RINGKASAN RINCIAN MASALAH QUNUT SHUBUH

Ringkasan Rincian Masalah Qunut Shubuh (Berdasarkan Penjelasan Syaikh Prof. Dr. Sulaiman ar-Ruhaili) 🍒 Fuqaha telah sepakat; bahwa qunut, selain qunut nazilah, tidak dilakukan di 4 shalat fardhu (Zhuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya) 🍒 Fuqaha juga telah sepakat bahwa Nabi pernah qunut shubuh. Namun mereka berbeda pendapat; apakah Nabi melakukannya terus-menerus atau tidak. 🍒 Madzhab Hambali (Hanabilah) menganggap qunut shubuh hukumnya makruh, tidak sampai haram. Siapa yang meninggalkannya, dapat pahala. Siapa yang melakukannya, tidak berdosa, tidak…

RINGKASAN FIQIH ZAKAT FITHRI

RINGKASAN FIQIH ZAKAT FITHRI

Ringkasan Fiqih Zakat Fithri (dari beberapa Kitab & Makalah Ulama) 🍒Zakat secara bahasa bermakna: ath-Thaharah (kesucian), an-Namaa’ (pertumbuhan), al-Barokah (keberkahan). 🍒 Menurut ‘Umar bin ‘Abdil’aziiz rahimahullah, zakat fithri adalah maksud dari firman Allah: (قَدۡ أَفۡلَحَ مَن تَزَكَّىٰ. وَذَكَرَ ٱسۡمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ) Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri (dengan ber-zakat fithri). dan mengingat nama Tuhannya, lalu dia shalat (‘iedul fithri). [QS. al-A’laa: 14-15] 🍒 Hikmah Zakat Fithri, Sebagai; 1. Penyuci bagi orang yang berpuasa dari dosa…

BOLEHKAH MENGGANTI BERAS ZAKAT FITHRI DENGAN UANG?

BOLEHKAH MENGGANTI BERAS ZAKAT FITHRI DENGAN UANG?

Menyoal Pendapat: “Boleh Mengganti Beras Zakat Fithri dengan Uang” Dalil-dalil sunnah yang bertebaran, menunjukkan bahwa Zakat Fithri ditunaikan dalam bentuk makanan pokok daerah setempat. Beras, kira-kira 3 Kg, untuk muslimin di Indonesia dan Asia Tenggara pada umumnya. Belakangan muncul pendapat; boleh menggantinya dengan uang senilai beras 3 Kg. Bahkan uang lebih bermanfaat bagi fakir miskin kata mereka. Pendapat tersebut, perlu kita soal ulang terkait kebenaran dan keabsahannya. Tentunya dari berbagai sisi. Sebab, ini adalah urusan…

BAHASAN ILMIAH: PENDAPAT “PALING PAS” TENTANG TABYIITUN NIYYAH (NIAT PUASA)

BAHASAN ILMIAH: PENDAPAT “PALING PAS” TENTANG TABYIITUN NIYYAH (NIAT PUASA)

Prolog Dalam masalah puasa Ramadhan, para ulama berbeda pendapat terkait kewajiban niat puasa. Setidaknya pendapat mereka terbagi menjadi dua pendapat. Saya (dengan segala keterbatasan ilmu dan kerdilnya amal) mencoba melakukan penelitian  “kecil-kecilan” tentang tema ini demi mencari pendapat yang paling dekat dengan kebenaran. Alhasil, penelitian “kecil-kecilan” tersebut mengantarkan saya pada kesimpulan sementarabahwa pendapat yang lebih kuat adalah pendapat kedua, tentunya dengan dalil dan argumentasi ulama yang menyokongnya. Penelitian berlanjut selama beberapa hari. Ternyata saya dapati di sana ada…

