Buletin Dakwah Al-Hujjah

Menuju Islam Hakiki

 
Ayat-ayat Cinta PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengunjung: / 15
KurangTerbaik 
Tafsir
Oleh Tim Redaksi Al-Hujjah   
Senin, 14 April 2008 00:00

Buletin Al-Hujjah Vol: 08-IX/Rabi’ul Awwal-1429H/April-08

“ANTARA DAKWAAN & KENYATAAN”

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ

وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

“Katakanlah: ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

[QS. Ali ‘Imraan: 31]

Jika hendak diartikan secara harfiah, Ayat-Ayat Cinta berarti Tanda-Tanda Cinta. “Tanda-tanda cinta kepada Allah dan Rasul-Nya”, makna inilah yang hendak kami angkat sebagai titik sentral kajian Tafsir kita kali ini. Menilik fenomena belakangan ini, dimana kaum muslimin seolah kehilangan figur sejati untuk dicintai. Mereka berbondong-bondong mengidolakan tokoh fiktif novel ketimbang Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam, teladan sejati –yang riil (nyata)- bagi kaum muslimin dalam hal cinta dan ketulusan

 
Kumpulan Tanya Jawab Ustadz PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengunjung: / 6
KurangTerbaik 
Tanya Jawab
Oleh Administrator   
Jumat, 16 Januari 2009 07:39

Berikut adalah pertanyaan yang kami ambil dari blog kami yang lama di alhujjahlombok.wordpress.com yang telah selesai di jawab oleh Ustadz kami. Masih banyak pertanyaan yang belum sempat terjawab oleh ustadz-ustadz kami baik di situs baru kami ini maupun di blog kami yang lama (wordpress), mengingat proses menjawab pertanyaan yang masuk membutuhkan waktu yang tidak sedikit disela kesibukan para asatidz kami di Lombok, untuk itu kami harap kesabaran dari antum sekalian yang sekiranya pernah memposting pertanyaan pada kami  untuk menunggu jawaban dari para Asatidz. Jazzakumullahu Khairan wa Katsira atas perhatian dan kesabaran antum sekalian.


 
5 Besar Dosa di Malam TAHUN BARU PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengunjung: / 9
KurangTerbaik 
Targhib
Oleh Administrator   
Sabtu, 02 Januari 2010 15:13
Perayaan tahun baru tidak diragukan lagi merupakan perayaan yang mulanya dilakukan oleh orang-orang kafir dan sudah menjadi tradisi mereka dari tahun ke tahun. Sejarah menyebutkan bahwa perayaan tahun baru pertama kali diadakan pada 1 Januari 45 SM, tepat setahun setelah tewasnya Julius Caesar, penguasa Romawi yang menjadi pelopor kalender baru masehi ini.

Sekarang perayaan orang-orang kafir ini sudah menjadi tradisi juga di kalangan kaum muslimin, sungguh menyedihkan. Padahal padanya terdapat beragam dosa yang bisa mengundang kemurkaan Allah. Di sini kami menyebutkan 5 besar di antaranya:

Pertama: Mengikis Aqidah Islam

Perayaan tahun baru adalah sikap tasyabbuh (meniru-niru) kepada orang kafir, banyak di antara kita saling mengucapkan “Selamat Natal dan Tahun Baru”. Ini tidak terjadi kecuali karena adanya kekaguman atau kecintaan terhadap tradisi mereka. Jika demikian, sungguh hal ini telah menyentuh ranah aqidah dan mengikisnya. Ini adalah bencana yang besar bagi umat Islam. Karena lambat laun tanpa kita sadari, aqidah yang terkikis tidak lagi tersisa sehingga jadilah kita bagian dari kekafiran mereka, na’uudzubillaah.

