobaan (baik itu berupa derita maupun bahagia, sesuatu  yang buruk ataupun baik), itu semua ditujukan agar manusia berlari kembali menuju Allah. Dalam banyak ayat al-Qur-aan Allah menegaskan hal ini, di antaranya adalah:

وَبَلَوْنَاهُمْ بِالْحَسَنَـاتِ وَالسَّيِّئَاتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

...dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali.” [QS. al-A’raaf: 168]

وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا مَا حَوْلَكُمْ مِنَ الْقُرَى وَصَرَّفْنَا الآيَاتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Dan Sesungguhnya Kami telah membinasakan negeri-negeri di sekitarmu dan Kami telah mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami berulang-ulang supaya mereka kembali (bertaubat).” [QS. al-Ahqaaf: 27]

 

 

Yang Online

Terdapat 4 Tamu online

Pengguna

Anggota : 1056
Konten : 70
Jumlah Kunjungan Konten : 274572

Situs Sunnah

Kumpulan Situs Sunnah

Pasang Widget ini..