KENAPA NABI MENIKAH DENGAN BANYAK WANITA…?

Ini Alasannya…

 

 :نقل الدين

Demi sampainya penukilan agama ini kepada kita. Khususnya terkait Sunnah dan ajaran beliau ﷺ terkait urusan dalam rumah tangga. Dan ini tidak bisa terwujud hanya dengan satu atau dua wanita. Harus banyak wanita.

Hari ini kita mendapati banyak riwayat dari istri-istri Nabi ﷺ yang berbicara tentang petunjuk beliau di dalam rumah.

:من دلائل النبوة

Banyaknya istri Nabi ﷺ justru menunjukkan kebenaran Risalah dan Nubuwwah beliau. Kok bisa…??

Ya, hal tersebut menunjukkan kebenaran Nabi ﷺ dan akhlaknya yang luhur.

Renungkan! Seorang lelaki yang buruk akhlak, bisa berpura-pura baik dan menyembunyikan perangai aslinya di hadapan orang lain di luar rumah. Namun apakah hal tersebut bisa dia lakukan di dalam rumah di hadapan istrinya? Bagaimana jika istrinya lebih dari satu? Mungkinkah?

Nabi punya 11 istri dengan berbagai latar belakang, usia, dan tabiatnya masing-masing, namun mereka semua sepakat akan ketinggian akhlak Rasulullah ﷺ. Bahkan ketika disuruh memilih; diri beliau ﷺ atau dunia namun cerai, semua istri Nabi ﷺ memilih tetap bersama beliau.

Bahkan Shafiyyah binti Huyai, dari klan Yahudi Bani Nadhir yang terbunuh paman, ayah, dan suaminya oleh pasukan muslimin di Khaibar, justru mau jadi istri Nabi. Ummu Habibah juga, yang ayahnya notebene pernah jadi musuh Nabi. Kenapa mau jadi istri Nabi ﷺ?

Kalau bukan karena ketinggian akhlak beliau dan kebenaran ajarannya, mereka tentu akan membenci Nabi ﷺ dan lari dari beliau.

:قدوة لجميع الأزواج

Agar Nabi ﷺ bisa menjadi teladan bagi setiap suami dengan beragam karakter istri mereka masing-masing.

Nabi pernah menikahi wanita dengan usia jauh di atas beliau. Pernah juga menikahi wanita usia muda. Pernah juga dengan janda ditinggal wafat, dan janda karena di-thalaq. Semuanya dengan berbagai karakter dan sifat mereka yang berbeda-beda. Dan Nabi ﷺ sukses hidup dengan mereka semua di level tertinggi dalam hal muamalah suami-istri, hingga sangat sempurna untuk dijadikan teladan bagi seluruh suami.

 

:تألف القبائل العربية

Nabi ﷺ menikahi wanita-wanita dari berbagai kabilah Arab. Bahkan Shafiyyah binti Huyai bin Akhthab, adalah istri beliau yang berasal dari kabilah Yahudi Bani Nadhir.

Ini tentu saja akan memudahkan bersatunya kabilah-kabilah Arab di bawah panji Islam.

Dan masih banyak lagi hikmah yg lain.

 

Wallahu a’lam.

Tulisan ini, berdasarkan Fawaid yang penulis dapat dari Syaikh Dr. Muthlaq al-Jaasir hafizhahullaah.

 

***

Johan Saputra Halim

(Pimpinan Redaksi Buletin Al-Hujjah)

Leave a Comment