ANTARA HADIAH YANG DIANJURKAN & GRATIFIKASI YANG DI HARAMKAN

ANTARA HADIAH YANG DIANJURKAN & GRATIFIKASI YANG DI HARAMKAN

Gratifikasi sejatinya adalah hadiah dari satu orang ke orang lain. Hanya saja hadiah tersebut terkait dengan jabatan atau kekuasaan yang melekat pada seseorang yang diberi hadiah. Gratifikasi adalah indikasi nyata perihal “keberadaan udang di balik batu”. Islam sendiri sudah jauh hari mengharamkan yang namanya gratifikasi, namun menghalalkan bahkan memotivasi tumbuhnya budaya hadiah menghadiahi. Lalu, di mana letak benang tipis perbedaan antara hadiah dan gratifikasi? Apa dasar pelarangan gratifikasi dalam Islam? Untuk mendapatkan jawabannya, terlebih dahulu…

BERPEGANG TEGUH PADA AL-QUR’AN DAN SUNNAH

BERPEGANG TEGUH PADA AL-QUR’AN DAN SUNNAH

Allah ﷻ Berfirman: وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai.” [QS. Ali Imaran : 103]. Ayat ini adalah salah satu perintah Allah ﷻ yang punya kemaslahatan besar untuk pribadi dan masyarakat. Karena berbicara tentang persatuan dengan Al-Quran sebagai pemersatu.

Tanggapan Atas Tulisan Ust. H. Abdul Somad, Lc., MA. – Bag. 1

Tanggapan Atas Tulisan Ust. H. Abdul Somad, Lc., MA. – Bag. 1

(Pendalilan Bid’ah Hasanah dengan Kisah Bilal) ———- Ust. H. Abdul Somad, Lc., MA. –semoga Allah selalu menjaga dan membimbing beliau— dalam bukunya yang berjudul “37 Masalah Populer” pada halaman yang ke-42, membawakan kisah tentang Bilal radhiallahu ‘anhu.  Kisah ini beliau jadikan sebagai dalil atau argumentasi yang menyokong apa yang beliau sebut sebagai bid’ah mahmudah atau bidah hasanah. Beliau mengatakan: “Ada beberapa perbuatan yang tidak dilakukan oleh Rasulullah ﷺ tidak pernah beliau ucapkan dan tidak pernah…

ADAB BERMEDIA SOSIAL

ADAB BERMEDIA SOSIAL

ADAB BERMEDIA SOSIAL Berabad-abad yang lalu, Nabi kita yang mulia ﷺ mengabarkan salah satu tanda dekatnya hari kiamat. Rasulullah ﷺ bersabda: إِنَّ بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ تَسْلِيمَ الْخَاصَّةِ، وَفُشُوَّ التِّجَارَةِ، حَتَّى تُعِينَ الْمَرْأَةُ زَوْجَهَا عَلَى التِّجَارَةِ، وَقَطْعَ الْأَرْحَامِ، وَشَهَادَةَ الزُّورِ، وَكِتْمَانَ شَهَادَةِ الْحَقِّ، وَظُهُورَ الْقَلَمِ “Sesungguhnya di hadapan hari kiamat akan muncul fenomena berupa: salam ditebarkan ke orang-orang tertentu saja, menjamurnya perdagangan sampai-sampai istri membantu suaminya berdagang, diputuskannya tali silaturahim, persaksian palsu, disembunyikannya persaksian yang benar,…

TAUHID ULUHIYYAH MENURUT IMAM AN-NAWAWAI AS-SYAFI’I

TAUHID ULUHIYYAH MENURUT IMAM AN-NAWAWAI AS-SYAFI’I

Imam an-Nawawi rahimahullāh (wafat: 676 H). Di kalangan Syāfi’iyyah, beliau dan dan ar-Rāfi’i (wafat: 623 H) dijuluki as-Syaikhaan. Jika keduanya bersepakat dalam suatu masalah, maka itulah pendapat inti yang dijunjung tinggi dalam mazhab Syafi’i. Kita pun, mencintai dan memuliakan kedua tokoh besar ini yang telah berjasa besar bagi kaum muslimin sampai hari ini.

1 2 3 6