POIN INTI SHOLAT GERHANA

Shalat Gerhana | Kenapa Tak Lazim? | Sunnah atau Wajib? | Sedikit Tertawa Banyak Tangis | & Hukum Shalat Gerhana Di Rumah

Syaikh al-‘Utsaimin rahimahullah ketika ditanya tentang shalat Gerhana, beliau memberikan penjelasan yang poin-poin intinya adalah sebagai berikut:

  • Hakikat gerhana kata beliau;

الكسوف إنذار من الله عز وجل بعقوبة متوقعة

“Gerhana adalah peringatan dari Allah untuk hamba-hamba-Nya akan suatu hukuman yang mungkin terjadi”

  • Pada hakikatnya Shalat Gerhana adalah aayah syar’iyyah karena tata caranya berbeda dengan tata cara shalat yang lazim. Sebab gerhana itu sendiri juga aayah kauniyyah karena ia adalah fenomena yang menyelisihi kelaziman alam.
  • Shalat Gerhana yang dilakukan Rasulullah sangatlah panjang, dua raka’at, setiap raka’at ada dua ruku dan dua sujud.
  • Setelah shalat gerhana, Rasulullah menyampaikan khutbah yang mendalam dan menyentuh. Di antara ucapan beliau dalam khutbah tersebut adalah;

لو تعلمون ما أعلم لضحكتم قليلا ولبكيتم كثيرا

“Andai kalian tahu apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa, dan banyak menangis”

  • Menurut mayoritas ulama, Shalat Gerhana hukumnya mustahabbah (sunnah). Namun pendapat yang benar atau pendapat yang lebih kuat adalah; hukumnya fardhu (wajib). Boleh jadi hukumnya fardhu kifayah, boleh jadi fardhu ‘ain. Sebab Nabi memerintahkannya, dan melalui gerhana ini, Allah menakut-nakuti hamba-Nya, agar mereka kembali kepada-Nya.
  • Yang lebih utama, shalat gerhana dilakukan di Masjid Jaami’, yang didirikan shalat jum’at di masjid tersebut.
  • Jika dikerjakan di rumah, juga boleh. Namun yang afdol berjama’ah di masjid.

Sumber: https://youtu.be/uKhIfzBtr0g


Oleh:

✍ Abu Ziyan Johan Saputra Halim
(Pimpinan Redaksi Buletin Alhujjah)

Leave a Comment