FIQIH RAMADHAN – 2/2

FIQIH RAMADHAN – 2/2

1. Hikmah I’tikaf Allah subhanahu wa ta’ala mensyari’atkan I’tikaf bagi hamba-Nya agar ruh dan hatinya berkonsenterasi kepada Allah subhanahu wa ta’ala semata, serta ketulusannya hanya untuk-Nya, berkhalwah (menyendiri) dengan-Nya, dan memutuskan diri dari kesibukan duniawi, dan hanya menyibukkannya dengan Allah subhanahu wa ta’ala. Dia menjadikan seluruh perhatiannya untuk dzikir, cinta, dan perhatiannya kepada-Nya. Selanjutnya, keinginan dan detak jantungnya hanya tertuju pada dzikir kepada-Nya, sehinggga keakrabannya hanya kepada Allah, sebagai ganti dari keakrabannya terhadap manusia. Sehingga kelak…

FIQIH RAMADHAN – 1/2

FIQIH RAMADHAN – 1/2

QADHA’ PUASA 1.     Kewajiban mengqhada’ puasa bersifat fleksibel dan penuh keleluasaan, walaupun menyegerakannya lebih baik daripada menunda. 2.     Tidak wajib mengqhada’ secara berurutan dan berkesinambungan. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: ﴿فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَر… ﴾ “…Maka berpuasalah pada hari-hari yang lain….” (QS. Al-Baqarah: 185) 3.     Orang yang meninggal dunia dan memiliki tanggungan puasa maka walinya menanggung fidyah, dengan memberi makan kepada satu orang miskin sebagai pengganti setiap satu hari puasa yang terluputkan (misal:…

Amalan Istimewa di Bulan Ramadhan

Amalan Istimewa di Bulan Ramadhan

Sesungguhnya bulan Ramadhan merupakan sebuah rahmat dan karunia Allah ‘Azza wa Jalla yang agung bagi hamba-hamba-Nya yang beriman, karena Allah ‘Azza wa Jalla telah mengkhususkannya dengan berbagai keistimewaan yang tidak terdapat di bulan-bulan yang lain, maka berbahagialah orang-orang yang Allah pertemukan mereka dengan bulan Ramadhan, kemudian mereka bersungguh-sungguh dengan penuh keikhlasan mengisi Ramadhan dengan ibadah-ibadah yang disyariatkan Allah dan Rasul-Nya.

5 Kelembutan Ilahi dibalik ungkapan “puasa itu Untuk-Ku”

5 Kelembutan Ilahi dibalik ungkapan “puasa itu Untuk-Ku”

Sobat, mari sejenak ber-tafakkur tentang keagungan ibadah puasa. Ketika Allâh subhanahuwata’ala berfirman dalam sebuah hadits rabbâni (hadits qudsi): كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ “Seluruh amalan anak Adam untuk mereka sendiri, kecuali puasa. Sungguh, ibadah puasa itu untuk-Ku. Akulah yang langsung akan memberikan imbalannya. Puasa adalah perisai.” [Shahïh al-Bukhâri: 1904] Apa yang terlintas dalam hati kecil Anda saat membaca ungkapan “puasa adalah untuk-Ku”? Sementara literatur ilmiah periwayatan…