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” [Hadits Shahih, riwayat Ahmad –Abu Daud]

Anas bin Malik mengatakan,

كَانَ لِأَهْلِ الْجَاهِلِيَّةِ يَوْمَانِ فِي كُلِّ سَنَةٍ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَلَمَّا قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ قَالَ كَانَ لَكُمْ يَوْمَانِ تَلْعَبُونَ فِيهِمَا وَقَدْ أَبْدَلَكُمْ اللَّهُ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ الْأَضْحَى

Orang-orang Jahiliyah dahulu memiliki dua hari (hari Nairuz dan Mihrojan) di setiap tahun yang mereka senang-senang ketika itu. Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tiba di Madinah, beliau mengatakan, 'Dulu kalian memiliki dua hari untuk senang-senang di dalamnya. Sekarang Allah telah menggantikan bagi kalian dua hari yang lebih baik yaitu hari Idul Fithri dan Idul Adha.” [Hadits Shahih, riwayat an-Nasa-i no. 1556]

 
Khutbah 'Iedul Adha PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengunjung: / 3
KurangTerbaik 
Khutbah
Oleh Ust. Fachruddin Abdurrahman, Lc.   
Senin, 08 Desember 2008 00:00

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ …

فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ.

Ikhwatal Islam

Pada hari ini, hari di mana kita berkumpul di lapangan yang terbuka, beratapkan langit yang Allah tinggikan tanpa tiang, yang dengannya Allah telah menunjukkan keperkasaan dan kekuasaanNya, bahwa tidak ada satu sesembahanpun yang dapat menyaingi-Nya, dialah Yang Mahakuasa, pengatur segala kehidupan kita, Yang Memberi rezeki pada kita, Yang Menghidupkan dan Mematikan kita. Maha Besar Allah, oleh karena itu tidak ada sesembahan yang disembah dengan benar kecuali Allah dan segala puji bagi-Nya atas kesempurnaan sifat-sifat-Nya dan atas karunia-Nya yang berlimpah untuk kita.

Inilah arti takbir yang berkumandang diseantero dunia pada har-hari ini. Takbir tahlil dan tahmid ini adalah inti dakwah Nabi Ibrahim bahkan inti dakwah seluruh Nabi yang diutus oleh Allah.

 
Dibalik Keajaiban Do'a PDF Cetak E-mail
Hadits

Sebagai Pemusnah Kesusahan

flickr.com

اللّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ، وَابْنُ عَبْدِكَ، وَابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ، وَنُوْرَ صَدْرِيْ، وَجَلاَءَ حُزْنِيْ، وَذَهَابَ هَمِّ

 

“Wahai Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu yang laki-laki dan perempuan (dari ayahku hingga Adam, dan dari ibuku hingga Hawa), ubun-ubunku dalam genggaman tangan-Mu, telah tetap hukum-Mu terhadapku, sungguh adil ketentuan (takdir)-Mu atasku. Aku memohon kepada-Mu dengan (wasilah) Nama-Nama-Mu, yang Engkau namakan diri-Mu dengannya, atau yang telah Engkau ajarkan kepada salah seorang hamba-Mu, atau yang telah Engkau turunkan dalam Kitab-Mu, atau yang Engkau rahasiakan di dalam ilmu ghaib di sisi-Mu; agar sudi kiranya Engkau jadikan al-Qur-an sebagai “hujan musim semi” dalam hatiku, cahaya di dadaku, penghilang kesedihanku dan kesusahanku.”

Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiallahu ‘anhu bahwasanya Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda (artinya): “Tidaklah seseorang ditimpa kesusahan ataupun kesedihan kemudian dia membaca: ...(do’a di atas)... melainkan Allah pasti akan menghilangkan kesusahan dan kesedihannya tersebut, lalu mengganti keadaannya dengan kelapangan dan kegembiraan.” Lantas ditanyakan kepada beliau: “Wahai Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam! Tidakkah seharusnya kami mempelajari do’a tersebut? Maka Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab: “Tentu saja, sudah sepatutnya bagi orang yang mendengar do’a ini untuk mempelajarinya.” [Hadits Shahih, riwayat Ahmad: 3712, lih. Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah No. 199]

Boleh jadi kita telah mendengar lafaz do’a di atas berkali-kali, baik dari mimbar-mimbar khutbah, atau dari pengajian-pengajian maupun dari membaca kitab-kitab. Namun boleh jadi sebagian dari kita belum mempelajarinya, baik dari menghafalnya, atau dari memahami makna serta kandungan do’a ini, bahkan dari mengucapkannya ketika kita tertimpa kesusahan.

 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

Yang Online

Terdapat 7 Tamu online

Pengguna

Anggota : 954
Konten : 70
Jumlah Kunjungan Konten : 238011

Situs Sunnah

Kumpulan Situs Sunnah

Pasang Widget ini..